M O M S M O N E Y I D
BisnisYuk

Kesetaraan Gender Masih Terjadi bagi Pemimpin Perempuan

Reporter: Danielisa Putriadita  |  Editor: Danielisa Putriadita


MOMSMONEY.ID - Jumlah perempuan yang bekerja hingga memiliki karier tinggi terus meningkat. Meski begitu, upaya memberdayakan wanita di semua sektor secara menyeluruh harus terus digalakkan. Tujuannya, untuk mempercepat potensi pertumbuhan ekonomi yang maksimal.

Berbicara pemberdayaan perempuan, tidak bisa lepas dari isu ketimpangan gender yang masih belum hilang. Bagaimana tidak? Meski jumlah perempuan yang bekerja dan berkarir meningkat, angkanya masih kalah dibanding jumlah laki-laki yang bekerja dan berkarier.

Berdasarkan survei yang kantor berita Associated Press (AP) lakukan terhadap 341 pemimpin perusahaan, Senin (3/6), sebanyak 25 orang di antaranya adalah CEO perempuan. Jumlah ini memang jadi yang paling banyak sepanjang survei serupa mulai 2011. Sebelumnya, jumlah perempuan CEO yang tercatat di survei 2017 cuma 21 perempuan.

Christy Glass, Profesor Sosiologi di Utah State University, mengutip AP, mengatakan, jumlah perempuan CEO di tahun ini yang meningkat merupakan hal positif. Tapi, secara keseluruhan, tren it masih mengecewakan karena proporsi antara jumlah pria dan wanita dalam posisi tertinggi di perusahaan masih tidak seimbang.

Center for Creative Leadership (CCL), penyedia pendidikan eksekutif global juga mengeluarkan riset tentang tantangan yang masih ada dan menghambat perempuan dalam mencapai peran senior. Riset dari 894 responden dan 71 orang yang diwawancarai di seluruh Asia Pasifik ini, juga menjelaskan kesenjangan persepsi antara laki-laki dan perempuan. 

Riset CCL mengungkapkan meskipun ada fokus yang semakin besar pada pengembangan kepemimpinan perempuan, kesenjangan yang signifikan tetap ada dalam representasi mereka di jabatan tertinggi di sektor swasta dan publik.

Kesenjangan ini tidak disebabkan oleh kurangnya perempuan yang memasuki jalur karir, melainkan merupakan masalah kesetaraan. Bias yang tidak disadari terus menciptakan hambatan tersembunyi yang menghalangi kemajuan perempuan, sehingga mengakibatkan hilangnya talenta yang berharga dan hilangnya kesempatan untuk meningkatkan potensi penuh tenaga kerja.

Baca Juga: Bisnis Operasi Plastik yang Selalu Cantik

Laporan ini juga mengungkapkan kesenjangan yang mengkhawatirkan dalam persepsi kesetaraan gender antara pria dan perempuan. Meskipun 68% pemimpin percaya bahwa ada kesempatan pengembangan yang setara bagi pria dan perempuan (lapisan permukaan), analisis lebih dalam mengungkapkan cerita yang berbeda. Sebanyak 55% pemimpin mengakui adanya kesenjangan gaji berdasarkan gender di banyak tempat kerja (lapisan kedua), dan 42% pemimpin mengakui adanya pelecehan gender (lapisan yang lebih dalam). Temuan ini menyoroti area di mana kemajuan signifikan diperlukan untuk menciptakan lingkungan kerja yang benar-benar adil.

Seiring semakin banyaknya perempuan yang keluar atau memilih keluar dari pekerjaan karena sistem ketidakadilan di tempat kerja, organisasi harus mengatasi kesenjangan yang tidak terlihat dan menilai faktor-faktor yang menghambat kemajuan para pemimpin perempuan. 

Laporan ini mengidentifikasi 5 faktor utama yang menghambat pertumbuhan pemimpin perempuan, dengan faktor utama adalah harapan masyarakat terhadap perempuan untuk mengambil tanggung jawab keluarga lebih banyak, seperti yang dilaporkan oleh 66% pria dan 78% perempuan.

"Kurangnya keterwakilan perempuan di tingkat puncak menunjukkan adanya hambatan tersembunyi yang menghambat kemajuan mereka," kata Elisa Mallis, Managing Director dan Vice President APAC, CCL dalam keterangan tertulis. 

Hambatan tersebut sering berasal dari bias, mencakup ekspektasi masyarakat yang sudah dalam dan hambatan sistemik yang tidak kita sadari dan tidak terlihat secara langsung. Mengatasi kesenjangan gender dalam kepemimpinan membutuhkan kolaborasi dari laki-laki, perempuan, dan organisasi untuk menghadapi ketidakadilan ini. Ini tidak hanya tentang keadilan, tetapi juga tentang mengoptimalkan potensi penuh dari semua sumber daya manusia untuk menciptakan masa depan yang lebih kuat dan lebih berkelanjutan bagi semua orang. 

Selain itu, perempuan sering dinilai menggunakan standar kepemimpinan yang lebih cenderung ‘maskulin’, yang mengakibatkan pilihan mereka menjadi terbatas dan kurang menguntungkan, meskipun perilaku dan kinerja mereka sebagai pemimpin sudah sesuai. 

Dengan semakin banyaknya rumah tangga di Asia yang memiliki karier ganda, perempuan sering kali merasa terjebak dalam situasi "Kebuntuan Ganda" (Double-Bind). Ketika mereka mematuhi peran tradisional yang dikaitkan dengan gender, mereka sering kali dianggap “tidak cocok sebagai pemimpin”.

