MOMSMONEY.ID - Moms, perhatian, mengembangkan karier di industri kreatif kini tak lagi identik dengan hiruk-pikuk gedung pencakar langit kota besar. Tapi cukup dari ponsel saja lo plus ditambah pelatihan yang sesuai. Hal ini bisa dicontoh dari geliat anak muda di salah satu desa.
Di sudut Desa Adiluhur, Kecamatan Adimulyo, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, layar-layar ponsel dan perangkat digital mulai menjadi pintu masuk bagi anak-anak muda lokal untuk meretas peluang usaha, melahirkan karya, hingga mendulang penghasilan mandiri dari tanah kelahiran mereka.
Asa itulah yang terpancar kuat dalam rangkaian Program Aktivasi Desa Kreatif yang diusung Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf). Kehadiran program ini bukan sekadar membawa seperangkat materi pelatihan, melainkan membuka ruang tumbuh yang humanis bagi talenta daerah.
Kisah Yudi menjadi salah satu potret nyata dari denyut perubahan tersebut. Menggeluti profesi sebagai pembuat konten dan afiliator digital dari desa, Yudi memandang Workshop Konten Digital yang digelar Kementerian Ekraf sebagai oasis untuk memperluas cakrawala berpikir sekaligus merajut jaringan antar-pelaku industri.
Baca Juga: Aturan Baru YouTube bagi Kreator Konten: Ini Strategi Tembus 4.000 Jam Tonton
“Mudah-mudahan ke depan ada tingkat selanjutnya karena pelatihan konten digital harus menjangkau materi lebih dalam. Harapannya, bakal ada pelatihan yang lebih advance dan bisa dijembatani untuk bertemu dengan afiliator-afiliator dari Jakarta,” ujar Yudi dalam keterangan yang dikutip, Senin (2/11).
Bagi Yudi dan generasi muda di Adiluhur, menekuni pekerjaan digital bukan sekadar urusan materi. Ada ikatan emosional mendalam di baliknya yaitu keinginan untuk merajut masa depan dan berdaya secara finansial tanpa harus melangkah jauh meninggalkan sang ibu dan kampung halaman.
Pengalaman Yudi menjadi bukti bahwa intervensi teknologi digital dan pendampingan yang tepat mampu meruntuhkan sekat geografis. Kementerian Ekraf menangkap aspirasi tersebut dengan merancang Program Aktivasi Desa Kreatif secara berkelanjutan di 80 desa di seluruh Indonesia. Pendekatannya komprehensif dimulai dari penguatan kapasitas, pendampingan intensif, inkubasi bisnis, hingga fasilitasi akses pasar nasional maupun global.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News