M O M S M O N E Y I D
Bugar

Khasiat Daun Pepaya untuk Asam Lambung, Cek Daftar Daun Lainnya di Sini

Penulis: Rezki Wening Hayuningtyas  |  Editor: Rezki Wening Hayuningtyas


MOMSMONEY.ID - Daun pepaya kerap menjadi lalapan pelengkap di Indonesia. Tahukah, ternyata daun pepaya punya banyak manfaat untuk kesehatan, termasuk untuk mengatasi asam lambung. Namun, mungkin belum banyak yang tahu tentang khasiat daun pepaya untuk asam lambung. Untuk itu, Momsmoney akan mengulasnya lebih dalam berikut ini.

Daun pepaya mengandung sejumlah enzim, seperti papain dan chymopapain, yang memiliki sifat anti-inflamasi dan dapat membantu mengurangi peradangan di lambung.

Enzim ini juga membantu memecah protein dan memfasilitasi proses pencernaan yang lebih efisien, sehingga mengurangi beban kerja lambung dan meminimalisir risiko asam lambung yang naik.

Baca Juga: Macam-macam Makanan Tinggi Purin, Penderita Asam Urat Wajib Hindari!

Selain itu, daun pepaya dikenal dapat meningkatkan sekresi asam klorida dalam lambung yang membantu dalam proses pencernaan makanan secara lebih efektif.

Namun, penting untuk dicatat bahwa penelitian lebih lanjut masih diperlukan untuk menentukan dosis tepat penggunaan ekstrak daun pepaya untuk mengurangi asam lambung.

Meski begitu, Anda dapat mengonsumsi ekstrak daun pepaya dengan batas yang wajar, tidak lebih dari 5 hari. Perlu diingat bahwa konsumsi berlebihan daun pepaya dapat menyebabkan efek samping seperti mual dan muntah.

Baca Juga: Menilik Manfaat Labu Siam untuk Asam Lambung yang Jarang Diketahui

Selain daun pepaya, ada beberapa jenis daun lainnya yang diketahui memiliki manfaat bagi penderita asam lambung. Melansir dari Alodokter, berikut adalah beberapa daun untuk mengatasi asam lambung:

1. Daun Kemangi

Daun kemangi memiliki kandungan antioksidan dan serat yang membantu menurunkan asam lambung dan meningkatkan produksi lendir pelindung di dinding lambung. Anda bisa membuat teh dari 2-3 lembar daun kemangi yang direbus, atau mengonsumsi daun ini sebagai lalapan.

Namun, bagi yang memiliki masalah pendarahan, perlu berhati-hati karena kemangi dapat mempengaruhi tekanan darah dan pembekuan darah.

2. Daun Mint

Daun mint dapat membantu meredakan gangguan pencernaan dan asam lambung tinggi karena kandungan seratnya yang mendukung kinerja pencernaan.

Anda bisa membuat teh dari daun mint dengan merebus satu genggam daun dalam 2 gelas air selama 5 menit, kemudian saring dan tuangkan ke dalam cangkir. Teh ini bisa dikonsumsi dua kali sehari.

Baca Juga: Segar dan Aman Dikonsumsi, Ini Pilihan Jus yang Baik untuk Asam Lambung

3. Daun Sirih

Daun sirih lama digunakan dalam pengobatan tradisional untuk mengurangi asam lambung berkat kandungan antioksidannya. Anda bisa mengunyah satu lembar daun sirih sehari. Namun, konsumsi berlebihan dapat menyebabkan iritasi gusi dan kaku pada rahang.

4. Daun Kelor

Daun kelor juga dikenal efektif untuk mengobati gejala asam lambung tinggi karena sifat antioksidan dan anti-inflamasi. Anda bisa menyeduh daun kelor sebagai teh, dengan memasukkan 2 sendok teh daun ke dalam teko, menuangkan air panas, dan mendiamkannya selama 5 menit sebelum disaring. Konsumsi teh ini sebaiknya tidak lebih dari 70 gram per hari untuk menghindari efek samping.

