M O M S M O N E Y I D
InvesYuk

Strategi Atur Keuangan Pasca Kenaikan Harga BBM dari Manulife Aset Manajemen

Reporter: Danielisa Putriadita  |  Editor: Danielisa Putriadita


MOMSMONEY.ID - Kenaikan harga minyak dan komoditas utama dunia lainnya secara langsung atau tidak langsung mempengaruhi  kenaikan biaya produksi dan jasa di beragam sektor, serta ikut meningkatkan angka inflasi. Biaya subsidi dan kompensasi yang terus membengkak dan menggerus APBN membuat pemerintah mengurangi subsidi BBM (dengan menaikkan harga BBM) di awal September lalu.

Di tengah kondisi ini, Freddy Tedja – Head of Investment Specialist PT Manulife Aset Manajemen Indonesia mengatakan investor perlu strategi keuangan yang tepat agar operasional rumah tangga tidak terganggu dan investasi untuk masa depan juga tetap berjalan lancar.

Simak strategi atur keuangan berikut,

1. Kurangi pos pengeluaran rekreatif dan konsumtif.
Dalam waktu singkat, kenaikan harga BBM bersubsidi akan berimbas pada keuangan rumah tangga, karena kenaikan biaya produksi dan logistik pada level produsen akan disalurkan ke konsumen dalam bentuk kenaikan harga.  Hal pertama yang harus kita lakukan adalah mengurangi pos pengeluaran yang bersifat rekreatif dan atau ‘masih bisa ditangguhkan’, misalnya jalan-jalan ke café atau mall.  

Bagaimana pun, jika penghasilan tidak bisa ditambah, maka satu-satunya cara agar keuangan rumah tangga tetap sehat adalah dengan mengurangi pengeluaran pada pos yang tidak produktif. Kita perlu menurunkan gaya hidup tanpa perlu menurunkan kebutuhan hidup. Kita perlu makan tiga kali sehari, tapi tidak perlu selalu di restoran kan?

Baca Juga: 4 Minuman Herbal untuk Mengatasi Jerawat dari Dalam 2. Atur ulang arus kas dan pengeluaran

Jangan pernah menggunakan pos dana darurat untuk kebutuhan rekreatif, atau untuk sekedar menjaga gaya hidup agar tetap sama seperti di era suku bunga rendah. Dana darurat, jika terpaksa, boleh dipakai untuk menutupi lonjakan biaya pengeluaran primer, seperti belanja makanan dan transportasi bulanan. 

Pada saat yang sama kita harus segera mulai membiasakan diri dengan mengatur ulang arus kas dari gaji/penghasilan dan juga mengatur ulang pengeluaran primer. Untuk sementara, ada dua hal yang bisa dilakukan, yaitu kurangi jumlah yang dibeli atau cari substitusi dengan harga lebih rendah, sehingga jumlah/volume tetap sama.

3. Jangan korbankan masa depan
Pada umumnya kegiatan investasi dilakukan untuk pemenuhan kebutuhan di masa depan, seperti untuk dana kebutuhan di masa pensiun maupun dana pendidikan anak.  Untuk pemenuhan kebutuhan jangka panjang tersebut perlu dihindari pengurangan pada pos investasi.  Ingat, pay yourself first; sisihkan sebagian dari penghasilan saat ini untuk diri kita di masa depan.  Kalau saat ini saja harga berbagai kebutuhan terasa mahal, apalagi di masa mendatang. Jadi, atur pengeluaran dan tetap sisihkan sebagian dari penghasilan saat ini untuk digunakan di masa depan.

4. Selalu manfaatkan peluang investasi
Berbeda dengan periode sebelumnya, kenaikan harga BBM bersubsidi kali ini tidak menimbulkan kecemasan yang berlebihan. Saat wacana kenaikan BBM bersubsidi muncul, kebijakan ini justru disambut baik oleh para pelaku pasar. Hal ini terlihat dari aliran dana masuk milik investor asing selama bulan Agustus lalu, setelah beberapa bulan terakhir mencatatkan arus keluar. Di tengah dampak kenaikan BBM bersubsidi, rencana kenaikan suku bunga The Fed dan Bank Indonesia, serta tekanan eksternal, pasar finansial Indonesia tetap stabil didukung oleh kondisi makro ekonomi yang suportif.

