M O M S M O N E Y I D
HOME, InvesYuk

Simak Berbagai Tips Investasi ala Sandiaga Uno

Reporter: Jane Aprilyani  |  Editor: Jane Aprilyani


MOMSMONEY.ID - Tahun 2022 digadang sebagai momentum kebangkitan ekonomi nasional setelah dua tahun belakangan dihantam pandemi. Seiring dengan berangsur turunnya kasus covid-19 di Indonesia, kondisi ini pun bisa menjadi waktu yang tepat untuk berinvestasi.

Sejalan dengan kondisi tersebut, platform edukasi keuangan dan investasi, Ternak Uang, menggelar kelas daring bertajuk “The Definitive Guide to become An Intelligent Investor” bersama Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno beberapa waktu lalu.

Menurut paparan Sandiaga Uno, ekonomi Indonesia akan mulai pulih. Selain sektor kesehatan dan industri berbasis digital, masih ada sektor lainnya yang menjanjikan keuntungan.

Baca Juga: Mengenal Axolotl, Amfibi Unik Asal Meksiko yang Selalu Tersenyum 

"Jadi kebangkitan ekonomi kita momentumnya mulai terbuka pada tahun 2022 di sektor sektor baru. Dipicu dan dipacu KTT G20, MotoGP, kita harapkan bisa ditangkap oleh para pebisnis, sekaligus penataan baru ekonomi Indonesia," tutur Sandiaga Uno.

Meski masih dikuasai sektor berbasis digital, tapi tahun ini diproyeksikan sektor-sektor yang berhubungan dengan fisik akan mulai kembali ramai.

Untuk itu, bagi yang tengah menyusun portofolio investasi tahun ini, menteri yang kerap melempar pantun ini menyarankan untuk tetap bermain aman dengan portfolio yang mereka miliki. Pasalnya, Kementerian Keuangan telah memberikan keringanan yang bisa dimaksimalkan investor untuk tetap mendapatkan keuntungan.

Baca Juga: Catat, Ini Area Rumah yang Wajib Dibersihkan Selama Ramadan

"Ibu Sri Mulyani (Menteri Keuangan RI) telah mengeluarkan peraturan, semua dividen yang diterima akan mendapatkan keringanan pajak asalkan reinvest atau investasi ulang. Jadi saya tidak mengurangi atau menambah portfolio lagi," imbuh mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta tersebut.

Investor lama pun diharapkan untuk menahan diri karena dunia tengah bergejolak lantaran konflik Rusia dan Ukraina yang tentunya akan melahirkan sentimen-sentimen tertentu dalam dunia investasi.

"Kemudian, sekarang dunia sedang memanas karena Rusia dan Ukraina. Sangat riskan," lanjut Sandiaga Uno.

Baca Juga: Berikut 5 Tips Agar Irit Pakai BBM

Dengan berbagai ketidakpastian perang antar Rusia dan Ukraina. Khususnya bagi generasi milenial yang berniat untuk memulai investasi, ada beberapa sektor yang dianggap 'cantik' oleh Menparekraf, termasuk properti. Tapi jika lebih ambisius, masih ada beberapa alternatif lainnya yang masih berpeluang menghasilkan cuan pada tahun ini.

"Saya investasi di cyber security fund, pembiayaan (payment) karena di Indonesia belum banyak yang masuk, dan terakhir fintech. Memang (fintech) sudah banyak, tapi kehadirannya masih bisa memberikan manfaat pendanaan, terutama bagi UMKM," sahut pemimpin Saritoga Group itu.

Selanjutnya, lanjut Sandiaga Uno, ada sejumlah pilihan saham yang juga menjanjikan pertumbuhan yang besar, consumer goods, health, digital agency, serta perusahaan yang menggunakan energi terbaru dan terbarukan.

