M O M S M O N E Y I D
AturUang

Kelemahan Mengandalkan Passive Income dari Sewa Properti, Apa Saja?

Kelemahan Mengandalkan Passive Income dari Sewa Properti, Apa Saja?
Reporter: Francisca Bertha Vistika  |  Editor: Francisca bertha


MOMSMONEY.ID - Simak, berikut ini kelemahan mengandalkan passive income dari sewa properti.

Sumber pendapatan pasif atau passive income dari sewa properti berbeda dengan paper asset, seperti saham dan reksadana. Dalam bisnis sewa properti, ada biaya perawatan yang harus Anda alokasikan secara rutin. 

Biaya perawatan ini jumlahnya cukup besar dibandingkan dengan biaya pajak dari paper aset. Erlina Juwita, perencana keuangan OneShildt, mengatakan, dengan biaya yang cukup mahal itu, maka perlu ada anggaran khusus yang wajib Anda siapkan. 

"Ini bedanya dengan paper asset. Kalau paper asset kan hanya pajak, tapi kalau properti ada biaya pajak dan perawatan rutin," kata Erlina kepada Momsmoney.id.

Baca Juga: Hati-Hati Pendapatan Pasif dari Konten di Media Sosial Nilainya Tidak Pasti

Erlina bilang, paling tidak pemilik harus menyisihkan 5% dari harga properti tersebut sebagai biaya perawatan. Contoh, jika harga properti Rp 1 miliar, maka paling minimal harus Anda alokasikan 5% atau sekitar Rp 50 juta untuk biaya kebersihan maupun perawatan.

Biaya perawatan, misalnya, untuk pengecatan atau perbaikan properti sekaligus gaji penjaga.

Sumber biaya perawatan bisa saja Anda alokasikan dari menyisihkan bonus atau pendapatan per bulan di luar pendapatan pasif. Walaupun sebenarnya, bisa juga menyisihkannya dari pendapatan sewa properti itu sendiri.

Meski biaya perawatannya cukup besar, Erlina mengatakan, properti masih cukup baik untuk Anda jadikan sumber pendapatan pasif karena nilai asetnya stabil, bahkan cenderung naik.

Sementara paper asset cenderung terpengaruh kondisi pasar, sehingga harus cermat dalam memilih aset yang akan Anda koleksi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Kualitas Foto HP Xiaomi Kini Setara DSLR Berkat HyperOS 3 AI

Membeli HP Xiaomi terbaru? Fitur AI Photos Enhancement HyperOS 3 siap mengubah foto buram Anda jadi jernih. Pelajari cara kerjanya di sini! 

Promo Chatime Valentine: 2 Minuman Silken Series Hemat, Jangan sampai Ketinggalan!

Rayakan Valentine lebih hemat. Chatime tawarkan 2 Silken Series cuma Rp 43.000. Jangan lewatkan kesempatan terbatas ini!

IHSG Koreksi Lagi (13/2), Ini Saham LQ45 yang Menguat dan Turun

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak turun 0,7% ke level 8.204 pada pukul 9:07 WIB, Jumat pagi (13/2) 

IHSG Diproyeksi Bergerak Terbatas, Cek Rekomendasi Saham BRI Sekuritas Jumat (13/2)

IHSG diproyeksikan bergerak terbatas pada perdagangan Jumat (13/2/2026).​ Berikut daftar saham pilihan BRI Danareksa Sekuritas

Promo Menu Baru HokBen Double Meat, Rasakan Sensasi Gurih Tiada Tara

HokBen luncurkan Double Meat. Porsi melimpah dengan dua daging favorit dan saus Jepang autentik. Temukan varian terbaik untuk Anda!

Merosot! Cek Daftar Harga Emas Antam Hari Ini Jumat 13 Februari

Harga dasar emas batangan Antam ukuran 1 gram dibanderol Rp 2.904.000 Jumat (13/2/2026), turun Rp 43.000 dibanding harga Kamis (12/2/2026).

Yield SBN Berpotensi Volatil, BNI Sekuritas Rekomendasikan Seri Ini Jumat (13/2)

BNI Sekuritas memproyeksikan pasar obligasi domestik akan bergerak lebih volatil pada perdagangan Jumat (13/2/2026). Simak rekomendasinya berikut

Sudah Kerja Keras Tapi Belum Kaya? Ini 5 Pola Pikir yang Sering Jadi Penghambat

Yuk cek 5 pola pikir finansial yang bikin sulit kaya dan cara realistis mengubahnya mulai sekarang. Catat ulasannya, ya.

Promo JSM Indomaret Periode 3-5 Februari 2026, Cadbury-Ciptadent Diskon 30%

Katalog promo JSM Indomaret periode 13-15 Februari 2026 tawarkan diskon besar. Lihat daftar produk apa saja yang sedang promo.

IHSG Diproyeksi Menguat, Berikut Rekomendasi Saham MNC Sekuritas Jumat (13/2)

IHSG diproyeksikan menguat pada perdagangan Jumat (13/2/2026).​ Berikut daftar saham pilihan MNC Sekuritas ​