MOMSMONEY.ID - Memasuki kuartal terakhir, para pekerja dihadapkan pada bulan-bulan tanpa tanggal merah dan ritme pekerjaan yang semakin padat. Keinginan untuk liburan sering kali terhalang sisa cuti yang menipis, izin yang sulit disetujui, hingga bujet yang harus ditabung untuk akhir tahun.
Di tengah situasi ini, tren bleisure, gabungan dari business (bisnis) dan leisure (liburan) bisa menjadi celah yang dapat dimanfaatkan pekerja untuk menyegarkan pikiran. Bleisure merupakan tren yang mana pekerja menyelipkan liburan singkat di sela perjalanan dinas.
Tingginya kesadaran work-life balance rupanya membuat tren bleisure ikut naik daun. Berdasarkan laporan Indonesia Tourism Outlook 2025/2026 dari Kementerian Pariwisata, Bank Indonesia, dan Bappenas, mayoritas Gen Z (79%) dan Milenial (67%) memilih tren bleisure dalam perjalanan dinas mereka.
Country Director of Growth Cove, Dian Paskalis, mengatakan generasi muda tersebut menempati porsi terbesar, yakni 44,5% dari keseluruhan pelanggan kamar harian Cove.
"Ini sejalan dengan kebiasaan mereka yang tidak mengotak-ngotakkan berbagai aspek keseharian demi mencapai keseimbangan yang mereka gemari dalam hidup, termasuk dalam berlibur. Karena itu, Cove terus mengedepankan penawaran akomodasi harian yang multifungsi untuk mengakomodasi kebutuhan perjalanan profesional sekaligus liburan,” ujar Dian dalam keterangan tertulis, Jumat (25/9).
Baca Juga: Pengguna Lebih Suka Story Instagram Edukatif Ketimbang Jualan, Pahami Trik Ini!
Cove pun membagikan sejumlah trik bleisure agar liburan tetap berjalan lancar tanpa membuat pekerjaan keteteran:
1. Geser Jadwal Keberangkatan atau Kepulangan
Untuk menghemat pos biaya transportasi, liburan bisa disambungkan langsung dengan jadwal perjalanan dinas. Namun, pastikan rencana ini sudah dikomunikasikan dengan pihak kantor sejak awal.
Bila agenda dinas dimulai hari Senin, majukan keberangkatan ke Jumat malam sebelumnya, atau berangkat di hari Kamis malam jika kantor menerapkan kebijakan WFH di hari Jumat.
Sebaliknya, jika agenda dimulai di tengah Minggu dan berakhir di hari Jumat, tunda kepulangan hingga Minggu malam. Jika jadwal tidak berdekatan dengan akhir pekan, ambil satu atau dua hari cuti tambahan untuk memperpanjang waktu libur.
2. Curi Waktu Setelah Jam Kerja
Manfaatkan waktu luang sebelum atau sesudah agenda kerja di pagi atau malam hari untuk berwisata singkat. Anda bisa berburu kuliner lokal, berjalan-jalan di destinasi terdekat, atau menikmati pemandangan alam setempat guna mendapatkan pengalaman baru yang unik.
Pastikan sudah melakukan riset tentang tempat-tempat yang ingin dikunjungi supaya bisa langsung berangkat setelah jadwal sudah lowong, dan pilih destinasi yang tak terlalu jauh dari tempat bekerja atau penginapan.
3. Pilih Akomodasi yang Mendukung Produktivitas
Pastikan akomodasi dinas memiliki fasilitas penunjang kerja seperti koneksi internet berkecepatan tinggi serta meja dan kursi kerja yang nyaman di dalam kamar, bahkan adanya area co-working. Ini membuat Anda tak perlu mencari kafe terdekat tiap ada kebutuhan pekerjaan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News