M O M S M O N E Y I D
Bugar

Mengenal Apa Itu Akantosis Nigrikans, Berkaitan dengan Leher Hitam Diabetes?

Penulis: Rezki Wening Hayuningtyas  |  Editor: Rezki Wening Hayuningtyas


MOMSMONEY.ID - Apa itu akantosis nigrikans? Benarkah berkaitan dengan leher hitam diabetes? Simak penjelasannya di sini.

Akantosis nigrikans adalah kondisi kulit yang ditandai dengan perubahan warna kulit yang menjadi lebih gelap, terutama di area lipatan tubuh, seperti leher, ketiak, dan selangkangan.

Pada banyak kasus, kondisi ini sering kali membuat kulit di area tersebut tampak hitam atau kecoklatan, terasa lebih kasar, dan sedikit menebal.

Salah satu gejala akantosis nigrikans yang paling umum adalah munculnya area gelap di sekitar leher, yang sering kali disebut leher hitam. Namun, apakah kondisi ini berkaitan langsung dengan leher hitam diabetes?

Baca Juga: Apa Khasiat Minum Serai untuk Kesehatan Tubuh? Intip 15 Khasiatnya di Sini

Apa itu Akantosis Nigrikans?

Akantosis nigrikans adalah kondisi yang terjadi saat sel-sel kulit tumbuh terlalu cepat, sehingga menyebabkan area kulit tertentu menjadi lebih gelap dan tebal. Kondisi ini disebut hiperpigmentasi dan hiperkeratosis.

  • Hiperpigmentasi adalah peningkatan pigmen di area kulit tertentu, sehingga menjadikan kulit terlihat lebih gelap.
  • Hiperkeratosis adalah penebalan lapisan luar kulit karena produksi keratin yang berlebih.

Penyebab Akantosis Nigrikans

Bersumber dari Medical News Today, beberapa penyebab akantosis nigrikans meliputi:

1. Resistensi Insulin

Kondisi ini sering dialami oleh orang yang mengalami obesitas dan memiliki resistensi insulin, di mana tubuh tidak bisa menggunakan insulin secara efektif. Hal ini dapat berujung pada diabetes tipe 2.

2. Ketidakseimbangan Hormon

Ketidakseimbangan hormon, seperti pada penyakit Addison, sindrom ovarium polikistik (PCOS), atau hipotiroidisme, juga bisa memicu akantosis nigrikans.

Baca Juga: Mau Cepat Kurus? Coba Konsumsi Makanan Pengganti Nasi untuk Diet Berikut Ini

3. Genetik

Akantosis nigrikans bisa diwariskan secara genetik dan muncul sejak lahir atau saat anak-anak. Dalam kasus langka, akantosis nigrikans unilateral atau akantosis nigrikans nevoid, yang hanya muncul di satu sisi tubuh, juga bisa diwarisi.

4. Penggunaan Obat Tertentu

Beberapa obat yang bisa memicu akantosis nigrikans meliputi:

  • Glukokortikoid sistemik
  • Pil kontrasepsi kombinasi
  • Estrogen
  • Terapi hormon pertumbuhan
  • Penghambat protease
  • Dietilstilbestrol
  • Niasin (asam nikotinat)
  • Insulin suntik

Baca Juga: Inilah Makanan Pencegah Kanker Usus Besar yang Dapat Anda Konsumsi

5. Kondisi Autoimun

Penderita lupus, sindrom Sjogren, skleroderma, atau tiroiditis Hashimoto mungkin juga mengalami akantosis nigrikans.

6. Kanker

Walaupun jarang, akantosis nigrikans bisa terkait dengan beberapa jenis kanker seperti kanker lambung, usus besar, hati, payudara, dan ovarium.

Kondisi ini disebut sindrom akantosis nigrikans ganas dan perubahan kulitnya dapat terjadi sebelum, selama, atau setelah kanker berkembang.

Menurut American Academy of Dermatology, beberapa kelompok etnis seperti penduduk asli Amerika, Karibia, Afrika, atau Hispanik memiliki kecenderungan lebih tinggi untuk mengembangkan akantosis nigrikans.

Baca Juga: Cara Minum Cuka Apel untuk Diet, Benarkah Efektif Turunkan BB?

