M O M S M O N E Y I D
BisnisYuk

Pasar Sewa Properti Terus Tumbuh Positif, Harga Jual Rumah Turun Tipis

Pasar Sewa Properti Terus Tumbuh Positif, Harga Jual Rumah Turun Tipis
Reporter: Danielisa Putriadita  |  Editor: Danielisa Putriadita


MOMSMONEY.ID - Pasar sewa properti terus tumbuh positif, sementara harga jual rumah turun tipis di kuartal pertama tahun ini.

Di tengah tekanan ekonomi saat ini, Pinhome platform layanan properti menangkap data mengenai ketahanan pasar properti Indonesia.

Ternyata, pasar properti nasional menunjukkan stabilitas di tengah dinamika eksternal dan momentum musiman. Segmen menengah dan kecil menjadi penopang saat pasar premium cenderung lebih berhati-hati. 

Di sisi lain, pasar sewa terus tumbuh positif, dengan perkembangan yang cukup pesat di sejumlah kawasan potensial. Hal ini tercermin dari data terbaru Pinhome melalui Pinhome Home Sell Index (PHSI) dan Pinhome Home Rental Index (PHRI) kuartal I 2026 yang menunjukkan ketahanan pasar properti di Indonesia.

Data terbaru Indeks Harga Jual Rumah Nasional pada kuartal I 2026 menunjukkan kondisi relatif stabil dengan penurunan tipis sebesar 0,1% baik secara kuartalan maupun tahunan. Jika dilihat berdasarkan segmen, rumah kecil dan menengah menunjukkan ketahanan yang kuat. 

Rumah tipe ≤54 tumbuh 0,3% dan tipe 121–200 naik 0,5% pada kuartal I 2026 dibandingkan dengan kuartal sebelumnya. Secara tahunan, pertumbuhan bahkan mencapai 1% untuk tipe ≤54 dan 0,6% untuk tipe 55–120. 

“Segmen rumah kecil dan menengah menjadi penopang pertumbuhan pasar, didorong oleh keterjangkauan dan kebutuhan hunian dasar yang menjaga permintaan tetap stabil,” ungkap Dayu Dara Permata, CEO Founder Pinhome, dalam keterangan tertulis, Selasa (5/5). 

Baca Juga: Tabungan Habis Setelah Beli Rumah? Ini Cara Cerdas Balikin Kondisi Finansial

Sementara segmen rumah besar tipe ≥201 mengalami koreksi sebesar 0,5% secara kuartalan dan 0,7% secara tahunan. Penurunan ini mencerminkan kehati-hatian di pasar premium, dipicu oleh ketidakpastian ekonomi global akibat eskalasi ketegangan di Timur Tengah serta faktor cuaca.

Dalam situasi ini, investor cenderung lebih selektif dan menunda pembelian aset bernilai besar.

Indeks Harga Jual Rumah Nasional Kuartal I 2026

  • Jakarta Utara: Cilincing tumbuh +3% untuk Tipe 121–200 diikuti Tipe 55–120 yang naik +2%. Sementara itu, Tanjung Priok stagnan di sebagian besar segmen dengan rumah Tipe ≥201 turun -2%.
  • Jakarta Barat: Tipe ≤54 koreksi -3% di Cengkareng dan Kembangan, serta -2% di Kalideres yang dipengaruhi oleh banjir pada sejumlah wilayah di Jakarta Barat pada awal tahun.
  • Jakarta Pusat: Tipe ≤54 terkoreksi -3% di Johar Baru, sementara Tipe 55–120 dan ≥201 masing-masing turun -2%. Penurunan juga terjadi pada rumah Tipe 55–120 di Cempaka Putih sebesar -2% dan -3% untuk rumah Tipe ≥201 di Kemayoran. Tekanan harga ini akibat aksesibilitas faktor cuaca.
  • Jakarta Timur: Cenderung stabil dengan kenaikan selektif di beberapa wilayah didukung fasilitas transportasi publik. Rumah Tipe ≤54 tumbuh +2% di Cakung sementara di Ciracas, rumah Tipe 121–200 naik +3% dan Tipe ≥201 meningkat +2%.
  • Jakarta Selatan: Cenderung melemah dipengaruhi oleh curah hujan yang memicu banjir di beberapa titik. Di Cilandak, rumah Tipe 121–200 turun -2%, sementara di Jagakarsa, Tipe 55–120 terkoreksi -3%.
  • Bodetabek & Banten: Pergerakan relatif stabil dengan pertumbuhan pada rumah Tipe menengah. Tipe 121–200 mengalami kenaikan harga di Kab. Bekasi (+4%), Kab. Tangerang (+4%), Kota Tangerang Selatan (+3%), Kota Tangerang (+3%), dan Kab. Bogor (+2%). Di Kab. Tangerang, rumah Tipe ≥201 juga tumbuh +4%. Meskipun secara umum stabil, koreksi terbatas terlihat di beberapa wilayah. Di Kota Serang, rumah Tipe 55–120 turun -2%, sementara di Kota Bogor, Tipe ≥201 juga terkoreksi -2%. 