Sebaliknya, jika mereka menyesuaikan diri dengan peran kepemimpinan, sering kali mereka dianggap “tidak menjalankan peran perempuan dengan baik”. Akibatnya, banyak perempuan cenderung melakukan "Fleksibilitas Ganda" (Double-Flex), yaitu mengkompensasi dengan mengambil terlalu banyak tanggung jawab di tempat kerja dan di rumah. Ini bisa menyebabkan kelelahan dan pada akhirnya membuat banyak perempuan memilih untuk tidak mengambil satu peran kunci.

Fenomena "Double-Bind" dan "Double-Flex" sebagian besar dipengaruhi oleh persepsi masyarakat. Di Indonesia, 73% perempuan setuju bahwa harapan sosial menghambat mereka untuk menjadi pemimpin senior, dengan 60% pria yang setuju. 

Di Singapura, sementara 80% perempuan setuju bahwa harapan sosial merupakan penghalang, hanya 35% pria yang merasakan hal yang sama. Hal ini menyoroti ketimpangan dalam pengakuan terhadap hambatan-hambatan sosial antara gender, terutama di Singapura.

Riset ini pun mengungkapkan apa yang harus semua lakukan agar perempuan sukses dalam posisi kepemimpinan. Jadi, laki-laki, perempuan, dan organisasi harus bersama-sama menjadi bagian dari solusi. Peran yang dimainkan oleh laki-laki dan perempuan saling terkait erat, dan hanya dengan pendekatan terpadu maka akan mewujudkan perubahan yang nyata. 

Organisasi juga perlu menciptakan budaya yang merangkul keragaman, memberikan kesempatan pengembangan profesional bagi perempuan, dan menerapkan proses sumber daya manusia yang netral gender.

Baca Juga: Larangan Penggunaan Hijab Bagi Atlet Perempuan Prancis Menuai Kontroversi

Organisasi didorong untuk melampaui kuota dan target dengan mengukur partisipasi perempuan secara lebih holistik, melibatkan sekutu laki-laki, dan merayakan para pendukung kesetaraan gender.

Laporan ini juga memberdayakan perempuan secara individu untuk mengambil kendali atas karier mereka dengan memperjuangkan otonomi dan peluang pertumbuhan, membangun jaringan yang lebih kuat, dan berbicara menentang hambatan-hambatan sistemik. 

Upaya bersama dari organisasi dan individu ini akan membuka jalan bagi lanskap kepemimpinan yang lebih inklusif, mendukung pengembangan kepemimpinan perempuan, dan pada akhirnya memungkinkan kesuksesan mereka dalam posisi kepemimpinan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Flavonoid pada Pepaya Naikkan Sensitivitas Insulin Pasien Gula Darah Tinggi

Sensitivitas insulin terbukti meningkat usai rutin mengonsumsi pepaya. Intip peran senyawa flavonoid dan saponin di sini.

Sistem iOS 27 Beta Bocorkan Enam iPhone Baru Sekaligus, Ada iPhone Lipat

Sistem iOS 27 Beta 5 bocorkan enam iPhone baru sekaligus. Intip rincian iPhone Ultra berdesain tipis 4,5 mm yang siap meluncur.

Makanan Penyebab Kolesterol Tinggi: Bahaya Lemak Trans Intai Pembuluh Darah

Lemak jenuh dari daging merah terbukti dorong produksi LDL. Cek kombinasi alternatif protein nabati dari tahu dan kacang-kacangan.

Masuki Segmen Fruit Snacks, Unifam Andalkan HiFruit Jaring Pasar Camilan Indonesia

Berupaya menjaring pasar camilan di Indonesia, HiFruit menawarkan cara menikmati buah dalam format snack .

HP RAM 8GB di Bawah Rp 3 Juta: Daya 5000 mAh & Bypass Charging Amankan Sesi Gaming

Infinix Hot 50 Pro tawarkan layar AMOLED 120Hz harga ekonomis. Simak keunggulan fitur bypass charging dan dual speaker JBL di sini.

Intip Berbagai Manfaat Teh Daun Kumis Kucing yang Ampuh Atasi Anyang-anyangan

Memilki efek diuretik alami, manfaat teh daun kumis kucing sangat efektif membersihkan bakteri di kandung kemih dan mengatasi ISK.

Seru, 5 Film Perjalanan Road Trip Ini Bisa Ditonton Jika Suka Petualangan

Selain menampilkan cerita seru penuh petualangan, scene dari tempat-tempat ikonik dalam film bertema road trip ini pun bisa memanjakan mata.​

Promo Burger King Kupon Agustus, Banjir Diskon Menu Favorit Mulai Goceng

Mau makan Burger King dengan harga murah meriah? Cek daftar promo Burger King Kupon Agustus 2026 sekarang dan manfaatkan penawarannya.

Kulit Kering Tapi Berminyak, Ini 4 Penyebabnya yang Tidak Banyak Orang Tahu

Kulit yang kering namun berminyak di saat bersamaan sering membuat bingung. Cari tahu 4 penyebab kulit kering tapi berminyak di sini.

Kisahkan Lika-Liku Dunia Kepolisian, Coba Tonton Drakor Tentang Polisi Ini

Menceritakan kehidupan sehari-hari para polisi, ini rekomendasi drama Korea alias drakor yang memiliki tema tentang kepolisian.​