MOMSMONEY.ID - Rekening bersama atau terpisah? Simak cara pasangan mengatur gaji, membagi tagihan, dan menjaga keuangan rumah tangga tetap harmonis.
Mengatur uang setelah menikah bukan cuma soal siapa yang membayar tagihan. Bagi pasangan yang sama-sama bekerja, menggabungkan gaji atau tetap memakai rekening masing-masing bisa menjadi dilema tersendiri.
Ada yang merasa rekening bersama lebih praktis, tetapi ada juga yang ingin tetap punya kebebasan mengatur uang pribadi. Tinggal sesuaikan dengan kebutuhan bersama.
Menariknya, sejumlah penelitian menemukan hubungan antara penggabungan keuangan dan kualitas hubungan pasangan. Lantas, mana yang lebih cocok untuk rumah tangga masa kini?
Penelitian Olson dan rekan-rekan dalam Journal of Consumer Research (2023) menemukan bahwa pasangan yang menggabungkan rekening cenderung mempertahankan kualitas hubungan lebih baik dibandingkan kelompok dengan rekening terpisah.
Baca Juga: 5 Kebiasaan Finansial Charlie Munger untuk Menjaga Kekayaan Tetap Bertumbuh
Rekening bersama punya manfaat, tetapi bukan solusi ajaib
Menggabungkan rekening dapat membuat kondisi keuangan lebih transparan. Pasangan bisa melihat pemasukan, memantau pengeluaran, dan menyusun target bersama, seperti membeli rumah atau menyiapkan dana pendidikan anak.
Melansir dari situs academic.oup, penelitian tersebut mengamati pasangan selama dua tahun dan menemukan bahwa penggabungan rekening berkaitan dengan keselarasan tujuan finansial serta keharmonisan hubungan.
Meski begitu, rekening bersama tidak otomatis membuat rumah tangga bebas konflik. Perbedaan kebiasaan belanja, pendapatan, dan tanggung jawab keluarga tetap perlu dibicarakan secara terbuka.
Rekening terpisah atau gabungan, mana yang lebih cocok?
Ada tiga pola yang bisa dipertimbangkan pasangan sesuai kondisi keuangan masing-masing.
- Rekening bersama penuh. Seluruh pendapatan digabung untuk membayar kebutuhan rumah tangga, menabung, dan mencapai target finansial bersama.
- Rekening terpisah. Masing-masing mengelola gaji sendiri, lalu membagi tagihan sesuai kesepakatan.
- Sistem hibrida. Pasangan memiliki rekening bersama untuk kebutuhan rumah tangga, tetapi tetap menyimpan rekening pribadi.
Melansir dari CNBC, pendekatan ini bisa menjadi pilihan bagi pasangan yang memiliki kebiasaan belanja berbeda.
Bagi pasangan berpenghasilan ganda di Indonesia, sistem hibrida layak dipertimbangkan karena kebutuhan bersama tetap terkelola tanpa menghilangkan kebebasan finansial masing-masing.
Cara membagi gaji agar tidak mudah bertengkar
Supaya pengelolaan uang lebih teratur, pasangan bisa memulainya dengan langkah sederhana berikut.
- Hitung pendapatan bersih masing-masing setiap bulan.
- Catat kebutuhan bersama, mulai dari cicilan rumah, makanan, listrik, hingga transportasi.
- Tentukan kontribusi berdasarkan nominal tetap atau persentase gaji.
- Sisihkan uang untuk dana darurat dan tabungan bersama.
- Tetapkan anggaran pribadi untuk hobi, jajan, dan kebutuhan masing-masing.
- Evaluasi pengeluaran setiap bulan agar anggaran tetap sesuai kondisi.
Jika gaji pasangan berbeda cukup jauh, kontribusi berdasarkan persentase pendapatan bisa menjadi alternatif yang terasa lebih seimbang daripada membagi seluruh tagihan sama rata.
Baca Juga: Mau Menikah Tahun Depan? Begini Tips Menyiapkan Dana Nikah Rp 50 Juta
Hal penting sebelum menggabungkan rekening
Sebelum menentukan sistem keuangan, pasangan sebaiknya membicarakan utang, tanggungan keluarga, target tabungan, dan batas pengeluaran yang perlu disepakati bersama.
Pastikan kedua pihak memahami akses rekening dan memiliki kesempatan yang setara dalam mengambil keputusan. Rekening bersama seharusnya menjadi sarana untuk bekerja sama, bukan alat untuk mengontrol pasangan.
Keterbukaan dan kesepakatan sering kali sama pentingnya dengan pilihan jenis rekening. Karena itu, pasangan perlu rutin membicarakan kondisi keuangan tanpa saling menyalahkan.
Rekening bersama dapat membantu pasangan menyelaraskan tujuan finansial dan membangun keterbukaan. Namun, rekening terpisah juga bisa berjalan baik apabila pembagian tanggung jawab dilakukan secara jelas.
Untuk pasangan yang sama-sama bekerja, sistem hibrida bisa menjadi jalan tengah seperti uang kebutuhan rumah tangga dikelola bersama, sementara uang pribadi tetap berada dalam kendali masing-masing.
Pada akhirnya, bukan jenis rekening yang menentukan keharmonisan rumah tangga, melainkan cara pasangan berkomunikasi, menyusun anggaran, dan mengambil keputusan keuangan bersama.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News