Baca Juga: Membeli Rumah untuk Keluarga Muda, Tak Sekadar Soal Harga

Wilayah lain di Indonesia juga menunjukkan resiliensi pasar dengan beberapa koreksi tipis. Berikut ringkasannya:

  • Jawa Barat: Kota Cimahi naik +3% (Tipe ≥201) didorong konektivitas KA Feeder Whoosh. Sebaliknya, Kab. Bandung turun -2% (Tipe ≥201) serta Kab. Bandung Barat -3% (Tipe 121–200) dan -2% (Tipe ≥201) akibat curah hujan tinggi yang memicu banjir dan longsor. 
  • Jawa Tengah dan D.I. Yogyakarta: Kab. Semarang tumbuh +3% (Tipe ≤54 dan 55–120) berkat akses Tol Bawen–Yogyakarta, namun segmen ≥201 melemah di Kota Surakarta (-2%) dan Kab. Klaten (-3%) akibat pergeseran lalu lintas Tol Jogja–Solo yang mengurangi eksposur kawasan. Namun, lintas Tol ini mendorong wilayah Yogyakarta dengan pertumbuhan relatif stabil dengan kenaikan +2% untuk Tipe 55–120). 
  • Jawa Timur: Stagnan dengan pengecualian Kota Malang yang naik +2% (Tipe ≤54)
  • Bali: Kota Denpasar turun -2% (Tipe ≤54 dan 121–200) seiring meningkatnya kemacetan.
  • Sumatera: Kenaikan +2%  terjadi di Kab. Deli Serdang (Tipe ≥201) dan Kota Pekanbaru (Tipe ≤54). Sementara itu, Lampung turun -2%  (Tipe ≥201) sebagai bentuk penyesuaian pasar
  • Kalimantan: Koreksi -2% di Pontianak (Tipe ≤54), Samarinda (Tipe ≥201), dan Balikpapan (Tipe 121–200) di tengah perlambatan proyek infrastruktur dan penyesuaian anggaran. Sementara itu, Pontianak mencatat kenaikan +2% (Tipe 121–200) didukung oleh pengembangan kawasan waterfront city
  • Sulawesi: Cenderung stagnan di berbagai kota, dengan kenaikan +1% di Kota Makassar (Tipe ≥201)

Baca Juga: Beli Rumah atau Sewa? Acuan Masuk Akal untuk Anak Muda agar Keuangan Aman

Pasar sewa menunjukkan pertumbuhan positif di seluruh kategori bangunan dan tetap menjanjikan meskipun melewati periode Ramadan dan Lebaran. Rumah tipe 55–120 tumbuh 0,8% dan tipe ≤54 naik 0,7% didorong oleh aktivitas perkantoran dan institusi pendidikan.

Pertumbuhan agresif terjadi pada tipe 55-120 (2,6%), diikuti oleh tipe ≥201 (2,3%). Hal ini mencerminkan segmen hunian keluarga pulih dan berkembang seiring dengan sentimen positif dari kawasan ekonomi baru dan pusat pertumbuhan mandiri.

