MOMSMONEY.ID - Moms jika diperhatikan, semakin banyak saja tempat kebugaran di sekitar kita. Terutama tempat penyewaan lapangan olahraga yang tengah naik daun saat ini. Seperti tempat padel, tenis, pickelball dan olahraga yang tengah tren saat ini.
Yuk mari menakar prospek usaha dari bisnis kebugaraan saat ini.
Maklum saja saat ini menurut pandangan Erwin Halim, Franchise and E-business Consultant kepada KONTAN menyatakan saat ini ada perubahan dalam masyarakat dalam membelanjakan uangnya. Konsumen mungkin menunda pembelian barang tertentu, tetapi sebagian tetap bersedia mengeluarkan uang untuk kegiatan yang memberikan manfaat kesehatan sekaligus pengalaman sosial.
“Nah, olahraga juga menjadi salah satu bentuk rekreasi yang dapat dilakukan secara rutin tanpa harus bepergian jauh,” tukasnya belum lama ini.
Terlihat dari nilai lebih dari olahraga kekinian yang ditawarkan. Misalnya padel menawarkan kombinasi olahraga, hiburan, dan interaksi sosial. Permainannya katanya relatif mudah dipelajari oleh pemula, dapat dimainkan bersama teman atau rekan kerja, dan memiliki unsur kompetisi yang menyenangkan.
Pengalaman tersebut membuat padel menarik bagi masyarakat perkotaan yang ingin berolahraga sekaligus memperluas jaringan sosial.
Media sosial turut mempercepat penyebaran tren. Ketika seseorang mengunggah pengalaman bermain padel atau berlatih di gym, aktivitas tersebut menjadi lebih terlihat dan dapat mendorong orang lain untuk mencoba. Di kalangan tertentu, olahraga juga menjadi bagian dari identitas dan gaya hidup.
Pertumbuhan gym didukung kebutuhan yang berbeda. Masyarakat ingin menjaga berat badan, meningkatkan kebugaran, membangun kekuatan otot, dan memperoleh fasilitas latihan yang mudah diakses. Gym yang buka 24 jam menjawab kebutuhan konsumen dengan jadwal kerja atau aktivitas yang tidak menentu.
Baca Juga: Padel, Tenis, Pilates atau Home Gym, Mana yang Paling Hemat buat Moms?
Namun menurutnya untuk bisa terjun ke bisnis kebugaran tersebut tentu harus disertai dengan pertimbangan yang matang. Sebab di bisnis tersebut tantangan utamanya bukan hanya menarik pelanggan baru, melainkan membuat mereka terus datang dan bersedia membayar. Tren bisa mendatangkan pelanggan, tetapi kualitas layanan, kenyamanan, lokasi, dan harga menentukan apakah pelanggan akan bertahan.
Erwin menyatakan bisnis kebugaran memiliki beberapa sumber pendapatan. Yakni pendapatan dari biaya keanggotaan, pelatih pribadi, kelas kelompok, dan penjualan produk pendukung. Sementara itu, pada bisnis padel atau olahraga permainan lainnya yang butuh lapangan dan fasilitas, pendapatannya dari penyewaan lapangan, pelatihan, turnamen, penyewaan peralatan, serta penjualan makanan dan minuman.
Sedangkan pendapatan dari bisnis pendukungnya adalah seperti penyedia peralatan olahraga, pakaian, aplikasi pemesanan lapangan, sistem keanggotaan digital, jasa pelatih, hingga penyelenggara kompetisi.
Akan tetapi, bisnis yang sedang populer tidak otomatis menguntungkan. Untuk membangun lapangan padel, misalnya, investor harus memperhitungkan biaya lahan atau sewa tempat, pembangunan, pencahayaan, perawatan, tenaga kerja, pemasaran, dan biaya operasional lainnya.
Baca Juga: Selain Bikin Badan Sehat, Ini Alasan Tenis dan Padel Semakin Diminati
Untuk usaha gym memiliki kebutuhan investasi peralatan, pemeliharaan mesin, pendingin ruangan, serta tenaga instruktur.
Faktor yang paling menentukan adalah tingkat utilisasi atau seberapa sering fasilitas digunakan dan berapa besar pendapatan yang dihasilkan dari kapasitas yang tersedia.
Lapangan padel yang ramai pada malam hari tetapi kosong pada siang hari memiliki persoalan utilisasi. Gym yang mempunyai banyak anggota tetapi tingkat pembaruan keanggotaannya rendah juga menghadapi risiko.
Karena itu, investor sebaiknya tidak hanya melihat jumlah fasilitas yang dibangun pesaing. Mereka juga harus menghitung titik impas, arus kas, tingkat keterisian, biaya mendapatkan pelanggan, dan kemungkinan pelanggan memperpanjang keanggotaan. “Saya melihat peluangnya menarik, tetapi investasi harus didasarkan pada perhitungan bisnis, bukan sekadar mengikuti euforia pasar,” tuturnya.
Erwin pun memperkirakan bisnis kebugaran untuk tahun ini hingga tahun depan masih tetapi pertumbuhannya semakin selektif. Pada tahap awal, pasar dapat tumbuh cepat karena konsumen baru mencoba dan investor berlomba membuka fasilitas. Setelah jumlah fasilitas bertambah, persaingan akan meningkat dan pelaku usaha harus lebih serius membangun loyalitas pelanggan.
Jika tren kesehatan, urbanisasi, dan partisipasi olahraga berlanjut, bisnis kebugaran berpotensi tumbuh dalam beberapa tahun ke depan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News