Baca Juga: Bank Permata Luncurkan AirAsia Cards, Ada Banyak Reward Untuk Nasabah

Meski tahun ini ekonomi nasional diproyeksi bangkit, namun Sandiaga juga mengingatkan generasi muda agar lebih jeli dan teliti dalam menyusun portfolio investasi mereka.

"Fokus portfolio berinvestasi pada perusahaan yang mampu beradaptasi dengan tren ekonomi saat ini. Investasi itu harus punya nafas panjang, punya cara untuk mengonstruksi portfolio kita, caranya, peka dan beradaptasi dengan tren yang ada. Jadi, lihat perusahaan mana yang paling cepat beradaptasi," imbuhnya.

Terakhir, Sandiaga mengingatkan generasi muda untuk selalu membumi dan tidak cepat puas dengan hasil yang didapat.

Untuk menjadi investor yang handal, penting untuk selalu mengikuti perkembangan market dan isu terkini seputar keuangan dan investasi.

Namun jangan asal pilih sumber informasi, pastikan untuk selalu mendapatkan informasi dari sumber yang kredibel dan terpercaya.

Baca Juga: Promo Telkomsel Halo, Bayar Tagihan di Tokopedia Tersedia Cashback Rp 75.000

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Promo Indomaret Harga Spesial 1-7 September 2026, Rinso-Casablanca Diskon 20%

Promo Indomaret Harga Spesial Periode 25 Agustus-7 September 2026. Cek dan manfaatkan untuk belanja hemat.

Banjir Diskon! Cek Promo Yoshinoya Terbaru Spesial TikTok Mulai Rp 33 Ribuan Saja

Temukan pilihan menu favorit Anda dalam promo Yoshinoya di TikTok. Dapatkan paket makan puas dan praktis mulai Rp 33.000-an yang pas di kantong.

Promo Alfamart Paling Murah Sejagat 1-7 September 2026, Mama Lemon Hanya Rp 8.900

Promo Alfamart Paling Murah Sejagat hadir lagi. Potongan harga spesial untuk aneka produk berlaku 1-7 September 2026.

Promo PSM Alfamart Periode 1-7 September 2026, Daia-Kecap Bango Harga Spesial

Manfaatkan promo PSM Alfamart periode 1-7 September 2026 untuk belanja lebih hemat. Cek promonya di sini.

Daftar Promo Bakmi GM Terbaru September 2026, Makan Hemat Lengkap Mulai Rp 25 Ribuan

Cek daftar promo Bakmi GM terbaru sepanjang September 2026. Nikmati paket makan hemat mulai dari Rp 25.000-an saja per orang.

Ramalan Shio Hari Ini Rabu 2 September 2026, Macan Punya Peluang Cerah

Simak ramalan shio hari ini Rabu 2 September 2026, cek peruntungan 12 shio dalam karier, keuangan, asmara, dan kesehatan.

Ramalan Zodiak Hari Ini Rabu 2 September 2026: Cinta, Karier, Keuangan, Kesehatan

Yuk simak ramalan 12 zodiak hari ini 2 September 2026, lengkap dengan prediksi cinta, karier, keuangan, kesehatan, dan keberuntungan.

Laba Melaju Ditopang Ekspor, TRIS Bagikan Dividen Rp 7 Miliar

 TRIS akan membagikan dividen interim sebesar Rp 7,018 miliar atau setara Rp 2,27 per saham atau Rp 227 per lot.

IHSG Dibuka Naik 0,2% Pada Rabu Pagi, Ditopang Saham Perbankan

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali menguat. Pada perdagangan Rabu pagi (2/9) pukul 9:10 WIB, indeks naik 0,2% ke level 6.614. 

Harga Emas Antam Hari Ini Anjlok hingga Rp 40.000 Jadi Tinggal Segini

Harga emas Antam hari ini turun dalam Rp 40.000 per gram menjadi Rp 2.624.000 pada Rabu (2/9). Harga buyback juga terkoreksi Rp 40.000.