MOMSMONEY.ID - Perusahaan garmen PT Trisula International Tbk (TRIS) akan membagikan dividen interim tunai sebesar Rp 7,02 miliar untuk tahun buku 2026. Pembagian dividen tersebut menjadi salah satu bentuk komitmen perusahaan dalam menciptakan nilai bagi pemegang saham, di tengah kinerja yang masih tumbuh pada paruh pertama tahun ini.
Berdasarkan keputusan Direksi dan persetujuan Dewan Komisaris pada 28 Agustus 2026, TRIS akan membagikan dividen interim sebesar Rp 7,018 miliar atau setara Rp 2,27 per saham.
Jika pada Rabu pagi (2/9) harga TRIS di Rp 178, maka yield dividen sekitar 1,27%.
Cum dividen akan jatuh pada 9 September 2026. Ini artinya, investor bisa membeli saham ini paling lambat pada tanggal cum, agar berhak mendapatkan dividen.
Dividen interim tersebut akan diberikan kepada pemegang saham yang tercatat dalam Daftar Pemegang Saham (DPS) atau recording date pada 11 September 2026 hingga pukul 16.00 WIB. Sementara pembayaran dividen dijadwalkan pada 23 September 2026.
Sebelumnya, TRIS yang juga induk dari PT Trisula Textile Industries Tbk (BELL), membagikan dividen interim untuk tahun buku 2025 sebesar Rp 7 miliar pada September 2025, yang kemudian dilanjutkan dengan dividen final sebesar Rp 24 miliar pada 29 Mei 2026.
Direktur Utama TRIS Widjaya Djohan mengatakan, kinerja perseroan pada semester pertama 2026 turut ditopang oleh strategi diversifikasi pasar ekspor.
“Capaian laba bersih sepanjang semester pertama tahun ini yang melampaui ekspektasi tidak terlepas dari strategi diversifikasi pasar ekspor yang kami jalankan. Dengan kontribusi ekspor yang mencapai 60% terhadap total penjualan dan cakupan pasar yang terdiversifikasi, kami memiliki fondasi yang kuat untuk bertahan dan terus tumbuh,” ujar Widjaya dalam rilis resminya.
Sepanjang semester I-2026, TRIS mencatatkan laba bersih sebesar Rp 57,9 miliar, meningkat 12,2% secara tahunan. TRIS menyebut, capaian tersebut melampaui ekspektasi internal, sekaligus menunjukkan kemampuan perseroan mempertahankan kinerja di tengah dinamika industri tekstil dan garmen.
Dari sisi pasar, ekspor menjadi salah satu penopang utama kinerja TRIS. Nilai ekspor perseroan sepanjang semester I-2026 mencapai Rp 530,5 miliar, tumbuh 20,3% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Kontribusi ekspor tersebut mencapai sekitar 60% dari total penjualan TRIS. Perusahaan juga memiliki pasar ekspor yang terdiversifikasi sehingga tidak bergantung pada satu negara atau pasar tertentu. Kondisi tersebut dinilai dapat membantu menghadapi dinamika geopolitik global.
Selain diversifikasi pasar, TRIS mengandalkan fleksibilitas dalam menerima pesanan. Perusahaan tidak menerapkan minimum order dan dapat melayani pesanan sesuai kebutuhan pasar, yang dinilai menjadi keunggulan di tengah persaingan industri tekstil dan garmen.
Ke depan, TRIS akan terus memperkuat sinergi dengan anak usaha serta mempertahankan fleksibilitas dan kemampuan quick response dalam memenuhi kebutuhan pelanggan.
Perusahaan juga akan memperluas pangsa pasar yang sudah ada sekaligus menjajaki pasar baru, termasuk memanfaatkan peluang dari berbagai perjanjian perdagangan yang dimiliki Indonesia.
Melalui strategi tersebut, TRIS optimistis dapat mencapai target pertumbuhan penjualan sebesar 6,5% pada tahun ini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News