MOMSMONEY.ID - Peluang investasi properti di Indonesia mulai berkembang ke luar Jakarta. Selain kawasan industri, kebutuhan pusat data dan peluang alih fungsi gedung perkantoran juga menjadi sektor yang dicermati di tengah perubahan aktivitas ekonomi dan pembangunan infrastruktur.
JLL Indonesia menilai, Batang, Kendal, dan Semarang di Jawa Tengah berpotensi menjadi pusat pertumbuhan industri baru.
Perkembangan manufaktur dan dukungan infrastruktur turut membuka peluang bagi sektor properti di wilayah tersebut.
"Jakarta tetap menjadi pusat ekonomi utama Indonesia, namun dalam jangka menengah, peluang yang semakin menarik justru terletak pada bagaimana regulasi pemerintah, pembangunan infrastruktur dan investasi membantu membangun ekosistem ekonomi baru di berbagai wilayah lain di negara ini," ungkap Country Head JLL Indonesia, Farazia Basarah dalam keterangan pers, Kamis (22/10).
Baca Juga: Investasi Properti 2026 Masih Menjanjikan tapi Ada Catatannya
Dalam analisisnya, JLL mengidentifikasi tiga peluang di sektor properti. Pertama, kawasan industri dan logistik yang didorong diversifikasi rantai pasok serta relokasi dan ekspansi perusahaan.
Kedua, pusat data yang kebutuhannya meningkat seiring adopsi kecerdasan buatan (AI), investasi komputasi awan, dan kebutuhan lokalisasi data. Ketiga, alih fungsi gedung perkantoran dan ritel yang sudah tua agar sesuai dengan kebutuhan pasar.
Meski peluang properti semakin beragam, JLL menilai pasar kini juga semakin selektif. Investor perlu mencermati lokasi, sektor, dan strategi aset yang memiliki prospek terbaik.
“Ke depan, keberhasilan tidak hanya ditentukan oleh eksposur terhadap kawasan secara luas, tetapi juga oleh kemampuan investor menempatkan modal secara tepat pada koridor, sektor, dan strategi aset yang memiliki prospek terbaik,” ujar Dr. Yang Liang Chua, Head of Research & Advisory for Southeast Asia JLL.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News