Baca Juga: Khusus Tanggal 25! Promo Gokana 25 September, Paket Goyang 25 Serba Rp 25.000

Pasar saham masih memberikan peluang investasi yang menarik dalam jangka panjang.  Kondisi makro ekonomi Indonesia yang lebih solid disertai dengan pertumbuhan laba perusahaan yang diperkirakan tumbuh pada laju yang sehat diharapkan dapat mendorong pergerakan pasar saham, terutama ketika sentimen global sudah lebih membaik. Faktor siklikal terkait pemulihan ekonomi mendukung sentimen dan fundamental perusahaan yang lebih baik bagi pasar saham.

Sementara itu, pasar obligasi menunjukkan resiliensi di tengah berbagai tantangan.  Imbal hasil riil yang tinggi mampu menopang stabilitas pasar obligasi, bahkan ketika US Treasury kembali bergejolak. Normalisasi suku bunga BI di tengah pengetatan global yang agresif mendukung pasar obligasi dan nilai tukar rupiah. Sentimen akan semakin positif ketika tingkat inflasi, terutama di Amerika Serikat dan Eropa, sudah mencapai puncak.

Diversifikasi aset menjadi strategi yang tepat bagi para investor dalam merealisasikan berbagai tujuan keuangan di masa depan.  Porsi mana yang lebih besar, apakah di saham atau di obligasi atau di pasar uang, akan sangat tergantung pada profil risiko dan target waktu pemanfaatan dananya.

Baca Juga: Ekspektasi Inflasi Meningkat, Ini Strategi Investasi dari Bareksa

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Rahasia Flek Hitam Pudar: Pilihan Sunscreen Terbaik untuk Kulit Kering

Memilih sunscreen salah justru membuat flek hitam makin parah. Kombinasi SPF 50+ dan asam hialuronat terbukti efektif melindungi kulit.

Risiko Stroke Meningkat, Peluang Pulih Pasien Gula Darah Tinggi Turun 25%

Pasien gula darah tinggi berisiko kena stroke lebih parah. Ketahui komplikasi infeksi dan ancaman stroke berulang yang mengintai.

Bukan Cuma Tren, Ini 6 Manfaat Yoga bagi Tubuh Anda

Buat yang ingin tahu manfaat yoga apa saja, berikut adalah beberapa alasan mengapa Anda arus mulai rutin olahraga ini.

Harga iPhone 15 & iPhone 16 Selisih 3 Juta, Fitur Siri Meningkat

Harga iPhone 16 beda 3 juta dari iPhone 15. Temukan keuntungan Action Button baru yang wajib Anda tahu sebelum menyesal beli versi lama.

Cukup Lakukan 4 Cara Ini untuk Mencegah Burnout Makin Parah

Supaya tidak berlarut, ketahui bagaimana cara mudah untuk mencegah burnout makin parah di sini.     

Sering Ngidam tapi Enggak Lagi Hamil? Kenali 5 Penyebab Food Craving Ini, yuk

Sering merasakan lapar palsu atau ngidam padahal tidak sedang hamil? Simak ulasan lengkap mengenai berbagai penyebab food craving dan dampaknya.

Jangan Dianggap Sepele! Simak 5 Penyebab Kentut Bau Menyengat & Tanda Bahayanya

Bau kentut yang menyengat bisa menjadi indikasi masalah pada sistem pencernaan. Ketahui 5 penyebab kentut bau menyengat yang perlu Anda waspadai.  

4 Zodiak Paling Ekstrovert yang Selalu Menghidupkan Berbagai Suasana

Berikut adalah 4 zodiak paling ekstrovert yang dikenal sebagai bintang dalam setiap lingkaran pertemanan.

Maudy Ayunda Foundation Buka Beasiswa Jadikan Generasi Muda Impact Leaders

​Maudy Ayunda Foundation memiliki fokus untuk membiayai pendidikan maupun proyek yang berdampak pada komunitas.  

Suami Diam-Diam Punya Utang? Ini Cara Menjaga Keutuhan Uang Rumah Tangga

Suami diam-diam punya utang? Simak cara menghadapi masalah finansial, melindungi keuangan keluarga, dan menyusun solusi bersama.