M O M S M O N E Y I D
Santai

Kini Beli Ban Goodyear Bisa Lewat E-Commerce

Reporter: Danielisa Putriadita  |  Editor: Danielisa Putriadita


MOMSMONEY.ID - Goodyear Indonesia memperluas jangkauan pasar dengan meluncurkan toko online resmi Goodyear Autocare di dua platform e-commerce, Shopee dan Lazada. Sebagai pabrik ban pertama yang memiliki official store di Shopee dan Lazada ini  merupakan langkah berkelanjutan dan konsisten dalam menghadirkan kemudahan berbelanja bagi pelanggan di era digital yang berkembang pesat.

Peluncuran toko online di Shopee dan Lazada ini merupakan langkah lanjutan dalam memperluas area pemasaran ban Goodyear, setelah sebelumnya, Goodyear Indonesia memperkenalkan Goodyear Autocare di Tokopedia dan layanan eXpressTyre. 

Para pelanggan sekarang dapat dengan mudah menemukan dan membeli berbagai produk ban premium Goodyear dengan lebih cepat dan nyaman melalui platform e-commerce yang mereka sukai.

"Misi Goodyear Indonesia dalam digitalisasi yaitu lebih mendengar kebutuhan konsumen melalui penjualan online," kata Iman Santoso, Presiden Direktur Goodyear Indonesia. 

Imam melihat dan memahami ada perubahan perilaku konsumen sejalan dengan perkembangan teknologi, oleh karena itu, Goodyear terus mengembangkan strategi pemasaran dengan fokus pada efisiensi dan kemudahan bagi konsumen dari era digitalisasi. 

Peluncuran toko online Goodyear di Shopee dan Lazada juga menjadi bagian dari National Sales Conference 2024 di akhir Mei 2024 dengan tema "Let’s be Ready for Anything. Imam berharap langkah ini dapat menjangkau lebih banyak konsumen di seluruh Indonesia. 

"Kami akan terus berusaha untuk berkolaborasi dengan platform e-commerce dan menyediakan layanan yang sesuai dengan kebutuhan konsumen," kata Imam dalam keterangan tertulis. 

Baca Juga: Tawarkan Solusi Otomotif, Goodyear Indonesia Berkolaborasi dengan B-Quik Indonesia

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Perbankan Borong SBN Rp 100 Triliun, Ini Dampak yang Perlu Dicermati

Perbankan net buy Surat Berharga Negara sekitar Rp 100 triliun pada Oktober 2026. Sedangkan BI justru net sell sekitar Rp 33,41 triliun.  

Yield SUN 10 Tahun Tembus 7,7%, Ini Proyeksi Hingga Awal Tahun 2027 Menurut Analis

Tekanan di pasar obligasi domestik diperkirakan masih berlanjut hingga akhir 2026. Yield Surat Utang Negara tenor 10 tahun 7,7% belum puncak.  

Yield SUN 10 Tahun Naik, Risiko Domestik Jadi Tekanan Utama

Yield Surat Utang Negara Indonesia tenor 10 tahun menguat di level 7,63% setelah sempat menyentuh 7,75%, tertinggi dalam empat tahun terakhir.  

Yield SUN di atas 7,5%, Saatnya Investor Akumulasi atau Hindari?

Tekanan terhadap pasar obligasi membuat yield berada di level 7,75%. Apakah momen tepat bagi investor untuk mulai membeli atau justru hindari?

Selain Rasa, Ini yang Perlu Diperhatikan Pelaku UMKM dalam Kembangkan Bisnis Kuliner

​BRIncubator 2026 memberikan pelatihan dan pendampingan bagi UMKM makanan dan minuman untuk memperkuat kemampuan bisnis dan pengelolaan produksi.

Gelagat Asing Keluar dari Pasar SBN Baru-Baru Ini, Apa Penyebabnya?

Investor asing yang sempat masuk sejak awal Oktober, berbalik arah menjual SBN pada pertengahan bulan lalu. Cari tahu pemicunya.

Yield SUN Melonjak, CDS Naik dan Rupiah Loyo, Apa Artinya bagi Pasar?

Pasar obligasi domestik hadapi tekanan di tengah kenaikan Credit Default Swap (CDS), pelemahan rupiah, serta kenaikan yield Surat Utang Negara.

Harga Buyback Emas Hari Ini Mayoritas Turun, Hanya Antam Naik Rp 13.000

Harga buyback emas Antam hari ini menjadi yang tertinggi, menyalip posisi Galeri 24 sebelumnya.     

Cuaca Panas Memengaruhi Pola Konsumsi Listrik, YLKI Ingatkan Hal Ini

​YLKI mengimbau masyarakat menghindari penggunaan stop kontak berlebihan dan segera mengganti kabel atau peralatan listrik yang rusak.

Lansia Masih Bisa Punya Asuransi Kesehatan, Ini Syaratnya

Asuransi kesehatan penting bagi lansia, tetapi terdapat tantangan mendapatkan asuransi pada usia lanjut akibat riwayat penyakit.