M O M S M O N E Y I D
InvesYuk

Saat Asing Jualan, Cek 5 Saham yang Malah Diborong Beli (31/3)

Saat Asing Jualan, Cek 5 Saham yang Malah Diborong Beli (31/3)
Reporter: Sanny Cicilia  |  Editor: Sanny Cicilia


MOMSMONEY.ID - Investor asing secara keseluruhan lebih banyak melakukan aksi jual dibanding beli pada Selasa kemarin, 31 Maret 2026. Nilai jual bersih atau net sell sebesar Rp 1,28 triliun di seluruh pasar. 

Baca Juga: Saham-saham Ini Dilepas Asing dengan Net Sell Tertinggi, Apa Saja? (31/3)

Namun, di antara saham-saham yang dilepas asing, ada juga yang justru dikoleksi. Saham-saham ini mencatatkan net buy (nilai beli bersih) terbesar di antara gempuran aksi jual asing. 

Dua di antaranya saham dari sektor konsumer primer atau konsumer non-siklikal, yaitu INDF dan AMRT. Berikut  lima saham dengan net buy terbesar yang menjadi pilihan asing kemarin. 

1. INDF
Saham PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) mencatatkan net buy terbesar Rp 62,47 miliar pada Selasa (31/3). Saham Indofood yang masuk dalam sektor konsumer primer ini, kemarin terbang 6,72% ke Rp 6.350.

2. BMRI
Saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) juga kemarin lebih banyak dikoleksi asing dengan net buy Rp 39,32 miliar. Sahamnya naik 0,43% ke Rp 4.720 per saham. 

3. EMAS
Saham produsen emas PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) mencatatkan net buy Rp 23,67 miliar. Saham  yang dipegang Grup Saratoga dan Thohir ini kemarin ditutup turun 2,38% ke Rp 8.200 per saham. 

4. AMRT
PT Sumber Alfaria Trijaya (AMRT) atau yang dikenal dengan nama Alfamart ini juga dibeli asing dengan net buy Rp 22,46 miliar. Saham emiten dalam sektor konsumer primer ini naik 5,34% ke Rp 1.480 per saham. 

5. KLBF
Saham PT Kalbe Farmat Tbk (KLBF) mencatatkan net buy Rp 19,37 miliar. Sahamnya kemarin juga naik 3,19% ke Rp 970 per saham. 

Berikut saham-saham yang paling banyak mencatatkan net buy kemarin. Perlu diingat, kendati saham-saham ini jadi favorit asing, harga sahamnya tak melulu naik. Jika ingin ikut mengoleksi pilihan asing ini, sesuaikan dengan analisa saham memadai, tujuan keuangan, serta profil risiko masing-masing. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Cek Katalog Promo Burger Bangor September, Paket Combo Lezat Mulai 30 Ribuan

Manfaatkan promo Burger Bangor bulan September 2026 dan nikmati beragam pilihan bundling favorit Anda dengan harga super hemat.

Camilan Diet Enak! Ini 5 Manfaat Kacang Pistachio untuk Menurunkan Berat Badan

Manfaat kacang pistachio tak hanya baik untuk kesehatan, tetapi juga efektif mendukung program penurunan berat badan sebagai camilan bernutrisi.

Sebelum Tiba, Persiapkan 5 Hal Ini Jelang Musim Hujan biar Rumah Tidak Kebanjiran

Berikut ini beberapa cara untuk mencegah rumah kebanjiran air hujan meluap yang terjadi jelang musim hujan tiba.​

7 Makanan untuk Penderita DBD yang Ampuh Naikkan Trombosit dan Imunitas

Pemilihan makanan untuk penderita DBD yang tepat sangat penting untuk menaikkan kadar trombosit dan mempercepat pemulihan. Ini daftar makanannya.

Bukan Cuma Roll-On, Kenali Jenis-Jenis Deodoran dan Fungsinya di Sini

Dalam perkembangannya ada banyak jenis deodoran yang bisa dijadikan pilihan. Berikut beberapa jenis deodoran beserta fungsinya.

4 Zodiak Paling Dominan yang Terkenal Berani dan Berkarisma, Siapa Nomor 1?

Beberapa zodiak secara alami terlahir dengan aura kepemimpinan yang kuat. Berikut adalah 4 zodiak paling dominan dalam berbagai aspek kehidupan.

5 Manfaat Pakai Hand Cream, Losion Khusus untuk Perawatan Tangan

Banyak yang belum mengetahui bahwa hand cream punya beragam manfaat saat digunakan rutin, cari tahu di sini.

Cek Kesehatan untuk Pasien Gula Darah Tinggi: Hasil Tes Bantu Cegah Komplikasi

Hasil HbA1c tinggi sering tanpa gejala awal. Jangan lupa cek kesehatan untuk mencegah risiko komplikasi yang fatal.

4 Tanda Kulit Wajah Butuh Peeling, Kulit Terasa Kasar hingga Komedoan

Ada setidaknya 4 tanda kulit wajah butuh peeling. Wajib tahu, berikut penjelasannya yang tidak boleh Anda lewatkan.

Harga Laptop Diproyeksi Melonjak 40%: Efek Dominasi Pusat Data AI

Harga laptop mainstream diperkirakan melonjak hingga 40%. Cari tahu pemicu utama di balik lonjakan biaya komponen vital ini.​