MOMSMONEY.ID - SEEK, perusahaan induk dari Jobstreet dan Jobsdb, meluncurkan kampanye pemasaran terpadu (Integrated Marketing Communications/IMC) yang berfokus pada relevansi dalam pencarian kerja di enam negara Asia yakni Indonesia, Singapura, Malaysia, Hong Kong, Thailand, dan Filipina. Lewat kampanye ini, Jobstreet dan Jobsdb bisa membantu pencari kerja menemukan peluang karir yang benar‐benar sesuai.
Kampanye relevansi ini diluncurkan berangkat dari wawasan bahwa pencari kerja tidak menginginkan lebih banyak pilihan, melainkan pilihan yang lebih cocok dengan kebutuhan dan aspirasi mereka. Apalagi masih ada jutaan pencari kerja dan tingginya aspirasi untuk pekerjaan yang sesuai.
“Ketika berbicara tentang mencari pekerjaan, kami tahu betapa pentingnya bagi orang‐orang di seluruh Asia untuk menemukan peluang karir yang benar‐benar tepat bagi mereka. Semua yang kami lakukan bertujuan untuk mewujudkan hal tersebut, kami bangga dengan kemampuan pencarian dan pencocokan platform SEEK," ujar Maryanne Tsiatsias, Chief Marketing Officer APAC, SEEK dalam keterangan tertulis, Senin (11/5).
Jobstreet Workplace Happiness Index menunjukkan, relevansi menjadi semakin penting di mana 82% pekerja di Indonesia menyatakan Bahagia di tempat kerja, tertinggi di kawasan, sementara tingkat kebahagiaan di beberapa negara lain seperti Singapura dan Hong Kong jauh lebih rendah.
Riset tersebut juga menyoroti kesenjangan antara harapan dan realitas, terutama terkait tujuan kerja, perkembangan karier, dan kepuasan dalam peran sehari‐hari.
Baca Juga: Kombinasi Tekanan Domestik, Risiko Terburuk Rupiah Tembus Rp 18.000 per dollar
Di sisi lain, Indonesia masih menghadapi tantangan ketenagakerjaan. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat tingkat pengangguran terbuka (TPT) pada Agustus 2025 sebesar 4,85%, setara dengan sekitar 7,46 juta orang yang masih menganggur. Dalam periode yang sama, proporsi pekerja formal meningkat dari 42,05% menjadi 42,20%, menunjukkan pergeseran positif menuju pekerjaan yang lebih terlindungi.
Adapun, kampanye Relevamsi ini didukung oleh kemampuan pencairan dan pencocokan berbasis AI milik SEEK, yang digunakan Jobstreet dan Jobsdb untuk menghubungkan pencari kerja dan perusahaan di seluruh Asia.
Teknologi ini menganalisis keterampilan, pengalaman, preferensi, dan perilaku pengguna untuk menampilkan peluang kerja dan kandidat yang lebih relevan dengan kebutuhan nyata di pasar.
Melalui rekomendasi yang dipersonalisasi dan sinyal seperti Strong Applicant Badge, platform membantu pencari kerja dengan cepat mengidentifikasi lowongan di mana mereka berpeluang kuat dan memfokuskan waktu pada kesempatan yang paling relevan. Bagi perusahaan, pendekatan berbasis data ini membantu menemukan kandidat yang tepat, dari level awal hingga posisi senior, termasuk bagi UMKM dan perusahaan besar.
Kampanye baru ini memperkuat persepsi bahwa Jobstreet dan Jobsdb bukan sekadar situs lowongan kerja konvensional, tetapi mitra yang memahami apa yang penting bagi pencari kerja dan pemberi kerja, mulai dari gaji dan lokasi hingga budaya, kesempatan
bertumbuh, dan fleksibilitas, dan menampilkan opsi yang benar‐benar sesuai.
“Relevansi menjadi hal yang semakin krusial. Para pencari kerja tidak hanya menginginkan lebih banyak pilihan, mereka menginginkan yang tepat. Melalui kampanye ini, kami menegaskan bahwa Jobstreet dan Jobsdb adalah tempat terbaik untuk menemukan kesempatan yang benar‐benar sesuai,” kata Maryanne.
Kampanye terpadu Jobstreet dan Jobsdb “Relevansi” dikembangkan Bersama Accenture Song, berbasis kampanye kreatif SEEK “Better Matches” yang sebelumnya sukses di Australia dan Selandia Baru. Di Asia, ide tersebut diterjemahkan ke dalam cerita dan karakter yang terasa akrab bagi masyarakat setempat, mencerminkan keragaman talenta, lingkungan kerja, dan ambisi di Asia.
Kampanye ini menampilkan karakter seperti putri duyung dan Raja Kera (Monkey King), menggunakan pendekatan cerita dan karakter yang familiar untuk menunjukkan bagaimana Jobstreet dan Jobsdb membantu orang menemukan peluang yang lebih cocok, dengan cara yang relevan di berbagai negara Asia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News