MOMSMONEY.ID - Pengguna e-wallet dan QRIS diminta semakin waspada terhadap modus penipuan digital yang kini makin canggih karena memanfaatkan kecerdasan buatan (AI). Di tengah tren transaksi cashless yang terus meningkat, keamanan transaksi digital menjadi perhatian penting.
Bank Indonesia mencatat, transaksi pembayaran digital mencapai 14,82 miliar transaksi pada kuartal I-2026 atau naik 37,69% dibanding periode yang sama tahun lalu. Namun, tingginya penggunaan transaksi digital juga dibarengi meningkatnya ancaman serangan siber.
Data Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) menunjukkan, terdapat 5,2 miliar trafik internet yang berpotensi menjadi jalur serangan siber sepanjang 2025. Pelaku kejahatan siber bahkan disebut mulai memanfaatkan AI agar modus penipuan lebih sulit terdeteksi.
Baca Juga: Nomor Tak Dikenal Sering Telepon? Cek Cara Ampuh Lindungi Diri dari Penipuan Online
Kepala Direktorat Pembelaan Hukum Konsumen OJK Tri Herdianto mengatakan, meningkatnya penggunaan e-wallet dan QRIS membuat penguatan keamanan transaksi digital menjadi semakin penting.
“Kesiapan industri dalam memperkuat keamanan transaksi digital saat ini menjadi sangat krusial,” ujar Tri dalam keterangan resmi Senin (25/5).
Sementara Wakil Ketua Umum II Asosiasi Fintech Indonesia Budi Gandasoebrata menyebutkan, sistem pendeteksi penipuan kini menjadi kebutuhan utama di industri keuangan digital.
“Fraud Detection System atau FDS saat ini bukan lagi sekadar fitur pendukung, melainkan infrastruktur krusial bagi industri keuangan digital,” kata Budi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News