MOMSMONEY.ID - Menentukan pilihan setelah lulus SMA bukan perkara mudah bagi setiap siswa. Selain mempertimbangkan minat dan kemampuan, mereka juga perlu mengenali potensi diri serta memiliki gambaran tentang pendidikan lanjutan dan dunia kerja.
Hal ini juga penting bagi siswa penyandang disabilitas yang masih menghadapi keterbatasan akses dan kesempatan.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) dalam Statistik Pendidikan 2024 mencatat, sebanyak 22,17% penyandang disabilitas menyelesaikan pendidikan SMA atau sederajat. Namun, hanya 5,58% yang melanjutkan pendidikan hingga perguruan tinggi.
Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya pendampingan agar siswa disabilitas lebih percaya diri dalam merencanakan masa depan, termasuk menentukan pilihan kuliah dan mengenal peluang karier.
Salah satu upaya yang dilakukan adalah melalui Program Inspire Mentorship dari PT Heinz ABC Indonesia bersama Yayasan Helping Hands (YHH).
Program ini memberikan pendampingan selama tiga bulan dengan melibatkan karyawan ABC Indonesia sebagai mentor bagi pelajar SMA disabilitas.
Baca Juga: Grab Perluas Akses Ekonomi bagi Penyandang Disabilitas, Libatkan Mitra dan UMKM
Sebanyak 10 pelajar disabilitas telah menyelesaikan program tersebut pada November 2026.
Selama pendampingan, peserta mendapat kesempatan berdiskusi dan memperoleh pengalaman praktis untuk membantu mempersiapkan langkah setelah lulus sekolah.
Direktur Yayasan Helping Hands Wendy Kusumowidagdo mengatakan, Program Inspire Mentorship hadir untuk menjawab tantangan minimnya akses dan interaksi anak-anak difabel terhadap dunia profesional.
"Kami sangat mengapresiasi kolaborasi bersama ABC Indonesia, yang kami anggap sebagai champion for inclusion karena kontribusi nyatanya dalam membagikan pengetahuan serta pengalaman praktis yang sangat dibutuhkan untuk membangun rasa keberhargaan diri dan kepercayaan diri anak-anak difabel," tutur Wendy, Kamis (5/11).
People & Performance Director PT Heinz ABC Indonesia Dina Sitopu bilang, pendampingan tersebut menjadi salah satu upaya untuk mendukung siswa disabilitas dalam mengembangkan potensi dan mempersiapkan masa depan.
Menurutnya, peringatan Hari Anak Sedunia menjadi momentum pengingat bahwa anak-anak Indonesia memiliki potensi terbaik yang perlu kita jaga dan kembangkan.
Baca Juga: Alfamidi Gandeng UMKM hingga Pekerja Disabilitas
"Heinz ABC Indonesia secara proaktif mengambil peran melalui program Inspire Mentorship untuk mendukung dan mendampingi anak-anak disabilitas yang tengah membangun mimpi untuk meraih masa depan lebih baik," ujar Dina.
Manfaat pendampingan ini dirasakan Aqsyal Rusli, siswa SLB Pembina Tingkat Nasional, yang berencana melanjutkan kuliah di jurusan Pendidikan Luar Biasa.
Melalui program tersebut, ia mendapat kesempatan berdiskusi dengan mentor, Baiq Rahmi, karyawan ABC Indonesia, untuk mempersiapkan rencana pendidikan lanjutannya.
"Pendampingan ini menambah kepercayaan diri saya, sekaligus menjadi wadah untuk menggali potensi terbaik saya," jelas Aqsyal.
Selain mentoring satu lawan satu, Yayasan Helping Hands juga memiliki program Upskill untuk meningkatkan kemampuan teknologi dan digital serta Internship untuk memberikan pengalaman profesional secara langsung.
Hingga kini, program pendampingan yayasan tersebut telah menjangkau sekitar 1.000 peserta yang terdiri atas siswa difabel dan mentor.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News