Keterkaitan Akantosis Nigrikans dengan Leher Hitam Diabetes

Penyebab paling umum akantosis nigrikans adalah tingginya kadar insulin dalam darah. Saat kita makan, tubuh mengubah karbohidrat menjadi gula seperti glukosa, yang sebagian digunakan oleh sel-sel tubuh untuk energi dan sisanya disimpan.

Mengutip Healthline, insulin bertugas membantu glukosa masuk ke dalam sel-sel tubuh. Pada orang obesitas, tubuh bisa mengembangkan resistensi insulin. Ini berarti tubuh tidak bisa menggunakan insulin dengan baik meskipun pankreas masih memproduksinya.

Hal ini menyebabkan glukosa dan insulin menumpuk dalam aliran darah dan insulin berlebih ini memicu pertumbuhan sel-sel kulit yang cepat.

Sel-sel baru ini mengandung lebih banyak pigmen (melanin), sehingga kulit terlihat lebih gelap di area tertentu. Dengan demikian, akantosis nigrikans bisa disebut juga sebagai leher hitam diabetes.

Munculnya akantosis nigrikans atau leher hitam diabetes sering menjadi indikator bahwa seseorang berisiko mengalami diabetes di masa mendatang.

Baca Juga: Apakah Makan Singkong Bagus untuk Kesehatan Tubuh? Mari Menilik Faktanya di Sini

Nah, demikianlah ulasan terkait apa itu akantosis nigrikans dan kaitannya dengan leher hitam diabetes. Semoga bermanfaat, ya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Ide Usaha Sepatu Motif Lukisan Yang Sudah Tembus Ekspor

Kementerian UMKM mencatat sudah ada beberapa pelaku usaha level UMKM menekuni usaha sepatu lukis dan sudah menjangkau pasar global.

Ramalan Shio Besok Rabu 21 Oktober 2026: Sabar Hadapi Perbedaan Pendapat

Ramalan shio besok Rabu 21 Oktober 2026, membawa gambaran menarik seputar karier, keuangan, percintaan, dan kesehatan untuk 12 shio. 

Ramalan Zodiak Besok Rabu 21 Oktober 2026, Ada Peluang Baru dan Ujian Emosi

Cek ramalan 12 zodiak besok Rabu 21 Oktober 2026, mulai dari asmara, karier, hingga kesehatan. Simak saran untuk setiap zodiak.

Bawa Tema Sakura, New Balance Sakura Pack Rilis Eksklusif di JD Sports

New Balance Sakura Pack yakni koleksi eksklusif memadukan siluet sneakers New Balance dengan palet warna yang terinspirasi dari bunga sakura.​

Bisnis Toko Kelontong Bisa Terus Tumbuh, Ini Pentingnya Belajar Mengelola Usaha

Melalui Sampoerna Retail Community (SRC), pemilik toko dapat memperoleh wawasan usaha sekaligus bertukar pengalaman dengan sesama pelaku UMKM.

Cuaca Jawa Timur Besok (21/10) Dominan Cerah, Cek Suhu di 38 Wilayah

Prakiraan cuaca Jawa Timur Rabu (21/10) didominasi cerah, sedangkan Kamis (22/10) berawan. Kota Mojokerto mencapai 38°C.

Prakiraan Cuaca DKI Jakarta Rabu (21/10), Jakarta Selatan Terpanas hingga 36°C

BMKG memperkirakan seluruh wilayah DKI Jakarta akan berawan besok, dengan suhu udara berkisar 27 hingga 36 derajat Celsius.​

Dari Kemasan Produk hingga Jamu, Ini yang Bisa Ditemukan di ALLPack Indonesia 2026

ALLPack Indonesia 2026 menghadirkan lebih dari 1.600 peserta pameran dari 42 negara serta lebih dari 65 agenda edukasi dan bisnis. 

Asisten Perjalanan AI Jojo the Rabit Bantu Pilih Paket Konektivitas Untuk Liburan

RoaminRabbit baru saja memperkenalkan Jojo the Rabbit, asisten virtual berbasis AI yang membantu wisatawan menemukan paket eSIM sesuai kebutuhan.

Berikut Kebiasaan Cara Bayar Masyarakat Indonesia, QRIS Paling Sering Digunakan

Laporan dari Xendit menunjukkan bahwa alasan utama konsumen membatalkan pembelian adalah tidak tersedianya metode pembayaran yang mereka inginkan.