MOMSMONEY.ID - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta terus mendorong penguatan integrasi transportasi massal, salah satunya melalui pembangunan stasiun commuter line (KRL) di kawasan Jakarta International Stadium atau JIS di Jakarta Utara.
Proyek ini dilaksanakan melalui koordinasi bersama Kementerian Perhubungan, PT Kereta Api Indonesia (Persero), serta didukung oleh PT Jakarta Propertindo (Perseroda) sebagai pengelola kawasan.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan, penguatan transportasi publik menjadi fokus berkelanjutan Pemprov dalam beberapa tahun terakhir.
Pengembangan aksesibilitas JIS dipandang penting untuk menjadikan kawasan tersebut sebagai simpul baru aktivitas publik di Jakarta Utara.
Direktur Utama PT Jakarta Propertindo (Jakpro) Iwan Takwin mengatakan, kehadiran stasiun KRL akan menjadi game changer dalam mendukung operasional JIS secara menyeluruh.
"Stasiun KRL ini akan terletak di sisi utara stadion sehingga memudahkan mobilitas penonton, khususnya dari arah Jakarta Kota dan Tanjung Priok, tanpa perlu berganti moda transportasi,” ujarnya dalam keterangan resmi, Kamis (9/4/2026).
Baca Juga: 5 Manfaat Yogurt Jika Dikonsumsi Setiap Hari, Bagus untuk Kesehatan Mental!
Lebih dari sekadar infrastruktur transportasi, pembangunan stasiun ini juga menjadi bagian dari pengembangan kawasan berbasis transit oriented development (TOD) di Jakarta Utara.
Integrasi tersebut dirancang untuk menghubungkan berbagai moda transportasi dengan ruang publik yang aktif, sehingga JIS dapat berfungsi sebagai multipurpose venue sepanjang waktu.
Stasiun KRL JIS ditargetkan rampung pada Mei 2026 dan mulai beroperasi pada Juni 2026, bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun ke-499 Kota Jakarta.
Pramono menyebut, kehadiran stasiun ini akan mempermudah akses masyarakat saat perayaan ulang tahun Jakarta yang dipusatkan di JIS dan kawasan Ancol.
“Kami ingin masyarakat dari berbagai wilayah semakin mudah hadir ke JIS, terutama saat perayaan ulang tahun Jakarta,” kata Pramono.
Dengan kapasitas angkut yang besar, KRL dinilai mampu mengurai kepadatan lalu lintas di sekitar stadion, terutama saat penyelenggaraan acara berskala besar seperti pertandingan sepak bola maupun konser musik internasional.
JIS sendiri memiliki kapasitas hingga 82.000 penonton, sehingga membutuhkan dukungan sistem transportasi massal yang memadai.
Baca Juga: Ramalan Zodiak Besok Jumat 10 April 2026: Ini Kunci Sukses Keuangan dan Karier
Selain itu, kehadiran stasiun ini diharapkan mendorong peralihan penggunaan kendaraan pribadi ke transportasi umum, sehingga dapat mengurangi kemacetan di Jalan RE Martadinata dan sekitarnya.
Saat ini, kawasan JIS telah terhubung dengan berbagai moda transportasi publik, termasuk Transjakarta, KRL, serta jembatan penyeberangan orang (JPO) sepanjang 466 meter yang menghubungkan stadion dengan kawasan Ancol.
Infrastruktur tersebut juga sejalan dengan konsep green building yang diusung JIS sebagai stadion modern berkelanjutan.
Pramono menilai, JIS merupakan simbol masa depan Jakarta sebagai kota global yang berbudaya dan berkelanjutan.
Lokasinya yang strategis, dekat dengan kawasan wisata Ancol dan pusat aktivitas ekonomi Pelabuhan Tanjung Priok, menjadikan JIS sebagai aset penting yang harus didukung sistem transportasi terintegrasi.
Dengan terintegrasinya stasiun KRL sebagai bagian dari ekosistem transportasi publik dan pengembangan kawasan TOD, mobilitas masyarakat menuju stadion diharapkan semakin mudah, sekaligus menghidupkan kawasan tersebut sebagai ruang publik yang inklusif dan dinamis.
“JIS adalah kebanggaan Jakarta, stadion bertaraf internasional yang tidak hanya menjadi pusat olahraga, tetapi juga ruang bersama bagi berbagai aktivitas masyarakat,” tutupnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News