M O M S M O N E Y I D
InvesYuk

Saran Investasi Reksadana Saat Inflasi Global Mereda

Reporter: Danielisa Putriadita  |  Editor: Danielisa Putriadita


MOMSMONEY.ID - Inflasi beberapa negara mulai menunjukkan tanda penurunan. Lihat saja, inflasi Amerika Serikat (AS) pekan lalu tercatat di level 8,5% untuk periode Juli. Angka tersebut lebih rendah daripada ekspekrasu pasar yang berada pada level 8,7%.

Angka tersebut juga lebih rendah dibandingkan angka bulan Juni yang mencapai 9,1%. Inflasi menurun akibat pelemahan beberapa harga komoditas energi dan pangan global. Kembali pulihnya sektor manufaktur dan rantai pasokan global juga ikut berkontribusi dalam menurunkan inflasi global.

Hal tersebut membuat investor global optimistis terhadap prospek pertumbuhan ekonomi global ke depannya. Dengan menurunnya inflasi AS di Juli lalu, ekspektasi investor terhadap kenaikan tingkat suku bunga The Fed menjadi lebih rendah. Investor saat ini optimistis bahwa kenaikan suku bunga berikutnyahanya berada pada level 0,25%-0,5%.

Begitupun dengan China, mengumumkan inflasi Juli mencapai 2,7% dan tertinggi selama dua tahun terakhir. Angka tersebut masih lebih rendah terhadap ekpskteasi pasar yang berada di level 2,9%. Inflasi di tingkat produsen pun lebih rendah dibandingkan dengan ekspektasi pasar di level 4,2%.

Tim Bareksa Insights dalam riset Senin (15/8), melihat kondisi makroekonomi dari kedua negara tersebut cukup baik dan membuat investor global lebih berani masuk ke dalam pasar saham dan obligasi terutama di negara berkembang.

"Kami melihat pasar saham Indonesia masih cukup atraktif dengan IHSG kembali sentuh 7.000-7.100," kata Tim Bareksa Insight dalam riset.

Baca Juga: Simak, Ini Waktu yang Tepat untuk Mengajukan Kredit Saat Inflasi Tinggi

Tim Bareksa Insight juga melihat yield obligasi negara pemerintah Indonesia akan mengalami penguatan apabila selisih yield  antara Indonesia dan AS semakin melebar dan stabilitas rupiah oleh Bank Indonesia akan membuat investor kembali masuk ke pasar obligasi.

Bagi investor agresif, Tim Bareksa Insight menyarankan untuk dapat mencermati reksadana indeks dan reksadana saham berbasis sektor keuangan, infrastruktur maupun barang konsumsi.

Sedangkan, bagi investor moderat, dapat tetap melakukan akumulasi secara bertahap di reksadana pendapatan tetap basis obligasi korporasi hingga rilis tingkat suku bunga BI berikutnya.

Terakhir, untuk semua jenis profil risiko ada baiknya melakukan diversifikasi yang cukup di reksadana pasar uang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Catat, Ini Syarat Pekerja Sebagai Penerima BSU 2026

BSU merupakan upaya pemerintah untuk menjaga daya beli pekerja/buruh sekaligus mendukung keberlanjutan aktivitas ekonomi.​

Blibli Bawa Pop-Up Store Click Jisoo ke Indonesia, Berlangsung 12-29 November

Blibli akan menghadirkan pop-up store Click Jisoo di Gandaria City, Jakarta, pada 12–29 November 2026.​

Hari Pertama Tayang di Bioskop, Film Laut Bercerita Raih 180.292 Penonton

Film Laut Bercerita meraih 180.292 penonton di hari pertama penayangannya di bioskop Indonesia​.     

Ini Alasan Peningkatan Akses Keuangan Perlu Diimbangi dengan Literasi

Berikut ini alasan peningkatan akses keuangan perlu diimbangi dengan literasi kepada masyarakat.   ​

Transaksi QRIS Makin Sering, Ini Tips biar Keuangan Tetap Terkendali

ShopeePay memberikan sejumlah tips agar kemudahan transaksi QRIS tak membuat pengeluaran membengkak.​

Mau Kurangi Sampah? Mulai Biasakan Memilah Kemasan Bekas Pakai

Prim-A melalui kampanye Generasi Prima 2026 mengajak masyarakat lebih peduli terhadap pengelolaan sampah kemasan.

Menjelang Tutup Bulan Oktober, Mulai Banyak Harga Pangan Yang Turun, Cek Yuk

Berikut ini tersaji harga-harga komoditas pangan yang dirilis dari PIHPS Bank Indonesia untuk periode Jumat (30/10).

Mencicipi Sensasi Rasa Geco di Kedai Mang Iding

Geco tidak sepopuler kuliner khas Cianjur lainnya. Tapi, makanan ini menawarkan sensasi rasa yang berbeda. Sila mampir k  

Vietjet Tawarkan Promo Tiket Pesawat Mulai Rp 0, Tertarik?

Mau liburan ke Asia hingga Eropa? Vietjet menawarkan promo tiket pesawat mulai Rp 0 lo.                          

Investor Pilih Diversifikasi Aset saat Pasar Bergejolak, Apa Saja?

Diversifikasi kini menjadi strategi yang dijalani investor dalam menata portofolionya, terutama ketika pasar bergerak dinamis.