MOMSMONEY.ID - Bintik-bintik kecil yang muncul di kulit sering kali dianggap sebagai beruntusan biasa atau jerawat akibat bakteri.
Namun, jika bintik-bintik tersebut tak kunjung hilang meski sudah menggunakan berbagai produk skincare khusus jerawat, bisa jadi itu adalah fungal acne.
Fungal acne sebenarnya bukan jerawat biasa, melainkan infeksi pada folikel rambut yang disebabkan oleh pertumbuhan jamur Malassezia yang berlebih.
Baca Juga: 6 Herbal Alami yang Efektif Menurunkan Kolesterol Tinggi
Berikut adalah ciri-ciri utama fungal acne yang perlu Anda kenali sebagaimana dilansir dari laman C&F.
1. Penyebab Utama
Berbeda dengan jerawat yang disebabkan oleh bakteri P. acnes, fungal acne dipicu oleh ketidakseimbangan jamur Malassezia pada kulit.
Faktor kelembaban, keringat berlebih, dan penggunaan antibiotik tertentu bisa memicu jamur ini tumbuh subur dan menginfeksi folikel rambut.
2. Ukuran yang Seragam
Salah satu ciri paling khas dari fungal acne adalah bentuknya yang monomorfik. Artinya, benjolan-benjolan kecil ini biasanya memiliki ukuran yang hampir sama satu sama lain.
Bentuk fungal acne sering kali menyerupai komedo putih (whiteheads) kecil yang muncul secara berkelompok dalam jumlah banyak.
3. Lokasi Kemunculan
Meskipun bisa muncul di wajah, namun fungal acne lebih sering ditemukan pada area tubuh yang cenderung lembab dan memproduksi banyak keringat.
Adapun area tubuh yang rentan terkena fungal acne adalah sebagai berikut:
- Punggung
- Dada
- Lengan
Baca Juga: 5 Jenis Roti Paling Sehat yang Aman untuk Tekanan Darah
4. Sensasi Gatal
Tidak seperti jerawat biasa yang cenderung terasa sakit atau nyeri saat meradang, fungal acne sering kali disertai dengan rasa gatal yang mengganggu.
Sensasi ini kerap muncul terutama saat kulit sedang dalam kondisi berkeringat atau berada di cuaca panas.
5. Cara Penanganan Khusus
Karena disebabkan oleh jamur, produk jerawat yang mengandung antibiotik tidak akan mempan dan justru bisa memperparah kondisi. Adapun penanganan fungal acne yang tepat meliputi:
- Menggunakan obat oles antijamur (seperti kandungan Ketoconazole, Butenafine, atau Clotrimazole).
- Menghindari pakaian ketat yang memerangkap keringat.
- Menjaga kulit tetap kering dan bersih.
Jika kondisi kulit tidak kunjung membaik setelah dilakukan perawatan mandiri, sangat disarankan untuk segera menemui dokter spesialis kulit guna mendapatkan diagnosis dan resep yang tepat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News