M O M S M O N E Y I D
BisnisYuk

Respons Masukan Pelanggan, Produsen Lip Tint Ini Lakukan Repackaging

Reporter: Francisca Bertha Vistika  |  Editor: Francisca bertha


MOMSMONEY.ID – Dunia kecantikan tak hanya soal inovasi formula, tetapi juga mendengarkan dan merespons kebutuhan konsumen. Salah satunya, yang dilakukan MOP Beauty dengan melakukan repackaging produk lip tint AM to PM Colorfast Hypertint.

Langkah ini setelah mendengar masukan pengguna dapat membentuk perbaikan produk yang lebih fungsional.

Kemasan awal Hypertint memang lahir dari visi artistik Tasya Farasya, namun begitu muncul keluhan soal fungsionalitas, pihak brand mengambil langkah nyata

"Repackaging ini menjadi bukti bahwa MOP senantiasa menjembatani brand vision dengan kebutuhan nyata penggunanya, tanpa kompromi pada kualitas," ujar Tasya Farasya, Founder & CEO MOP Beauty, dalam keterangan resmi Senin (7/7).

Langkah ini menunjukkan bahwa estetika saja tidak cukup. Perlu ada evaluasi teknis yang serius untuk mengubah desain menjadi lebih tahan banting dan nyaman digunakan.

Baca Juga: Rahasia Kulit Glowing dari dalam, Minum 5 Morning Drink Ini Saat Perut Kosong

"Setiap masukan pelanggan adalah bagian krusial dari siklus development kami. Hal itu langsung kami terjemahkan menjadi serangkaian uji teknis dan material," jelas Alvia Mahrizka, Head of Product Development MOP Beauty.

Sikap responsif seperti ini penting, terutama dalam produk harian seperti lip tint yang digunakan pagi hingga malam.

Bagi para konsumen, ini bisa menjadi pengingat bahwa masukan yang disampaikan ke brand bukanlah sia-sia. Sementara bagi pelaku industri kecantikan, ini menjadi catatan penting bahwa hubungan dua arah dengan pengguna adalah aset utama untuk membangun kepercayaan dan loyalitas.

Pengalaman MOP menunjukkan, kesempurnaan produk bukan akhir dari proses, tetapi bagian dari perjalanan.

 "Meskipun kami tahu bahwa kesempurnaan adalah sebuah proses, inilah bukti komitmen kami untuk terus menyempurnakan setiap detail demi kepuasan pelanggan," ungkap Alvia. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Perbankan Borong SBN Rp 100 Triliun, Ini Dampak yang Perlu Dicermati

Perbankan net buy Surat Berharga Negara sekitar Rp 100 triliun pada Oktober 2026. Sedangkan BI justru net sell sekitar Rp 33,41 triliun.  

Yield SUN 10 Tahun Tembus 7,7%, Ini Proyeksi Hingga Awal Tahun 2027 Menurut Analis

Tekanan di pasar obligasi domestik diperkirakan masih berlanjut hingga akhir 2026. Yield Surat Utang Negara tenor 10 tahun 7,7% belum puncak.  

Yield SUN 10 Tahun Naik, Risiko Domestik Jadi Tekanan Utama

Yield Surat Utang Negara Indonesia tenor 10 tahun menguat di level 7,63% setelah sempat menyentuh 7,75%, tertinggi dalam empat tahun terakhir.  

Yield SUN di atas 7,5%, Saatnya Investor Akumulasi atau Hindari?

Tekanan terhadap pasar obligasi membuat yield berada di level 7,75%. Apakah momen tepat bagi investor untuk mulai membeli atau justru hindari?

Selain Rasa, Ini yang Perlu Diperhatikan Pelaku UMKM dalam Kembangkan Bisnis Kuliner

​BRIncubator 2026 memberikan pelatihan dan pendampingan bagi UMKM makanan dan minuman untuk memperkuat kemampuan bisnis dan pengelolaan produksi.

Gelagat Asing Keluar dari Pasar SBN Baru-Baru Ini, Apa Penyebabnya?

Investor asing yang sempat masuk sejak awal Oktober, berbalik arah menjual SBN pada pertengahan bulan lalu. Cari tahu pemicunya.

Yield SUN Melonjak, CDS Naik dan Rupiah Loyo, Apa Artinya bagi Pasar?

Pasar obligasi domestik hadapi tekanan di tengah kenaikan Credit Default Swap (CDS), pelemahan rupiah, serta kenaikan yield Surat Utang Negara.

Harga Buyback Emas Hari Ini Mayoritas Turun, Hanya Antam Naik Rp 13.000

Harga buyback emas Antam hari ini menjadi yang tertinggi, menyalip posisi Galeri 24 sebelumnya.     

Cuaca Panas Memengaruhi Pola Konsumsi Listrik, YLKI Ingatkan Hal Ini

​YLKI mengimbau masyarakat menghindari penggunaan stop kontak berlebihan dan segera mengganti kabel atau peralatan listrik yang rusak.

Lansia Masih Bisa Punya Asuransi Kesehatan, Ini Syaratnya

Asuransi kesehatan penting bagi lansia, tetapi terdapat tantangan mendapatkan asuransi pada usia lanjut akibat riwayat penyakit.