MOMSMONEY.ID - Pendidikan tinggi memiliki peran penting dalam mempersiapkan mahasiswa agar siap menghadapi tantangan dunia kerja.
Tak hanya membekali mahasiswa dengan pengetahuan akademik, perguruan tinggi juga perlu memberikan pemahaman mengenai praktik industri, perkembangan profesi, serta kompetensi yang dibutuhkan setelah lulus.
Rektor Binus University Dr. Nelly mengatakan, perkembangan dunia profesi menuntut mahasiswa terus beradaptasi tanpa meninggalkan prinsip integritas.
Menurutnya, pemanfaatan teknologi dapat membantu proses analisis dan pengambilan keputusan. Meski demikian, tanggung jawab profesional, etika, dan akuntabilitas tetap menjadi hal mendasar dalam menjalankan pekerjaan.
Pandangan tersebut sejalan dengan kebutuhan pendidikan tinggi untuk menghasilkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu menghadapi dinamika pekerjaan dan mempertanggungjawabkan keputusan yang diambil.
Baca Juga: Mahasiswa Perlu Bijak Mengelola Keuangan, Hindari Jerat Utang dengan Cara Ini yuk
"Teknologi semakin membantu kita menganalisis informasi, melihat pola, mengidentifikasi risiko, dan mendukung pengambilan keputusan dengan lebih cepat dan tepat," ujar Dr. Nelly di pagelaran CPA Days 2026, awal Oktober lalu di BINUS @Alam Sutera.
"Namun, semakin besar peran teknologi, semakin penting pula satu hal yang tidak boleh berubah. Yakni integritas. Karena itu, kemajuan teknologi harus selalu berjalan bersama dengan etika, standar profesi, akuntabilitas, dan kepercayaan," sebutnya.
Sebelumnya School of Accounting BINUS University bersama Institut Akuntan Publik Indonesia (IAPI) mempertemukan mahasiswa, akademisi, praktisi, pemimpin dunia usaha, dan regulator untuk membahas perkembangan serta tantangan profesi akuntan publik.
Penyelenggaraan CPA Days 2026 juga bertepatan dengan momentum 30 tahun Program Studi Accounting BINUS University. Selama tiga dekade, pendidikan akuntansi terus menghadapi perubahan seiring berkembangnya kebutuhan dunia bisnis, regulasi, dan teknologi.
Baginya salah satu tantangan pendidikan tinggi adalah memastikan materi pembelajaran tetap relevan dengan perkembangan dunia kerja. Kolaborasi dengan organisasi profesi dan praktisi industri dapat membantu menjembatani kebutuhan tersebut.
Baca Juga: Bukan Cuma IPK, Ini 5 Bekal Mahasiswa Baru agar Siap Bersaing di ASEAN
Di samping itu, President of IAPI Tarkosunaryo menekankan pentingnya kolaborasi dengan institusi pendidikan dalam mempersiapkan generasi akuntan berikutnya.
Menurutnya, transformasi profesi akuntan publik membutuhkan sumber daya manusia yang memiliki kompetensi, integritas, dan pertimbangan profesional yang kuat.
Melalui kolaborasi itu, mahasiswa diharapkan dapat memahami kebutuhan profesi secara lebih dekat sekaligus mengenali keterampilan yang perlu dikembangkan untuk mempersiapkan diri memasuki dunia kerja.
Dekan School of Accounting Binus University Prof. Rindang Widuri menyampaikan, talenta akuntansi masa kini tidak cukup hanya memiliki ketelitian dan pemahaman terhadap standar.
Mereka juga perlu mampu bekerja dengan data, memahami perkembangan teknologi, serta menjaga integritas dalam setiap proses pengambilan keputusan.
Melalui CPA Days 2026, Binus University berharap dapat semakin mendekatkan mahasiswa dengan perkembangan nyata profesi sekaligus mempersiapkan mereka menjadi tenaga profesional yang adaptif.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News