MOMSMONEY.ID - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan melanjutkan penguatan pada perdagangan Selasa, 7 Juli 2026, meski lajunya dibatasi aksi jual asing. Berikut proyeksi IHSG dan rekomendasi saham hari ini dari Mirae Asset Sekuritas.
Sekadar mengingatkan, IHSG pada Senin, 6 Juli 2026, ditutup dengan penguatan 0,69% ke level 5.916,07. Penguatan kemarin menjadi kenaikan IHSG selama empat hari berturut-turut.
Meski begitu, investor asing melakukan aksi jual dengan nilai jual bersih atau net sell Rp 163,01 miliar. Total sepanjang tahun ini, net sell asing mencapai Rp 88,91 triliun.
Analis Teknikal Senior Mirae Asset Sekuritas Indonesia, M. Nafan Aji Gusta melihat, penguatan tersebut dimotori aksi beli pada saham big banks yang menjadi penopang utama, di tengah tekanan nilai tukar rupiah yang sempat menembus level psikologis baru Rp 18.000 per dolar AS. Adapun saham perbankan big caps berpotensi menjadi penopang apabila arus dana asing mulai kembali.
Secara teknikal, IHSG telah berhasil rebound dan membentuk pola upward bar dari wave (b). Indikator Stochastics K_D memberikan sinyal positif yang didukung peningkatan volume transaksi, meskipun indikator RSI masih menunjukkan sinyal negatif.
"Seyogyanya, pergerakan IHSG pada hari ini diperkirakan masih positif sehingga kecenderungan rebound berlanjut. Adapun aksi jual investor asing masih menjadi faktor yang membatasi penguatan IHSG, sehingga potensi kenaikan kemungkinan berlangsung secara bertahap," tulis Nafan dalam risetnya.
IHSG diperkirakan bergerak dengan level support di 5.848 dan 5.723, sedangkan level resistance berada di 5.972 dan 6.127.
Baca Juga: Mencari Saham Berkualitas yang Bukan Sekadar Murah
Dari eksternal, pelaku pasar masih menanti risalah rapat Federal Open Market Committee (FOMC) sebagai petunjuk arah kebijakan suku bunga acuan Amerika Serikat.
Setelah data ketenagakerjaan AS sebelumnya menunjukkan perlambatan, maka The Fed diekspektasikan tidak akan agresif dalam menerapkan kebijakan pengetatan moneter di tahun ini.
Sementara itu, meredanya tensi geopolitik di Timur Tengah turut menjaga sentimen global dan membantu menstabilkan harga energi. Dengan demikian, sektor bahan baku dan energi masih layak dicermati setelah menjadi motor penguatan IHSG selain big banks pada awal pekan.
Sementara dari dalam negeri, investor menunggu rilis data cadangan devisa Indonesia periode Juni 2026 yang diperkirakan naik menjadi US$ 145 miliar dari sebelumnya US$ 144,9 miliar. Peningkatan atau setidaknya stabilnya cadangan devisa dinilai dapat memperkuat ketahanan eksternal Indonesia serta menjadi sentimen positif bagi rupiah, pasar obligasi, dan pasar saham.
Rekomendasi saham
Di tengah maraknya sentimen bagi IHSG, Nafan merekomendasikan investor melakukan akumulasi pada saham-saham dengan fundamental yang solid, berfokus pada saham yang valuasinya masih murah, serta emiten yang mulai menunjukkan sinyal pembalikan tren dengan tetap menerapkan manajemen risiko secara disiplin.
Berikut sejumlah saham yang bisa dipertimbangkan investor.
1. ARTO
Accumulative Buy pada area 905 - 965, target harga 980, 1.080, dan 1.200. Support di 905 dan 860.
2. BBRI
Accumulative Buy pada area 2.700 - 2.850, target harga 2.860, 2.930, dan 3.220. Support di 2.700 dan 2.630.
3. BRMS
Accumulative Buy pada area 470 - 540, target harga 545, 590, dan 725. Support di 470 dan 450.
Nah, perlu diingat, rekomendasi ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan investor dengan mempertimbangkan profil risiko dan tujuan investasi masing-masing.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News