MOMSMONEY.ID - Ajang Maybank Marathon 2026 tak hanya menjadi magnet bagi para pelari, tetapi juga mendatangkan cuan bagi perekonomian Bali. Seperti apa dampak ekonomi dari acara lari?
PT Bank Maybank Indonesia Tbk bersama Katadata Insight Center mengungkapkan hasil studi terbaru mengenai dampak ekonomi dari penyelenggaraan Maybank Marathon 2026 in Partnership with Visa.
Studi tersebut mencatat dampak langsung dari penyelenggaraan Maybank Marathon 2026 terhadap perekonomian Bali mencapai Rp 229,9 miliar, melonjak dari Rp 170,8 miliar pada tahun sebelumnya. Perhitungan dampak ekonomi dalam studi ini didasarkan pada jumlah peserta Maybank Marathon 2026.
Kenaikan dampak ekonomi ini dikontribusi oleh bertambahnya jumlah peserta dan meningkatnya belanja selama berada di Bali. Jumlah pelari mencapai 14.100 orang, tahun sebelumnya hanya 13.600 peserta. Sedangkan rata-rata pengeluaran peserta naik dari Rp 12,5 juta menjadi Rp 16,3 juta per orang.
Kontribusi terbesar datang dari peserta mancanegara. Rata-rata pengeluaran mereka mencapai Rp 40,1 juta per orang, naik dari Rp 27,7 juta pada 2025, dengan rata-rata durasi tinggal hingga sembilan hari di Bali. Sementara durasi tinggal peserta domestik di Bali rata-rata tiga hingga empat hari.
Selain dampak langsung, studi ini juga mengukur efek tidak langsung atau multiplier effect yang menyentuh angka Rp 303,5 miliar, naik 34,6% dari Rp 225,5 miliar pada Maybank Marathon 2025.
Baca Juga: Finish Strong Dimulai Sebelum Garis Start: Tiga Persiapan Penting bagi Pelari
Adapun peningkatan jumlah peserta Maybank Marathon 2026 juga turut menggerakkan usaha lokal yang meraup keuntungan dari penyelenggaraan Maybank Marathon 2026.
Studi mencatat, omzet pelaku usaha di Bali rata-rata melonjak 35% dibanding biasanya, seiring dengan peningkatan jumlah pelanggan sebesar 32% selama acara berlangsung.
Kenaikan jumlah pelanggan tertinggi terjadi di sektor perhotelan sebesar 64%, diikuti oleh restoran/kuliner 41%, transportasi 34%, dan jasa wisata 10%. Selain itu, jumlah karyawan pada pelaku usaha yang disurvei rata rata meningkat sebesar 18% selama penyelenggaraan Maybank Marathon 2026.
Presiden Direktur Maybank Indonesia Steffano Ridwan menuturkan, tren pertumbuhan dampak ekonomi tersebut menunjukkan Maybank Marathon telah berkembang melampaui ajang olahraga.
Menurutnya, pengukuran dampak dilakukan untuk memastikan penyelenggaraan ajang memberikan nilai tambah yang nyata untuk Bali dan masyarakat setempat.
“Temuan ini memperkuat komitmen jangka panjang Maybank Indonesia dalam mewujudkan misi Humanising Financial Services,” tegas Steffano dalam keterangan tertulis, Jumat (9/10).
Baca Juga: Jangan Lupa Download 5 Aplikasi Lari Ini Sebelum Maybank Marathon 2026
“Melalui pengembangan sport tourism yang berkelanjutan, kami ingin Maybank Marathon tumbuh bersama ekosistem ekonomi daerah, memberdayakan komunitas dan memberi manfaat yang semakin luas bagi masyarakat,” ujarnya.
Dampak ekonomi penyelenggaraan Maybank Marathon juga tidak terlepas dari aktivitas pariwisata di Bali. Studi menunjukkan, aktivitas wisata yang dinilai pelaku usaha paling banyak mendorong peningkatan pendapatan adalah wisata kuliner sebesar 56%, diikuti wisata budaya 50% dan wisata belanja 49,3%.
Data ini memperlihatkan, keterkaitan aktivitas pariwisata dengan perputaran ekonomi yang dirasakan pelaku usaha dan UMKM lokal.
Project Director Maybank Marathon 2026 Bambang Irawan menyatakan, pertumbuhan dampak ekonomi seiring dengan upaya menjaga kualitas penyelenggaraan ajang berpredikat Elite Label Road Race dari World Athletics.
“Kepercayaan pelari dibangun melalui konsistensi standar penyelenggaraan mulai dari keselamatan, kenyamanan rute, hingga kelancaran manajemen event,” sebutnya.
“Standar tersebut akan terus kami tingkatkan agar Maybank Marathon terus memberikan pengalaman terbaik bagi peserta sekaligus dampak positif yang semakin luas dirasakan bagi Bali sebagai tuan rumah,” imbuh dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News