MOMSMONEY.ID - RedDoorz, platform perhotelan dan akomodasi multi-brand di Asia Tenggara, memperkuat kualitas dan pengalaman tamu di seluruh jaringan hotelnya melalui audit berbasis AI, audit mystery checks, ulasan tamu, serta pelatihan untuk staf.
Langkah ini sejalan dengan upaya perusahaan dalam memperluas pemanfaatan teknologi untuk menjaga standar kualitas di seluruh mitra properti agar lebih konsisten dan terukur.
Semua pendekatan tersebut mengacu pada Inspecto, sistem audit properti yang dikembangkan secara internal oleh RedDoorz dan mulai diterapkan sejak tahun 2025. Platform ini memungkinkan tim hotel untuk menjalankan audit secara digital tanpa kertas (paperless) yang fleksibel, mulai dari kebersihan kamar dan kamar mandi, fasilitas dan amenitas, area di sekitar properti, hingga kepatuhan staf terhadap prosedur layanan.
Setiap temuan dalam audit akan otomatis diteruskan ke tim terkait untuk ditindaklanjuti. AI membantu mengelompokkan setiap kasus dan mengarahkannya ke tim yang tepat.
Sebuah temuan baru bisa ditutup setelah tindakan perbaikan selesai dilakukan dan telah diverifikasi. RedDoorz memadukan pemantauan berbasis AI dengan inspeksi dan verifikasi yang dilakukan langsung oleh tim internal. Dengan demikian, teknologi membantu mendeteksi masalah lebih cepat, sementara penilaian operasional dan tindak lanjutnya tetap berada di tangan manusia.
Sepanjang tahun 2026, tim RedDoorz telah melakukan 4.900 audit di lebih dari 1.500 properti menggunakan Inspecto. Audit ini mencakup seluruh portofolio multi-brand perusahaan, yakni RedDoorz, SANS, UrbanView, The Lavana, Sunerra, dan Mitra RedDoorz.
Baca Juga: Berkonsep Urban, Marriot Hotel Gelora Resmi Beroperasi di Dekat Stasiun Palmerah
Sistem ini juga mendukung pelaksanaan mystery audit secara rutin di hotel-hotel yang dikelola langsung oleh perusahaan (company-operated), untuk menilai pelayanan staf, kualitas kamar dan kamar mandi, area umum, serta ketersediaan amenitas yang dijanjikan kepada tamu.
Kualitas harus dapat diukur, ditindaklanjuti, dan konsisten di setiap tahap pengalaman menginap tamu.
“Pemanfaatan AI dan teknologi secara lebih luas membantu kami untuk mengidentifikasi berbagai permasalahan serta pengeluaran utama terkait kualitas, memprediksi dampaknya terhadap pendapatan, dan memastikan setiap masalah terselesaikan dengan penanggung jawab yang jelas serta proses yang transparan,” ujar Nitin Vyas, SVP of Product & Data RedDoorz dalam keterangan tertulis, Selasa (27/10).
Pendekatan ini turut mendorong peningkatan kualitas di seluruh properti yang dikelola langsung oleh RedDoorz, yang saat ini berada di skor 9,2 dari nilai maksimal 10, berdasarkan penilaian oleh para tamu pada aplikasi RedDoorz dan mitra utama online travel agent (OTA).
Menurut RedDoorz, peningkatan tersebut didorong oleh renovasi properti, peningkatan amenitas, penguatan standar keamanan dan operasional, serta pemanfaatan data dan AI yang semakin luas untuk mengidentifikasi aspek kualitas yang dapat ditingkatkan demi pengalaman tamu dan kinerja operasional yang lebih baik.
Ulasan tamu juga terintegrasi ke dalam RedPilot, instrumen berbasis AI yang dikembangkan secara internal oleh RedDoorz untuk membantu para manajer hotel. Ulasan dan temuan audit dapat diubah menjadi peringatan operasional dan tiket tugas bagi staf.
Dengan begitu, masukan yang berulang terkait kebersihan, kondisi kamar, proses check-in, layanan, dan fasilitas dapat menjadi dasar perbaikan properti secara menyeluruh, alih-alih hanya ditangani sebagai keluhan yang berdiri sendiri.
Baca Juga: 7 Days Premium Hotel Bakal Hadir di PIK 2, Bawa Konsep Hotel Pintar
Di luar teknologi, RedDoorz juga terus memperkuat standar layanan melalui pelatihan wajib bagi mitra properti. Sejak 2016, lebih dari 40.000 staf hotel telah mendapatkan pelatihan seputar operasional perhotelan dan standar layanan.
Sementara itu, program peningkatan kompetensi staf versi terbaru yang diluncurkan pada akhir 2025 telah memberikan pelatihan untuk lebih dari 250 staf hingga saat ini.
RedDoorz juga membuktikan komitmennya melalui Assured Stay, layanan tambahan opsional yang memungkinkan tamu mengajukan pengembalian dana sebesar 50% dari harga menginap apabila amenitas yang dijanjikan tidak tersedia atau kondisi kamar tidak sesuai dengan yang ditampilkan saat pemesanan. Klaim tercatat pada kurang dari 2% pemesanan Assured Stay, dan setiap klaim yang telah divalidasi akan langsung ditindaklanjuti dengan langkah perbaikan di properti terkait.
“Dengan memadukan AI dan pengawasan manusia, masukan tamu yang dapat ditindaklanjuti, serta standar layanan yang lebih kuat, kami membangun sistem yang membantu mitra properti mengidentifikasi celah, menangani masalah lebih cepat, dan terus meningkatkan kualitas,” ujar Amit Saberwal, Founder & CEO RedDoorz.
Ke depan, RedDoorz akan terus memperluas pemantauan kualitas berbasis AI, pelatihan staf, standar keselamatan, dan pengawasan operasional guna menghadirkan pengalaman tamu yang lebih konsisten, andal, dan berorientasi pada layanan di seluruh jaringannya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News