MOMSMONEY.ID - Harga emas di pasar global berada pada jalur untuk mencetak kenaikan mingguan, meski kehilangan momentum pada hari ini.
Mengutip Bloomberg, Jumat (6/11), harga emas spot turun 1,1% menjadi US$ 4.042,66 per troi ons pada pukul 11.48 WIB. Meskipun hari ini turun, logam mulia berpeluang mencatatkan kenaikan 5% dalam sepekan. Ini akan menjadi kenaikan mingguan terbesar sejak Agustus.
Reli harga emas terjegal hari ini karena beberapa investor menjual logam mulia untuk menutupi kerugian pada pasar saham.
Penurunan tajam harga saham teknologi AS pada Kamis berlanjut pada perdagangan di pasar Asia hari ini. Pasalnya, para trader mengantisipasi kemenangan Partai Demokrat di Kongres akan memicu regulasi yang menggeser kecerdasan buatan, setelah banyak pemilih menentang pusat data.
Di sisi lain, kekalahan Republik juga memicu permintaan akan obligasi pemerintah sebagai aset berlindung yang aman, sehingga yield turun ke level terendah sejak awal September.
Baca Juga: Harga Emas Antam Hari Ini Jumat (6/11) Naik, Buyback Jadi Rp 2.370.000 per gram
Menurut Christoper Wong, ahli strategi di Oversea-Chinese Banking Corp., ketahanan relatif emas di tengah aksi jual saham yang tajam merupakan hal yang menggembirakan.
"Logam mulia mungkin bertahap mendapatkan kembali daya tariknya sebagai aset aman, meskipun sejauh mana emas dapat bertahan jika pelemahan pasar saham berlanjut akan menjadi ujian penting," katanya mengutip Bloomberg, Jumat (6/11).
Berdasarkan hasil pemilu sela di AS, investor berekspektasi bahwa Demokrat yang akan berkuasa akan mendorong diakhirinya perang Iran, yang menjadi pemicu kenaikan harga energi dan inflasi. Para pedagang juga bertaruh bahwa pemerintahan yang terpecah akan membatasi agenda fiskal Presiden Donald Trump dan membatasi pengeluaran serta pinjaman lebih lanjut.
Hal itu dapat membantu mendinginkan inflasi, memberi Federal Reserve lebih banyak ruang untuk melonggarkan kebijakan moneter. Ini menjadi pendorong bagi emas, yang biasanya diuntungkan saat suku bunga lebih rendah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News