MOMSMONEY.ID - Pendampingan usaha merupakan salah satu upaya untuk bisa mengembangkan bisnis dari usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM). Program tersebut pun banyak dilakoni oleh banyak pihak. Salah satunya adalah dari Kementerian Perdagangan (Kemendag).
Untuk itulah Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso mendorong pelaku UMKM di Nusa Tenggara Barat (NTB) untuk meningkatkan kualitas dan daya saing produk-produk dengan ikut serta dalam program pendampingan UMKM dari Kementerian Perdagangan dan memanfaatkan jaringan perwakilan perdagangan RI untuk menjajaki peluang ekspor.
Ia memaparkan sejumlah upaya Kemendag untuk menyinergikan perluasan pasar produk UMKM di dalam negeri dan membuka peluang ekspor.
“Kemendag terus memperkuat pendampingan UMKM melalui program peningkatan kualitas produk, pengembangan desain kemasan, serta fasilitasi akses pasar. Kemendag juga memperluas pemasaran produk lokal di pasar domestik melalui Program “Pilihan Busan” dan kerja sama dengan asosiasi ritel modern.Kami ajak UMKM di NTB untuk memanfaatkan berbagai fasilitas ini,” kata Busan, sebutan akrab Budi Santoso dalam keterangan, Kamis (5/11).
Baca Juga: Sejumlah Syarat Agar UMKM Bisa Berkiprah Menjadi Penambang
Untuk makin mengintensifkan penjajakan pasar luar negeri, Mendag Budi Santoso menjelaskan bahwa Kemendag memiliki Program UMKM Berani Inovasi, Siap Adaptasi Ekspor (UMKM BISA Ekspor). Melalui program ini, pelaku UMKM di seluruh Indonesia dapat mengikuti penjajakan bisnis secara daring dengan pembeli internasional.
Dalam program ini, Kemendag mengoptimalkan jaringan Atase Perdagangan (Atdag) RI dan Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) di 33 negara. Sepanjang Januari–September 2026, program tersebut telah mencatatkan potensi transaksi sekitar USD 361,5 juta, meningkat dari USD 134,87 juta pada Januari-Desember 2025.
Manfaat fasilitasi Kemendag turut dirasakan Irma Firmana, pemilik Widah Berkah Sejahtera dengan produk Coklat Anakrela. Setelah lolos kurasi Program Pilihan Busan, produknya berkesempatan mengikuti Trade Expo Indonesia 2026 serta memperoleh prospek bisnis dari Malaysia, Jepang, dan Arab Saudi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News