MOMSMONEY.ID - Kelelawar masuk loteng rumah bisa jadi masalah. Kenali penyebab, tanda, cara mengatasi, dan langkah pencegahan agar tidak kembali.
Munculnya suara kecil dari plafon atau ditemukannya kotoran asing di sudut loteng sering membuat pemilik rumah bertanya apakah ada kelelawar yang tinggal di dalamnya.
Hewan malam ini sebenarnya memiliki manfaat besar bagi lingkungan karena membantu mengendalikan jumlah serangga, tetapi keberadaannya di dalam rumah tetap perlu diperhatikan.
Jika dibiarkan, kelelawar yang bersarang di loteng dapat menyebabkan masalah kebersihan hingga mengganggu kualitas udara di dalam rumah.
Melansir dari Southern Living, kelelawar memilih loteng karena area tersebut memberikan perlindungan, suhu yang sesuai, dan kondisi yang menyerupai tempat persembunyian alami mereka.
“Mengenali tanda awal keberadaan kelelawar menjadi langkah penting agar penanganan dapat dilakukan dengan aman tanpa membahayakan manusia maupun satwa,” ujar Aaron Carlson, ahli biologi satwa liar.
Baca Juga: 5 Tren Desain Rumah yang Kembali Populer di Tahun 2026, Tertarik Model Ini?
Mengapa kelelawar memilih loteng sebagai tempat tinggal?
Loteng menjadi salah satu lokasi favorit kelelawar karena memiliki karakteristik yang mendukung kebutuhan mereka. Area ini biasanya gelap, jarang digunakan, terlindung dari hujan, serta memiliki suhu yang relatif stabil.
Bagi kelelawar betina, loteng dapat menjadi tempat aman untuk melahirkan dan merawat anaknya. Celah kecil pada genteng, atap, ventilasi, atau bagian bangunan yang tidak terawat sering kali menjadi akses masuk menuju area tersebut.
Selain tempat berlindung, faktor makanan juga berpengaruh. Kelelawar pemakan serangga dapat tertarik datang ke lingkungan rumah karena keberadaan serangga yang berkumpul di sekitar lampu luar pada malam hari.
Di Indonesia, kondisi rumah yang berada dekat pepohonan, kebun, sungai, atau area terbuka memiliki peluang lebih besar menjadi tempat singgah kelelawar. Namun, bukan berarti semua kelelawar yang terlihat di sekitar rumah pasti bersarang di dalam bangunan.
Tanda rumah memiliki kelelawar di loteng
Kelelawar termasuk hewan nokturnal yang aktif pada malam hari sehingga keberadaannya sering tidak langsung diketahui.
Pemilik rumah biasanya baru menyadarinya setelah muncul beberapa tanda tertentu. Berikut beberapa ciri yang perlu diperhatikan:
1. Terdengar suara dari bagian atas rumah
Suara kepakan sayap, gerakan kecil, atau bunyi gesekan di plafon dapat menjadi tanda adanya aktivitas kelelawar. Suara tersebut biasanya muncul menjelang malam atau saat pagi ketika kelelawar kembali ke tempat persembunyiannya.
2. Ada kotoran kelelawar di sekitar loteng
Kotoran kelelawar atau guano biasanya berbentuk butiran kecil berwarna gelap. Jika ditemukan dalam jumlah banyak dan terus bertambah, kemungkinan ada kelelawar yang menggunakan area tersebut sebagai tempat tinggal.
3. Muncul bekas noda di sekitar celah masuk
Kelelawar sering menggunakan jalur yang sama ketika keluar dan masuk. Aktivitas tersebut dapat meninggalkan noda pada area sekitar lubang atap, ventilasi, atau dinding.
4. Tercium bau tidak sedap
Bau menyengat seperti amonia dapat muncul akibat penumpukan kotoran dan urine kelelawar yang terlalu lama berada di satu tempat.
Baca Juga: Trik Tukang Cat Profesional biar Mengecat Rumah Lebih Cepat Selesai
Cara aman mengatasi kelelawar di loteng rumah
Mengatasi kelelawar membutuhkan cara yang tepat karena hewan ini berbeda dengan hama rumah tangga lainnya. Tindakan seperti menangkap langsung atau menutup semua lubang tanpa pemeriksaan dapat membuat masalah semakin rumit. Beberapa langkah yang dapat dilakukan yaitu:
1. Periksa lokasi masuk kelelawar
Cari celah pada genteng, atap, ventilasi, atau bagian rumah lainnya yang kemungkinan digunakan sebagai akses keluar masuk.
2. Jangan langsung menutup celah
Pastikan seluruh kelelawar sudah keluar sebelum memperbaiki bagian rumah yang terbuka. Menutup akses terlalu cepat dapat membuat kelelawar terjebak di dalam.
3. Hindari kontak langsung
Jangan mencoba menangkap kelelawar menggunakan tangan kosong. Hewan liar memiliki risiko membawa penyakit tertentu sehingga diperlukan perlindungan yang sesuai.
4. Hubungi tenaga berpengalaman jika diperlukan
Jika jumlah kelelawar cukup banyak atau sudah membentuk koloni, bantuan tenaga profesional menjadi pilihan yang lebih aman agar proses pemindahan dilakukan secara tepat.
Cara mencegah kelelawar kembali ke loteng
Setelah kelelawar berhasil dikeluarkan, langkah pencegahan perlu dilakukan agar masalah serupa tidak muncul kembali. Beberapa cara yang bisa diterapkan antara lain:
- Memeriksa kondisi atap secara rutin dan memperbaiki bagian yang rusak.
- Menutup celah kecil pada genteng, dinding, dan ventilasi.
- Memasang pelindung pada lubang udara atau area terbuka yang berpotensi menjadi akses masuk.
- Mengurangi jumlah serangga di sekitar rumah.
- Membersihkan loteng secara berkala agar tidak menjadi tempat nyaman bagi hewan liar.
Perawatan sederhana seperti pemeriksaan bangunan secara rutin dapat membantu menjaga rumah tetap sehat dan mengurangi risiko masuknya berbagai hewan pengganggu.
Baca Juga: Ramalan Zodiak Besok Kamis 23 Juli 2026: Leo Bersinar, Gemini Lebih Teliti
Risiko membiarkan kelelawar terlalu lama di loteng
Membiarkan kelelawar menetap dalam waktu lama dapat memberikan dampak terhadap kondisi rumah. Salah satunya adalah penumpukan guano yang dapat mengotori area loteng dan merusak beberapa material bangunan.
Selain itu, kotoran kelelawar yang menumpuk dapat memengaruhi kualitas udara. Saat proses pembersihan dilakukan tanpa perlindungan, partikel dari kotoran yang terganggu berpotensi menyebar dan mengganggu kesehatan pernapasan.
Menurut para ahli satwa liar, semakin lama kelelawar berada di dalam rumah, semakin besar kemungkinan munculnya masalah tambahan. Karena itu, deteksi sejak awal menjadi langkah penting agar penanganan lebih mudah dilakukan.
Kelelawar yang masuk ke loteng rumah bukan hanya persoalan suara mengganggu saat malam hari, tetapi juga berkaitan dengan kebersihan dan keamanan hunian.
Memahami penyebab, mengenali tanda keberadaan, serta melakukan pencegahan rutin dapat membantu pemilik rumah mengambil tindakan lebih cepat.
Penanganan yang tepat juga memastikan kelelawar dapat dipindahkan tanpa membahayakan manusia maupun satwa. Menjaga kondisi rumah tetap terawat, risiko kelelawar kembali bersarang dapat dikurangi secara efektif.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News