M O M S M O N E Y I D
InvesYuk

Robert Kiyosaki Sebut Orang yang Jual Bitcoin dengan Julukan Ini

Reporter: SS. Kurniawan  |  Editor: S.S. Kurniawan


MOMSMONEY.ID - Sekali lagi, investor kawakan Robert Kiyosaki menyebut orang yang menjual Bitcoin sebagai pecundang besar.

"Presiden (AS Donald) Trump menandatangani (pembentukan) cadangan strategis Bitcoin," kata Kiyosaki di akun X-nya, Jumat (7/3).

"Penjual Bitcoin adalah pecundang. (Saya) akan membeli lebih banyak Bitcoin," ujar Kiyosaki.

Trump menandatangani perintah eksekutif pada Kamis (6/3) untuk membentuk cadangan strategis Bitcoin. 

Langkah ini Trump lakukan sehari sebelum ia bertemu dengan para eksekutif industri kripto di Gedung Putih pada Jumat (7/3).

Baca Juga: Sistem Keuangan bakal Runtuh, Robert Kiyosaki Minta Beli 3 Aset Investasi Ini

Keputusan Trump itu langsung mengerak Harga Bitcoin ke level US$ 89.000 yang sempat jatuh ke US$ 85.000. 

Sebelumnya, Kiyosaki juga menyebutkan, orang-orang yang menjual Bitcoin saat krisis yang terjadi belakangan adalah pecundang terbesar.

"Apakah mereka tidak tahu siapa Presiden Amerika Serikat?" kata Kiyosaki di akun X-nya, Rabu (5/3).

Kiyosaki bilang, Presiden Donald Trump adalah Presiden AS yang tepat pada waktu yang tepat, memahami kekuatan Bitcoin.

"Ketika ia (Trump) mulai membeli Bicoin untuk membantu menyelesaikan kegilaan finansial AS, mereka yang membeli Bitcoin pada saat krisis terakhir akan menjadi pemenang," ungkapnya.

Baca Juga: Harga Bitcoin Jatuh, Robert Kiyosaki Justru Tersenyum dan Beli Lebih Banyak

"Dan, mereka yang menjual Bitcoin akan menjadi pecundang terbesar," ungkap penulis buku popular Rich Dad Poor Dad ini.

"Saya membeli lebih banyak Bitcoin. Apakah Anda juga?" imbuh Kiyosaki.

Harga Bitcoin sempat melonjak pasca pengumuman Trump soal rencana pembentukan cadangan strategis baru yang akan mencakup berbagai mata uang kripto, termasuk Bitcoin.

Tapi, kemudian harga Bitcoin jatuh ke level US$ 82.000. Harga mata uang dengan kapitalisasi pasar terbesar di dunia ini bahkan sempat tersungkur ke bawah US$ 80.000 pada 1 Maret lalu.

Itu merupakan level terendah tahun ini, setelah sempat menembus US$ 100.000 pada pertengahan dan akhir Januari lalu.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

HP Samsung Lemot? Siamak Cara Ampuh Bersihkan Cache biar Ponsel Makin Ngebut

Membeli HP Samsung baru tapi sudah lemot? File cache menumpuk jadi penyebabnya. Temukan metode untuk membersihkan cache dan mengembalikan performa

Film Gore Paling Sadis, Ini 7 Tontonan Siap Uji Nyali Pecinta Horor

Mencari tontonan ekstrem? 7 film gore ini sajikan adegan sadis dan darah yang siap menguji nyali Anda. Temukan daftar lengkapnya di sini!

Rabu Untung! 7 Promo Restoran Favorit Beri Diskon Gila, Mulai Rp 14 Ribu

Ingin makan hemat tapi tetap lezat? Rahasia diskon di McD, A&W, PHD, dan lainnya ada di sini. Pastikan Anda tahu caranya agar tidak menyesal.

Promo HokBen Hemat dengan Qpon, Menu Baru Menchi Katsu Mulai Rp 25 Ribuan

Nikmati 4 pilihan combo Hoka Suka Menchi Katsu HokBen, mulai Rp 25.000-an. Diskon spesial ini hanya bisa diakses lewat aplikasi Qpon.

Hati-Hati! 6 Kebiasaan Sehari-hari Ini Ancam Kesehatan Rahim Anda

Impian hamil seringkali terhalang masalah rahim. Ternyata, kebiasaan ini jadi musuh utama kesuburan. Cek kebiasaan Anda di sini!

HP Android Terkencang 2026: iQOO 15 Ultra Puncaki AnTuTu

Beli HP baru? Hati-hati salah pilih! Simak daftar AnTuTu HP Android terkencang Maret 2026 agar tidak menyesal kemudian.

IHSG Melorot 1,5% Pada Rabu (13/5), Saham Keluar dari MSCI Masuk Jajaran Top Loser

Pada Rabu, 13 Mei 2026, pukul 9:10 WIB, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melorot 1,5% ke level 6.755. ​

Waspada IHSG Anjlok, Cek Rekomendasi Saham dari Kiwoom Sekuritas Hari Ini (13/5)

Berikut saham-saham yang bisa dipertimbangkan investor atau trader sebelum memilih saham pada hari ini, Rabu, 13 Mei 2026. 

Promo Bakmi GM Happy Hour Mei: Kenyang Mulai Rp 25 Ribuan, Untung Setiap Sore

Sore hari rawan lapar? Promo Bakmi GM punya Happy Hour mulai Rp 25.000-an. Jangan lewatkan kesempatan makan hemat sampai akhir Mei.  

WHO: Kemungkinan akan Lebih Banyak Kasus Hantavirus dalam Beberapa Minggu ke Depan

WHO mengeluarkan peringatan: ada kemungkinan akan lebih banyak kasus hantavirus dalam beberapa minggu mendatang.