M O M S M O N E Y I D
Santai

Komnas KIPI: Tidak Ada Efek Samping TTS Akibat Vaksin AstraZeneca di Indonesia

Reporter: Lidya Yuniartha  |  Editor: Lidya Yuniartha


MOMSMONEY.ID - Efek samping dari vaksin Covid-19 AstraZeneca kembali menjadi pembicaraan, lantaran disebut bisa memicu efek samping thrombosis thrombocytopenia syndrome (TTS).

Meski begitu, Komisi Nasional Pengkajian dan Penanggulangan Kejadian Ikutan Pasca-Imunisasi (Komnas PP KIPI) memastikan bahwa tidak ada kejadian sindrom trombosis dengan trombositopenia atau TTS setelah pemakaian vaksin Covid-19 AstraZeneca di Indonesia. 

Ketua Komnas PP KIPI Hinky Hindra Irawan Satari mengatakan, hal ini berdasarkan surveilans aktif dan pasif yang sampai saat ini masih dilakukan oleh Komnas KIPI.

“Keamanan dan manfaat sebuah vaksin sudah melalui berbagai tahapan uji klinis, mulaiuji klini tahap 1, 2, 3 dan 4 termasuk vaksin Covid-19 yang melibatkan jutaan orang, sampai dikeluarkannya izin edar. Dan pemantauan terhadap keamanan vaksin masih terus dilakukan setelah vaksin beredar,” kata Hinky dalam keterangan tertulis yang dikutip dari situs Kemenkes, Jumat (3/5).

Dia juga menerangkan, sesuai rekomendasi Badan Kesehatan Dunia (WHO), Komnas KIPI bersama Kementerian Kesehatan dan BPOM melakukan surveilans aktif terhadap berbagai macam gejala atau penyakit yang dicurigai ada keterkaitan dengan vaksin Covid-19 termasuk TTS. Survei dilakukan di 14 rumah sakit di 7 provinsi yang memenuhi kriteria selama lebih dari satu tahun.

“Kami amati dari Maret 2021 sampai Juli 2022. Kami lanjutkan lebih dari setahun karena tidak ada gejalanya, jadi kami lanjutkan beberapa bulan untuk juga supaya memenuhi kebutuhan jumlah sampel yang dibutuhkan untuk menyatakan ada atau tidak ada keterkaitan. Sampai kami perpanjang juga tidak ada TTS pada AstraZeneca,” jelas Hinky.

Baca Juga: Susu Kedelai untuk Asam Lambung, Cek Juga Susu Lainnya yang Aman untuk GERD

Adapun, Indonesia merupakan negara dengan peringkat keempat terbesar di dunia yang melakukan vaksinasi Covid-19. Ada 453 juta dosis vaksin telah disuntikkan ke masyarakat Indonesia, dan 70 juta dosis di antaranya adalah vaksin AstraZeneca.

Setelah surveilans aktif selesai, Komnas KIPI tetap melakukan surveilans pasif hingga hari ini. Berdasarkan laporan yang masuk, tidak ditemukan laporan kasus TTS.

TTS merupakan penyakit yang menyebabkan penderita mengalami pembekuan darah serta trombosit darah yang rendah. Kasusnya sangat jarang terjadi di masyarakat, tapi bisa menyebabkan gejala yang serius.

“Kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI) bila ditemukan penyakit atau gejala antara 4 sampai 42 hari setelah vaksin disuntikkan. Kalaupun saat ini ditemukan kasus TTS di Indonesia, ya pasti bukan karena vaksin Covid-19 karena sudah lewat rentang waktu kejadianya,” jelas Hinky.

Dia melanjutkan, trombosis atau pembuluh darah membeku, bila terjadi di otak akan muncul gejala pusing, di saluran cerna akan mual, dan di kaki akan pegal.

“Kalau jumlah trombositnya menurun, ada perdarahan, biru biru di tempat suntikan, ya, itu terjadi, tapi 4 hari-42 hari setelah vaksin. Kalau sekarang terjadi, ya, kemungkinan besar terjadi karena penyebab lain, bukan karena vaksin,” tambah Hinky.

Dia juga mengatakan masyarakat masih bisa melaporkan kejadian ikutan pasca-imunisasi atau KIPI kepada Komnas KIPI melalui puskesmas terdekat. Menurutnya, puskesmas sudah terlatih, yang seterusnya akan dilakukan investigasi, anamnesis, dan rujukan ke RS untuk akhirnya dikaji Pokja KIPI dan dikeluarkan rekomendasi berdasarkan bukti yang ada.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Pengusaha Kecil pun Sudah Adaptasi dengan AI dalam Kegiatan Bisnis

Di Indonesia, pengusaha kecil dan menengah sudah adaptasi dengan artificial intelligence atau AI dalam kegiatan bisnisnya. 

Penggunaan Produk Herbal dalam Kebutuhan Tumbuh Kembang Anak juga Penting, lo

Buat para Moms, penggunaan produk herbal dalam kebutuhan tumbuh kembang anak juga sangatlah penting lo.

Ramalan Zodiak Besok Kamis 14 Mei 2026, Aries Panen Hasil hingga Pisces Emosional

Cek ramalan zodiak lengkap besok Kamis 14 Mei 2026, mulai Aries hingga Pisces soal cinta, karier, keuangan, dan kesehatan.​

Jaga Kualitas Udara Rumah, Ini Solusi Azko untuk Kesehatan Keluarga

Azko luncurkan Norium, air purifier unik dengan lampu LED dan fitur sterilizer. Teknologi ion plasma yang menjaga udara higienis.

Jangan Asal Praktis, Herbalife Ingatkan Pentingnya Sarapan Bergizi Seimbang

​Herbalife kembali mengingatkan pentingnya sarapan sehat sebagai langkah sederhana untuk menjaga energi dan produktivitas sehari-hari.

4 Bahaya Makan Mie Instan Terlalu Sering, Hipertensi dan Obesitas Mengintai

Kenikmatan mie instan bisa berujung bahaya. Berikut 4 bahaya makan mie instan terlalu sering yang wajib Anda ketahui.

Prakiraan Cuaca Besok (14/5) dan Lusa di DKI Jakarta, Hujan Turun di Daerah Ini

BMKG memperkirakan cuaca besok di wilayah DKI Jakarta akan didominasi cuaca cerah, sedangkan lusa akan didominasi hujan ringan.

Musim Pancaroba Bikin Tubuh Rentan Sakit, Ini Tips Jaga Imun dari Dokter

Perubahan cuaca ekstrem saat musim pancaroba membuat tubuh lebih rentan terserang penyakit.​ Simak tips menjaga imun dari dokter berikut ini!

Reli Pasar Terjegal, Ini Kripto yang Bertahan di 5 Kripto Top Gainers

Di pasar yang sedang terkoreksi, Injective (INJ) justru menanjak 21% dan menduduki puncak kripto top gainers 24 jam terakhir.

Prakiraan Cuaca Jawa Timur Besok Kamis (14/5), Hampir Semua Kota Berawan

BMKG memprakirakan cuaca Jawa Timur besok, Kamis (14/5), hampir merata berawan dan sebagian  udara kabur.