MOMSMONEY.ID - Berapa kekayaan untuk masuk 1% terkaya di usia 50-an? Simak angkanya dan cara membangun aset untuk masa depan yang lebih aman.
Memasuki usia 50-an, hasil kerja keras selama puluhan tahun biasanya mulai terlihat dari tabungan, investasi, hingga aset yang dimiliki.
Namun, tahukah kamu bahwa untuk masuk kelompok 1% terkaya di Amerika Serikat, seseorang perlu memiliki kekayaan bersih hingga ratusan miliar rupiah?
Melansir dari Go Banking Rates, angka tersebut berbeda menurut rentang usia dan dihitung berdasarkan estimasi data keuangan rumah tangga.
Meski terdengar fantastis, jumlah itu bukan standar yang harus dikejar semua orang karena kondisi ekonomi setiap negara berbeda. Lalu, berapa sebenarnya kekayaan yang dibutuhkan dan apa saja yang memengaruhi pertumbuhannya?
“Kelompok usia 50–54 tahun diperkirakan membutuhkan kekayaan bersih US$13,23 juta, sedangkan usia 55–59 tahun sekitar US$15,37 juta untuk masuk 1% teratas, berdasarkan estimasi DQYDJ,” mengutip dari Go Banking Rates.
Baca Juga: Punya Utang Harian? Ini yang Perlu Diperhatikan agar Tak Membebani Keuangan
Berapa kekayaan yang dibutuhkan untuk masuk 1% teratas?
Berdasarkan data yang diulas pada 15 Oktober 2026, ambang kekayaan bersih kelompok 1% teratas di Amerika Serikat diperkirakan mencapai:
- Usia 50–54 tahun: sekitar Rp218,3 miliar.
- Usia 55–59 tahun: sekitar Rp253,6 miliar.
Perhitungan tersebut menggunakan kurs ilustratif Rp16.500 per dolar AS, bukan kurs resmi pada tanggal publikasi.
Angka ini merupakan estimasi untuk rumah tangga di Amerika Serikat, bukan patokan kekayaan bagi warga di Indonesia. DQYDJ menggunakan data Federal Reserve dan metode statistik untuk memperkirakan distribusi kekayaan kelompok teratas. Nilainya dapat berubah mengikuti data dan kondisi ekonomi terbaru.
Apa yang membuat kekayaan terus bertambah?
Kekayaan bersih bukan sekadar jumlah uang di rekening. Nilainya dihitung dari total aset dikurangi seluruh utang yang masih dimiliki.
Beberapa faktor yang memengaruhi pertumbuhannya antara lain:
- Investasi jangka panjang yang berpotensi berkembang, meskipun tetap memiliki risiko kerugian.
- Properti yang nilainya dapat meningkat dan cicilannya semakin berkurang.
- Penghasilan dan bisnis yang memberikan ruang lebih besar untuk menabung serta menambah aset.
- Warisan atau pemberian keluarga yang dapat mempercepat akumulasi kekayaan.
- Pengelolaan utang agar bunga dan cicilan tidak menggerus penghasilan.
Kombinasi faktor tersebut membuat perjalanan finansial setiap orang berbeda. Penghasilan besar pun belum tentu menghasilkan kekayaan tinggi jika pengeluaran dan utang tidak terkendali.
Apakah harus punya ratusan miliar untuk hidup nyaman?
Jawabannya, tidak. Angka tersebut hanya menggambarkan ambang kelompok terkaya di Amerika Serikat, bukan jumlah minimum untuk hidup sejahtera.
Bagi Anda di Indonesia, target keuangan sebaiknya disesuaikan dengan biaya hidup, tanggungan keluarga, kebutuhan pensiun, dan kemampuan masing-masing. Memiliki rumah yang sudah lunas, dana darurat, serta investasi yang sesuai tujuan bisa menjadi fondasi keuangan yang lebih sehat.
Baca Juga: 6 Tips Warren Buffett Mengatur Uang Pensiun biar Uang Masa Tua Tetap Aman
Daripada sibuk mengejar peringkat kekayaan, kamu bisa mulai dengan langkah sederhana berikut:
- Catat seluruh aset dan utang untuk mengetahui kekayaan bersih saat ini.
- Sisihkan penghasilan secara rutin sesuai kemampuan.
- Siapkan dana darurat untuk kebutuhan tak terduga.
- Pilih investasi berdasarkan tujuan dan toleransi risiko.
- Kurangi utang berbunga tinggi dan evaluasi kondisi keuangan secara berkala.
Memiliki kekayaan bersih sekitar Rp218 miliar hingga Rp254 miliar pada usia 50-an mungkin terdengar sulit dijangkau. Namun, angka tersebut bukan satu-satunya ukuran keberhasilan finansial, apalagi jika dibandingkan antara negara dengan kondisi ekonomi berbeda.
Hal yang lebih penting adalah membangun kebiasaan keuangan yang sehat sejak dini. Mengatur pengeluaran, menambah aset secara bertahap, dan mengelola utang dengan bijak, kamu bisa mempersiapkan masa depan yang lebih aman tanpa harus terpaku pada peringkat 1% terkaya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News