M O M S M O N E Y I D
InvesYuk

Review Pasar Keuangan di Kuartal III 2025 yang Masih Suram

Review Pasar Keuangan di Kuartal III 2025 yang Masih Suram
Reporter: Danielisa Putriadita  |  Editor: Danielisa Putriadita


MOMSMONEY.ID - Kuartal III 2025 sudah hampir berakhir, Samuel Kesuma, Chief Investment Officer Equity PT Manulife Aset Manajemen Indonesia memandang kondisi perekonomian global masih akan tersendat bahkan hingga akhir tahun. 

Faktor yang menyebabkan pertumbuhan perekonomian global masih tersendat adalah dinamika implementasi tarif perdagangan. IMF saja dalam proyeksinya bulan Juli lalu memproyeksikan perekonomian global akan tumbuh di kisaran 3%-3,1% . Angka tersebut lebih rendah dibandingkan dengan  rata-rata periode pra pandemi di 3.7%. 

"Meningkatnya tingkat tarif dan risiko fragmentasi peta geopolitik menjadi faktor yang membayangi outlook ekonomi," kata Samuel dalam keterangan tertulis, Kamis (11/9). 

Sementara, dalam jangka pendek, pelaku pasar masih menantikan perkembangan negosiasi tarif AS-China dengan tenggat waktu di November, serta potensi tarif sektoral tambahan dari AS. 

Reaksi bank sentral 

Menghadapi lemahnya momentum pertumbuhan ekonomi di dunia, Samuel melihat saat ini The Fed cukup menghadapi kondisi yang sulit untuk mempertimbangkan keputusan Fed Funds Rate (FFR). 

Baca Juga: Tanda-Tanda Ekonomi Kembali Melemah Berlanjut

Ada tekanan kenaikan inflasi imbas dari tarif, namun di lain pihak sektor tenaga kerja melemah, yang seharusnya “diobati” dengan penurunan suku bunga. 

Namun Samuel memperkirakan dalam waktu dekat ini, pengambilan kebijakan akan lebih berfokus untuk merespons pelemahan sektor tenaga kerja.

Median konsensus Bloomberg memperkirakan FFR dapat turun ke level 3.25% hingga akhir 2026, dan penurunan terdekat mungkin terjadi di bulan September ini juga.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Inovasi Cokelat Rasa Rendang Supaya Bisa Langsung Nendang ke Pasar Global

Upaya Terve Chocolate bisa menembus pasar global dengan menampilkan rasa cokelat yang punya cita rasa Nusantara.

Peringatan Dini BMKG Cuaca Besok (22/10), Hujan Lebat Masih Turun di 4 Provinsi Ini

BMKG memberikan peringatan dini cuaca besok Kamis 22 Oktober 2026 dengan status Siaga hujan sangat lebat dan Waspada hujan lebat di provinsi ini.

Seluruh Wilayah Diprediksi Berawan, Ini Prakiraan Cuaca Jawa Barat Besok (22/7)

BMKG memprakirakan cuaca Jawa Barat didominasi berawan pada Kamis (22/10) dan Jumat (23/10), dengan suhu hingga 38°C.

Melepas Penat di Pulau Dewata, Dari Mendaki Gunung Batur Hingga Melukat di Ubud

Data Airbnb yang menunjukkan, nature dan outdoor menjadi kategori Experience paling populer di Bali.  

Cerah di Semua Wilayah, Cek Cuaca Yogyakarta Besok (22/10)

BMKG memprakirakan seluruh wilayah DIY cerah pada Kamis (22/10). Suhu tertinggi mencapai 33°C di Kota Yogyakarta.  

Ebola Bundibugyo Menyebar di 5 Negara, Afrika dalam Tingkat Kesiapsiagaan Tinggi

Nigeria menjadi negara kelima yang mendeteksi Ebola Bundibugyo sejak wabah penyakit ini dinyatakan terjadi di Republik Demokratik Kongo.

Hujan Ringan Akan Turun di Wilayah Ini, Cek Cuaca Jawa Tengah Besok (22/10) dan Lusa

BMKG memprakirakan cuaca Jawa Tengah didominasi berawan pada Kamis (22/10) dan Jumat (23/10), dengan suhu hingga 36°C.  

Cek Cuaca Sumatera Selatan Besok (22/10) Didominasi Udara Kabur, Suhu Mencapai 37°C

Cuaca Sumatera Selatan besok diprakirakan didominasi udara kabur. Suhu di sejumlah daerah berpotensi mencapai 37°C. Simak prakiraan lengkapnya

Waspada Hujan Petir Wilayah Ini, Cek Cuaca Sumatera Barat Besok (22/10)

BMKG memprakirakan hujan petir di Pasaman Barat pada Kamis (22/10). Sejumlah daerah lain berpotensi hujan ringan dan udara kabur.

Menekan Limbah Tekstil, Setali Indonesia Dorong Pengolahan dan Daur Ulang Pakaian

CEO Setali Indonesia, Gema Minang mengungkapkan bahwa meningkatnya daya beli masyarakat turut mendorong konsumsi pakaian.