M O M S M O N E Y I D
AturUang

Literasi Asuransi Memang Meningkat tapi Polis Masih Sepi Peminat

Reporter: Francisca Bertha Vistika  |  Editor: Francisca bertha


MOMSMONEY.ID - Tingkat pemahaman masyarakat terhadap asuransi meningkat, namun belum sepenuhnya diikuti oleh peningkatan kepemilikan polis oleh publik. 

Indonesia Financial Group (IFG) menilai, fenomena ini sebagai tantangan penting bagi industri asuransi nasional dalam mewujudkan perlindungan keuangan yang lebih merata.

Data dari IFG Progress menunjukkan, tingkat literasi asuransi masyarakat Indonesia pada 2025 mencapai 45,45%. Namun, inklusi atau kepemilikan produk asuransi masih tertahan di 28,5%.

Ini menunjukkan, meskipun makin banyak orang yang tahu tentang asuransi, belum banyak yang memutuskan membeli.

Sekretaris Perusahaan IFG Denny S. Adji mengatakan, literasi publik merupakan fondasi dari sistem keuangan yang sehat dan terintegrasi.

"Industri asuransi kini memikul peran strategis sebagai instrumen keuangan yang memberikan perlindungan terhadap risiko. Integrasi kebijakan, pengawasan adaptif, dan literasi publik menjadi pondasi ekosistem terintegrasi," jelas Denny dalam keterangan tertulis Rabu (6/9). 

Baca Juga: Pentingnya Perlindungan Jiwa dan Kesehatan Sebelum Studi ke Eropa Salah satu penyebab rendahnya minat beli adalah kurangnya pemahaman menyeluruh terhadap manfaat produk.

Banyak masyarakat yang menganggap asuransi sebagai biaya tambahan, bukan alat perlindungan, atau bahkan mengira asuransi hanya relevan untuk kalangan tertentu.

Padahal, asuransi bisa diakses lebih luas. Saat ini, sudah banyak produk mikro dengan premi terjangkau yang ditawarkan melalui kanal digital. 

Namun, tanpa pemahaman dasar yang kuat, masyarakat cenderung menunda pembelian, atau memilih produk tanpa mempertimbangkan manfaat jangka panjangnya.

IFG juga mencermati, di tengah tekanan ekonomi dan kenaikan biaya hidup, masyarakat justru semakin rentan terhadap risiko keuangan. 

Baca Juga: Cara Melindungi Keluarga dari Risiko dengan Asuransi Jiwa dan Penyakit Kritis

Tanpa asuransi, risiko sakit, kecelakaan, atau kehilangan pendapatan bisa berdampak besar terhadap stabilitas keuangan rumah tangga.

Untuk itu, Denny menekankan pentingnya reformasi menyeluruh dalam pendekatan industri asuransi.

"Di tengah tekanan eksternal dan domestik, industri asuransi perlu menata ulang pendekatan bisnis dengan menempatkan tata kelola, inovasi, dan integrasi sebagai fondasi utama," ujarnya.

Dengan literasi yang terus meningkat dan produk yang makin beragam, IFG optimistis, pertumbuhan inklusi asuransi dapat dikejar pada tahun-tahun mendatang.

Kuncinya adalah menjadikan asuransi sebagai bagian dari kebutuhan finansial dasar masyarakat, bukan pilihan tambahan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Dari Shanghai ke Jakarta, M Stand Bawa Gaya Ngopi Baru

F&B ID menghadirkan M Stand asal Shanghai ke Indonesia dengan menawarkan specialty coffee di segmen harga menengah.  

Tren Gaya Hidup Wellness Kembali Beri Ruang bagi Produk Obat Bahan Alam

Tren gaya hidup wellness mendorong kemunculan produk obat bahan alam untuk keseharian masyarakat.              

Sudah Bikin Banyak Konten tapi Sepi? Ini yang Bisa Dipelajari

Konten yang belum ramai bukan berarti prosesnya sia-sia. Pengalaman Voice of Baceprot menunjukkan pentingnya konsistensi dan keberanian eksplorasi

Cuaca Akhir Pekan di Jawa Barat Banyak Berawan, Cek Daerah yang Berpotensi Hujan

BMKG memprakirakan cuaca Jawa Barat Sabtu-Minggu didominasi berawan, dengan suhu mencapai 34°C di sejumlah wilayah  

Akhir Pekan Mau Jalan-Jalan? Yuk, Cek Prakiraan Cuaca Jawa Tengah Besok dan Lusa

BMKG memprakirakan cuaca besok di Jawa Tengah pada Sabtu-Minggu bervariasi, dengan cerah mendominasi Minggu dan suhu mencapai 35°C.

CIMB Niaga Gelar Kejar Mimpi FEST 2026, Angkat Tema Berani Tersesat

Perjalanan mengejar mimpi tak selalu lurus. Kejar Mimpi FEST 2026 mengajak generasi muda berani mencoba, gagal, dan menemukan arah.

Akhir Pekan Jawa Timur Cerah! Cek Prakiraan Cuaca Besok (2/10) dan Minggu

BMKG memprakirakan cuaca besok di Jawa Timur pada Sabtu-Minggu didominasi cerah, dengan suhu udara mencapai 37 derajat Celsius.

Kurs Rupiah terhadap Dolar AS Masih Fluktuatif, Ini Proyeksi Hingga Akhir Tahun

Rupiah masih bergerak di sekitar Rp18.000 per dolar AS. Ekonom menyebut tekanan global jadi pemicu utamanya.

Waspada Hujan Petir di Wilayah ini, Cek Cuaca Sumatera Selatan Besok (3/10) dan Lusa

BMKG memprakirakan hujan ringan mendominasi Sumatera Selatan besok, hujan petir berpotensi terjadi di Pagar Alam. Simak prakiraan lengkapnya  

Prakiraan Cuaca Sumatera Utara Besok (3/10) Didominasi Hujan, Cek Rincian Cuaca Lusa

BMKG memprakirakan hujan ringan mendominasi Sumatera Utara besok, sedangkan lusa cuaca diprakirakan lebih banyak berawan.