MOMSMONEY.ID - CEO SAP Christian Klein mengungkap masa depan AI yang ternyata sangat bergantung pada software, bukan menggantikannya dalam bisnis modern.
Perangkat lunak kini memasuki era kejayaannya di tengah pesatnya perkembangan kecerdasan buatan (AI).
Menariknya, AI bukan menggantikan software, justru semakin bergantung padanya untuk bisa digunakan secara nyata dalam bisnis sehari-hari.
Nah, berikut beberapa fakta yang perlu dipahami.
Pertama, AI tidak bisa berjalan sendiri tanpa dukungan perangkat lunak.
Christian Klein menegaskan, AI adalah pergeseran teknologi paling penting sejak internet , dan hal paling transformatif yang terjadi pada perangkat lunak perusahaan.
Baca Juga: Fitur Canva AI 2.0: Cukup Bicara, Desain Langsung Jadi Otomatis
"Bukan karena AI mengancamnya, tetapi karena AI membutuhkan perangkat lunak," ungkapnya dalam keterangan resmi Kamis (23/4).
Artinya, software menjadi fondasi utama agar AI bisa benar-benar bekerja dalam sistem bisnis.
Kedua, manfaat AI sudah terasa langsung di dunia kerja.
Penggunaan AI berbasis software mampu meningkatkan efisiensi operasional secara signifikan di berbagai lini. “Ini bukan tren sesaat , ini sedang terjadi, dalam skala perusahaan,” ujar Klein.
AI juga membantu mempercepat proses kerja, mulai dari otomatisasi hingga meningkatkan produktivitas tim.
Ketiga, peran software semakin penting di Indonesia. Transformasi digital terus berkembang pesat, didorong oleh pertumbuhan ekonomi digital dan meningkatnya adopsi AI di berbagai sektor.
Selain itu, regulasi seperti UU Perlindungan Data Pribadi membuat semua bisnis harus semakin serius dalam mengelola data dengan sistem yang aman dan terintegrasi.
Baca Juga: Kloning Suara AI Bisa Kuras Rekening Tanpa Disadari, Ini Cara Melindungi Diri
Keempat, AI hanya bisa bekerja maksimal jika didukung fondasi yang tepat.
Banyak bisnis masih menghadapi tantangan seperti data yang terpisah, proses yang tidak terhubung, hingga sistem lama yang belum terintegrasi.
Klein mengingatkan, “Tanpa ini, AI beroperasi dalam ruang hampa, terputus dari realitas bisnis”.
Pada akhirnya, perangkat lunak justru menjadi kunci utama dalam perkembangan AI.
“Perangkat lunak menjadi sistem operasi untuk otonomi yang terpercaya," tegas Klein.
Perusahaan yang mampu mengintegrasikan AI ke dalam software yang kuat akan lebih unggul, sementara yang tidak, hanya akan tertinggal di tahap eksperimen.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News