Baca Juga: Ubah Pola Makan, Ini 9 Cara Jitu Menyembuhkan Asam Urat Tanpa Obat

5. Daun Lidah Buaya

Lidah buaya dikenal memiliki efek anti-inflamasi yang dapat meredakan gejala asam lambung. Gel yang terkandung di dalam daun ini biasa digunakan untuk meredakan asam lambung.

Cara pengolahannya adalah dengan mengupas daun dan mengambil gel di dalamnya, lalu campurkan 2 sendok makan gel dengan 6 gelas air dan haluskan menggunakan blender.

Minum satu gelas dari jus ini setiap hari. Namun, perlu diingat bahwa konsumsi berlebihan dapat menyebabkan efek samping seperti kram dan diare.

Demikianlah pembahasan terkait khasiat daun pepaya untuk asam lambung serta rekomendasi daun lainnya. Penggunaan daun-daun ini bisa menjadi pilihan alami untuk mengelola asam lambung tinggi, namun penting untuk memperhatikan dosis dan efek samping.

Konsultasi dengan dokter tetap dianjurkan terutama jika Anda mengalami gejala yang parah atau memiliki kondisi kesehatan lain.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Inovasi Cokelat Rasa Rendang Supaya Bisa Langsung Nendang ke Pasar Global

Upaya Terve Chocolate bisa menembus pasar global dengan menampilkan rasa cokelat yang punya cita rasa Nusantara.

Peringatan Dini BMKG Cuaca Besok (22/10), Hujan Lebat Masih Turun di 4 Provinsi Ini

BMKG memberikan peringatan dini cuaca besok Kamis 22 Oktober 2026 dengan status Siaga hujan sangat lebat dan Waspada hujan lebat di provinsi ini.

Seluruh Wilayah Diprediksi Berawan, Ini Prakiraan Cuaca Jawa Barat Besok (22/7)

BMKG memprakirakan cuaca Jawa Barat didominasi berawan pada Kamis (22/10) dan Jumat (23/10), dengan suhu hingga 38°C.

Melepas Penat di Pulau Dewata, Dari Mendaki Gunung Batur Hingga Melukat di Ubud

Data Airbnb yang menunjukkan, nature dan outdoor menjadi kategori Experience paling populer di Bali.  

Cerah di Semua Wilayah, Cek Cuaca Yogyakarta Besok (22/10)

BMKG memprakirakan seluruh wilayah DIY cerah pada Kamis (22/10). Suhu tertinggi mencapai 33°C di Kota Yogyakarta.  

Ebola Bundibugyo Menyebar di 5 Negara, Afrika dalam Tingkat Kesiapsiagaan Tinggi

Nigeria menjadi negara kelima yang mendeteksi Ebola Bundibugyo sejak wabah penyakit ini dinyatakan terjadi di Republik Demokratik Kongo.

Hujan Ringan Akan Turun di Wilayah Ini, Cek Cuaca Jawa Tengah Besok (22/10) dan Lusa

BMKG memprakirakan cuaca Jawa Tengah didominasi berawan pada Kamis (22/10) dan Jumat (23/10), dengan suhu hingga 36°C.  

Cek Cuaca Sumatera Selatan Besok (22/10) Didominasi Udara Kabur, Suhu Mencapai 37°C

Cuaca Sumatera Selatan besok diprakirakan didominasi udara kabur. Suhu di sejumlah daerah berpotensi mencapai 37°C. Simak prakiraan lengkapnya

Waspada Hujan Petir Wilayah Ini, Cek Cuaca Sumatera Barat Besok (22/10)

BMKG memprakirakan hujan petir di Pasaman Barat pada Kamis (22/10). Sejumlah daerah lain berpotensi hujan ringan dan udara kabur.

Menekan Limbah Tekstil, Setali Indonesia Dorong Pengolahan dan Daur Ulang Pakaian

CEO Setali Indonesia, Gema Minang mengungkapkan bahwa meningkatnya daya beli masyarakat turut mendorong konsumsi pakaian.