M O M S M O N E Y I D
HOME

Ketahui Hal-Hal yang Menyebabkan Anjing Mengalami Diare

Reporter: Anggi Miftasha  |  Editor: Anggi Miftasha


MOMSMONEY.ID - Perlu Anda ketahui, bahwa di dalam sistem pencernaan anjing, mereka memiliki enzim saliva yang sebagian besar dirancang untuk membunuh bakteri.

Inilah alasan kenapa anjing lebih mampu mentolerir barang-barang yang membahayakan pencernaan mereka. Kendati demikian, sebagai pemilik, Anda tetap harus mengawasi dan berhati-hati apabila anjing mulai mengalami diare.

Ada banyak hal berbeda yang dapat menyebabkan diare pada anjing.

Namun, sebelum Anda beralih untuk mengatasinya atau membutuhkan bantuan dokter hewan, Anda perlu mengetahui beberapa penyebabnya. Dilansir dari AKC, berikut 6 penyebab anjing mengalami diare.

Baca Juga: Ini Cara Mengatasi Kucing yang Melakukan Spraying Berdasarkan Kondisi Penyebabnya

Perubahan Pola Makanan

Sistem pencernaan anjing pun memerlukan adaptasi dengan makanan atau protein baru. Itulah sebabnya banyak produsen makanan anjing dan dokter hewan menyarankan agar Anda melakukan secara perlahan saat beralih dari satu merek makanan ke merek makanan lainnya.

Memberinya makanan manusia yang tidak tepat juga dapat menyebabkan diare. Sebab, jenis makanan manusia sangat berbeda dengan anjing.

Secara umum, anjing tidak dilengkapi dengan baik untuk mencerna makanan lemak dalam jumlah besar dan jumlah makanan yang berlebih. Mereka juga tidak dapat menerima garam dan gula karena dapat menyebabkan diare.

Alergi Makanan

Anjing juga dapat mengalami alergi makanan tertentu yang dikonsumsinya. Reaksi alergi ini dapat menyebabkan kurangnya alirah darah ke saluran gastrointestinal (GI), sehingga menimbulkan masalah pencernaan, seperti perut bergas, muntah, dan diare.

Alergi makanan pada anjing juga ditandai dengan bagian wajah membengkak, gatal-gatal, dan tingkah anjing yang sering menjilati rectum.

Parasit

Setiap anjing, baik dewasa maupun anak-anak, dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah, akan langsung mengalami diare bila terinfeksi parasit.

Parasit ini dapat berupa cacing gelang, cacing tambang, cacing cambuk, koksidia, dan giardia. Anda dapat memastikannya dengan mengecek kondisi feses anjing.

Bila infeksi parasit ini parah, Anda akan menemukan cacing tersebut di dalam kotorannya. Oleh karena itu, sangat penting untuk memberikan anjing obat cacing secara rutin tiap bulan.

Infeksi Bakteri atau Virus

Selain cacing, infeksi bakteri dan virus juga dapat menyebabkan diare. Infeksi virus yang paling umum adalah virus parvo, distemper, dan virus corona anjing (ini berbeda dengan virus corona yang sedang terjadi saat ini).

Untuk mengatasinya, anjing perlu mendapatkan vaksin untuk mencegahnya saat anjing berusia 4 minggu dan diperbarui setiap tahun.

Baca Juga: Anjing Boleh Makan Oatmeal, Ini Manfaat dan Cara Menyajikannya

Stres

Stres atau gangguan emosional pada anjing juga dapat menyebabkan diare. Stres ini bisa terjadi karena gangguan kecemasan perpisahan, menghadapi ketakutan, tertekan, dan kesulitan beradaptasi dengan lingkungan baru.

Tanda Penyakit

Ada beberapa penyebab lain yang menyebabkan diare pada anjing. Ini biasanya terjadi sebagai tanda-tanda dari sebuah penyakit yang dideritanya. Dilansir dari PDSA, berikut beberapa penyakit yang menyebabkan anjing diare:

Gastroenteritis hemoragik (HGE): Kondisi buruk yang menyebabkan muntah parah dan diare berdarah.

Kolitis: Radang usus besar, yang menyebabkan tinja lunak/diare yang mengandung darah segar dan lendir.

Penyumbatan usus (benda asing): Jika anjing Anda mengalami penyumbatan usus, kemungkinan besar mereka akan mengalami diare dan muntah, serta gejala lain seperti sakit perut.

Inflammatory Bowel Disease (IBD): Peradangan kronis pada usus yang menyebabkan diare berkelanjutan.

Pankreatitis: Radang pankreas (organ yang membantu pencernaan), yang menyebabkan diare, muntah, dan nyeri hebat di bagian depan perut.

Penyakit hati: Masalah pada hati sering menyebabkan diare bersama dengan gejala lain seperti penurunan berat badan, energi rendah, muntah, dan penyakit kuning.

Eksokrin Pankreas Insufisiensi (EPI): Suatu kondisi yang menghentikan tubuh mencerna makanan dengan benar.

Anjing dengan EPI cenderung mengeluarkan tinja yang berbau busuk, pucat, dan berminyak dalam jumlah besar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

11 Tanda pada Tubuh jika Kadar Kolesterol Naik yang Jarang Disadari

Apa saja tanda pada tubuh jika kadar kolesterol naik yang jarang disadari, ya? Cek pembahasan lengkapnya berikut ini, yuk!

12 Buah-buahan yang Bisa Menurunkan Kadar Kolesterol yang Tinggi Paling Cepat

Intip beberapa buah-buahan yang bisa menurunkan kadar kolesterol yang tinggi paling cepat berikut ini, yuk!

8 Makanan Tinggi Serat Alami untuk Mengontrol Gula Darah

Yuk, coba konsumsi beberapa makanan tinggi serat alami untuk mengontrol gula darah berikut ini!       

6 Manfaat Kesehatan Makan Telur Setiap Hari bagi Tubuh

Ternyata ada sejumlah manfaat kesehatan makan telur setiap hari bagi tubuh, lho. Yuk, simak pembahasannya di sini!

10 Cara Menaikkan Berat Badan yang Efektif dalam Seminggu

Yuk, coba beberapa cara menaikkan berat badan yang efektif dalam seminggu berikut ini. Apa saja?          

Ini 7 Tips Diet agar Berat Badan Turun Cepat secara Alami

Ada beberapa tips diet agar berat badan turun cepat secara alami berikut ini. Mau coba praktikkan?   

Hujan Lebat Guyur Provinsi Ini, Cek Peringatan Dini Cuaca Besok (29/5)

BMKG mengeluarkan peringatan dini cuaca besok Jumat 29 Mei 2026 dengan status Waspada hujan lebat di provinsi berikut ini.

13 Rekomendasi Makanan Rendah Kalori untuk Dikonsumsi saat Diet

Intip beberapa rekomendasi makanan rendah kalori untuk dikonsumsi saat diet berikut ini. Apa saja?  

15 Makanan Pengganti Nasi yang Mengenyangkan untuk Dikonsumsi saat Diet

Ini dia beberapa makanan pengganti nasi yang mengenyangkan untuk dikonsumsi saat diet lo. Apa saja?      

4 Kesalahan Memasak Daging Sapi yang Membuat Nutrisinya Hilang, Hindari ya

Wajib Anda hindari, inilah 4 kesalahan memasak daging sapi yang membuat nutrisinya hilang. Catat, Moms.