Indeks Harga Sewa Rumah Nasional Kuartal 1 2026

  • Jakarta: Pergerakan terkonsentrasi di area pusat bisnis, didorong oleh pemulihan pasar perkantoran. Jakarta Pusat menjadi motor utama dengan kenaikan signifikan pada Tipe 55–120 (+5%) dan Tipe ≤54 (+3%), sejalan dengan peningkatan okupansi kantor CBD. Jakarta Timur juga mengalami kenaikan pada rumah Tipe ≥201 (+5%) dan Tipe 55–120 (+3%) sebagai alternatif hunian luas dengan akses ke pusat bisnis. Sementara itu, Jakarta Selatan, Jakarta Utara, dan Jakarta Barat cenderung stabil di semua Tipe. 
  • Bodetabek: Di Kota Tangerang, Tipe 55-120 naik +2% dan Tipe ≥201 naik +3%. Sementara di Kota Tangerang Selatan dan Kab. Tangerang, kenaikan tercatat di Tipe ≤54 (+2%) serta 55-120 (+2%). Pertumbuhan kuat di Tangerang Raya ini didorong masifnya ekspansi kawasan komersial dan penetapan BSD sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) yang memicu pembukaan kampus dan rumah sakit internasional. 
  • Bogor, pertumbuhan terpusat di Kabupaten Bogor pada Tipe 55–120 yang naik +3%, mencerminkan pergeseran permintaan ke hunian menengah di wilayah dengan aksesibilitas yang semakin baik.
  • Pasar sewa di beberapa kota di Indonesia juga masih memperlihatkan ketahanan dengan penurunan terbatas. Di Bandung Raya, Kab. Bandung Barat terkoreksi -2% (Tipe ≤54) dan Kabupaten Bandung turun -3% (Tipe ≥201) akibat PHK massal serta risiko banjir dan longsor. 
  • Kota Bandung tetap stabil. Sementara di Semarang, Tipe 55–120 naik +3% seiring kenaikan UMK dan inflasi, namun Tipe ≤54 turun -2%. Di Jawa Timur, Kota Surabaya naik +2% (Tipe ≤54) didorong akses jalan baru. 
  • Malang naik +2% (Tipe ≥201) karena penerimaan mahasiswa, sedangkan Denpasar stabil kecuali Tipe ≤54 yang turun -2% akibat kejenuhan dan kelebihan suplai, dengan permintaan hunian menengah-besar tetap kuat. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Fenomena Hunter’s Moon 26 Oktober 2026, Ini Waktu Terbaik Menyaksikannya

Ada fenomena Bulan Pemburu alias Hunter’s Moon yang akan berlangsung pada Senin malam, 26 Oktober 2026. Catat waktu terbaik menyaksikannya.

Promo Bakmi GM Khusus Pakai Mandiri, Bakmi Special Cuma Rp 15.000 Hari Ini

Dapatkan menu Bakmi Special GM hanya Rp 15.000 dari promo Bakmi GM setiap hari Sabtu dan Minggu khusus pengguna QRIS Movin by Mandiri Taspen.

4 Ciri-Ciri Stres Berat pada Wanita, Salah Satunya Haid Tidak Teratur

Stres berat pada wanita bisa memengaruhi sistem endokrin. Wajib tahu, ini 4 ciri-ciri stres berat pada wanita.

Pendapatan Kreator Spotify Melonjak 90% Lewat Fitur Membership Terbaru

Kreator kini bisa meraup 90% pendapatan dari langganan. Simak syarat lengkap dan cara kerjanya sebelum terlambat!,

Ada Brokoli, Ini 4 Sayuran yang Sebaiknya Tidak Dimasak Terlalu Matang

Beberapa jenis sayuran sangat sensitif terhadap suhu panas tinggi. Berikut 4 sayuran yang sebaiknya tidak dimasak terlalu matang ya.

7 Promo Payday Oktober 2026, Diskon Kuliner Seru dari Subway hingga Richeese

Sambut gajian dengan berburu kuliner favorit lewat promo Payday edisi Oktober 2026. Beli paket makan hemat di Subway, McD, A&W, hingga Richeese.

4 Orang yang Tidak Dianjurkan Minum Air Kelapa, Apakah Anda Termasuk?

Air kelapa ternyata tidak selalu aman untuk dikonsumsi oleh semua orang lo. Inilah 4 orang yang tidak dianjurkan minum air kelapa.

Trik Makan Mangga Tanpa Kambuh Asam Urat: Cek Batas Porsi Aman

Mangga tergolong rendah purin, namun kadar fruktosanya bisa memicu produksi asam urat di hati. Pelajari batas porsi aman agar tidak kambuh.

Hasil French Open 2026: Ubed Capai Final Pertama Super 750, Kalahkan Juara Dunia

Hasil French Open 2026 babak final, Sabtu (24/10), tunggal putra M. Zaki Ubaidillah mencapai partai final pertama level Super 750.

Daftar 7 Film Slice of Life Paling Populer dari Indonesia

Pernah dengar genre slice of life? Ternyata ada beberapa film Indonesia yang memiliki genre tersebut. Ini daftarnya.