MOMSMONEY.ID - HP Samsung Galaxy A57 5G meluncur bersama layar AMOLED 6,7 inci yang cerah serta performa andal untuk penggunaan sehari-hari. Ia memiliki ketebalan 6,9 mm dan berat hanya 179 gram, kombinasi yang mengesankan mengingat ukuran layarnya yang besar.
Cam Bunton, pengamat gadget dari Trustedreviews.com memaparkan bahwa bagian depan maupun belakangnya dilapisi dengan Gorilla Glass Victus+. Bagian belakang yang gelap dan mengilap berpadu apik dengan area kamera yang memiliki sentuhan akhir frosted dan agak transparan, membuatnya tampak lebih menarik dibandingkan seri Galaxy S yang lebih mahal.
Namun, lapisan akhir yang gelap dan mengilap di bagian belakang sangat mudah meninggalkan bekas sidik jari. Sekali sentuh saja, noda bekas jari akan langsung terlihat.
Baca Juga: Sistem iOS 27 Beta Bocorkan Enam iPhone Baru Sekaligus, Ada iPhone Lipat
Layar AMOLED 6,7 inci dengan refresh tinggi 120Hz
Sama halnya dengan desain dan kualitas pembuatannya, layar menjadi salah satu keunggulan utama A57. Tingkat kecerahannya memang tidak setinggi seri S26, namun layarnya tetap sangat terang, tajam, dan kaya warna.
Ukuran layarnya yang mencapai 6,7 inci dan turut memberikan pengalaman visual yang memuaskan. Kelemahan yang ada hanya terlihat pada aspek tertentu.
Sebagai contoh, layar ini mendukung refresh rate 120Hz yang tampilannya sangat mulus saat menampilkan animasi cepat. Namun karena bukan panel LTPO, layar ini tidak bisa menyesuaikan refresh rate secara dinamis dalam peningkatan kecil sebesar 1Hz seperti pada ponsel kelas atas.
Anda mungkin tidak akan menyadarinya saat menonton video atau bermain game. Tetapi, Anda akan melihatnya saat beralih dengan cepat dari halaman ke halaman lain.
Misalnya, saat mengusap layar dengan cepat untuk kembali ke layar utama dari halaman peramban. Saat beralih dari kondisi diam ke gerakan, layar sering kali mengalami sedikit frame drop dan animasi yang tersendat-sendat.
Absennya fitur refresh rate yang sangat adaptif ini juga memengaruhi daya tahan baterai. Berbeda dengan model yang lebih premium, ponsel ini tidak menggunakan sensor ultrasonik, melainkan sensor optik.
Proses pengaturannya memakan waktu yang relatif lama, Anda harus menempelkan jari selama satu atau dua detik agar sidik jari terbaca.
Tawarkan pembaruan sistem operasi (OS) selama enam tahun
Antarmuka One UI 8.5 pada ponsel ini pada dasarnya sama dengan yang ada pada seri Galaxy S26. Ini mencakup sejumlah fitur AI yang terintegrasi dalam aplikasi seperti Galeri atau memanfaatkan Bixby untuk mengubah pengaturan ponsel.
Namun, ponsel ini memang tidak memiliki beberapa fitur yang membutuhkan daya komputasi lebih tinggi. Sebagai contoh, Anda tidak akan mendapatkan DeX atau antarmuka ala desktop dari Samsung untuk monitor eksternal.
Fitur AI berskala sistem yang lebih proaktif dan menyeluruh juga absen. Perusahaan menawarkan pembaruan sistem operasi (OS) selama enam tahun.
Performa baik, tapi kesulitan dalam pemrosesan HDR
Kualitas hasil kamera ini kemungkinan besar bergantung pada kapan dan kondisi saat memotret. Saat berada di luar ruangan dengan cahaya terang, kamera ini mampu menghasilkan foto yang tajam, cerah, dan warna yang kaya.
Proses pemrosesan gambarnya sedikit meningkatkan ketajaman dan kontras agar gambar terlihat lebih mencolok di layar. Gambar terkadang tampak overexposed, khususnya pada bagian gambar yang lebih terang.
Kamera utama terkadang juga kesulitan menghadapi situasi backlight yang kuat, di mana HDR perlu bekerja. Hasilnya, objek di latar depan yang berada dalam bayangan sering kali terlihat agak terlalu gelap.
Selain itu, ada kalanya area bayangan pada pemandangan dalam ruangan yang kurang pencahayaan terlihat agak berbintik dan memiliki noise. Salah satu kelebihannya adalah sensor utamanya cukup besar dan memiliki kepadatan piksel yang tinggi.
Sehingga, Anda bisa melakukan zoom 2x dan tetap mendapatkan gambar yang cukup bagus tanpa terlihat jelas kehilangan ketajaman. Hal ini sedikit mengimbangi ketiadaan kamera zoom.
Namun jika dibandingkan langsung dengan Galaxy S26 yang memiliki kamera zoom 3x, A57 memang kewalahan saat melakukan zoom lebih dari 2x. Kualitas gambar menurun drastis begitu melebihi batas zoom 2x.
Pada malam hari, penggunaan mode malam khusus dapat menghasilkan foto yang terang dan tajam. Kamera utamanya jelas lebih unggul dibandingkan kamera ultra-wide yang terkadang kesulitan mempertahankan detail pada bagian gambar yang lebih terang.
Baca Juga: iPhone 17 Upgrade Kamera Ultra-wide 48MP dan Fitur Dual Capture Kini Tersedia
Absennya fitur perekaman 4K pada 60fps terasa agak mengecewakan. Merekam 4K pada 30fps memang lumayan, namun pengguna sering mendapati hasil rekamannya agak berbintik (grainy) serta kurang tajam.
Terutama saat menggeser kamera pada sebuah adegan, terlihat adanya sedikit patah-patah dan efek yang menyerupai rolling shutter. Harus beralih ke resolusi 1080p demi mendapatkan 60fps. Sekian fitur keren dari HP Samsung Galaxy A57.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News