MOMSMONEY.ID - Medical check up (MCU) lengkap untuk kolesterol dikenal sebagai panel lipid, mengukur kadar lemak dalam darah seperti kolesterol HDL, kolesterol LDL, dan trigliserida. Tes ini bertujuan untuk mengevaluasi risiko terkena penyakit jantung, stroke, dan aterosklerosis.
Meredith Goodwin, dokter keluarga dari Healthline.com ,menjelaskan, kadar kolesterol ideal bagi orang dewasa adalah LDL di bawah 100 mg/dL, HDL antara 40 hingga 60 mg/dL, kolesterol total di bawah 200 mg/dL, dan trigliserida di bawah 150 mg/dL.
Hasil yang tidak normal dapat mengindikasikan risiko masalah kardiovaskular yang lebih tinggi.
Pemeriksaan kolesterol sebaiknya dilakukan secara berkala setiap 4 hingga 6 tahun bagi orang dewasa yang sehat. Bagi individu yang memiliki riwayat keluarga dengan kolesterol tinggi atau faktor risiko lain seperti obesitas pemeriksaan perlu dilakukan lebih sering.
Baca Juga: Waspada Lonjakan Kolesterol, Ini Pilihan Kacang Sehat yang Aman Dikonsumsi
Apa yang diukur dalam medical check up atau tes kolesterol?
Tes kolesterol lengkap yang juga disebut sebagai panel lipid atau profil lipid, mengukur kadar lipid (lemak) dalam darah. Tes ini mengukur:
- Kolesterol high-density lipoprotein (HDL): Kolesterol HDL sering disebut sebagai kolesterol “baik” karena membantu menyingkirkan kolesterol LDL dari darah.
- Kolesterol low-density lipoprotein (LDL): Kolesterol LDL sering disebut sebagai kolesterol “buruk”. Kadar yang terlalu tinggi dapat menyebabkan kolesterol menumpuk di dinding arteri yang kemudian meningkatkan risiko serangan jantung, stroke, dan aterosklerosis.
- Trigliserida: Saat makan, tubuh memecah lemak dari makanan menjadi molekul yang lebih kecil yang disebut trigliserida. Kadar trigliserida yang tinggi dalam darah dapat meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular.
- Very low-density lipoprotein (VLDL): Darah Anda juga mengandung jenis kolesterol lain yang dikaitkan dengan peningkatan risiko penyakit kardiovaskular, disebut VLDL. VLDL sering kali tidak dicantumkan dalam hasil tes kolesterol karena tidak diukur secara langsung.
- Kolesterol total: Jumlah keseluruhan kolesterol di dalam darah yang merupakan gabungan dari kolesterol LDL, HDL, dan VLDL.
Berapa kisaran yang dianggap normal?
Di Amerika Serikat, kadar kolesterol dan trigliserida diukur dalam satuan miligram (mg) kolesterol per desiliter (dL) darah. Hasil yang ideal bagi kebanyakan orang dewasa adalah sebagai berikut:
- LDL: kurang dari 100 mg/dL
- HDL: 40 hingga 60 mg/dL (angka yang lebih tinggi lebih baik)
- Kolesterol total: kurang dari 200 mg/dL
- Trigliserida: kurang dari 150 mg/dL
- Kadar VLDL: di bawah 30 mg/dL
Persiapan sebelum medical check up dan tes kolesterol
Dalam beberapa kasus, dokter akan meminta penderita kolesterol untuk berpuasa. Namun, menurut Journal of the American College of Cardiology, tes tanpa puasa tetap dapat mendeteksi kadar kolesterol atau lipid yang tinggi secara akurat pada orang dewasa berusia di atas 20 tahun yang tidak sedang mengonsumsi obat penurun kadar lipid.
Jika memang perlu berpuasa, Anda harus menghindari makan atau minum apa pun selain air putih selama 9 hingga 12 jam sebelum tes dilakukan. Sebelum menjalani tes, Anda juga sebaiknya memberi tahu dokter mengenai:
- Gejala atau masalah kesehatan yang sedang dialami
- Riwayat kesehatan jantung dalam keluarga
- Semua obat dan suplemen yang sedang dikonsumsi
Jika mengonsumsi obat-obatan yang dapat meningkatkan kadar kolesterol seperti pil KB, dokter akan meminta Anda untuk menghentikan penggunaannya beberapa hari sebelum tes.
Bagaimana tes kolesterol dilakukan?
Untuk memeriksa kadar kolesterol, dokter memerlukan sampel darah Anda. Pengambilan sampel darah biasanya dilakukan pada pagi hari, terkadang setelah berpuasa sejak malam sebelumnya.
Tes darah merupakan prosedur rawat jalan. Proses ini hanya memakan waktu beberapa menit dan relatif tidak menimbulkan rasa sakit. Tes ini biasanya dilakukan di laboratorium diagnostik.
Tes juga dapat dilakukan saat kunjungan rutin ke dokter, di apotek setempat, atau bahkan di rumah.
Baca Juga: Diet Karnivor Turunkan Berat Badan Cepat, Namun Picu Kadar Kolesterol Tinggi!
Tips perubahan gaya hidup untuk penderita kolesterol
Kolesterol tinggi dapat ditangani melalui perubahan gaya hidup dan pengobatan. Menurunkan kadar LDL dapat membantu mengurangi risiko penyakit jantung serta masalah kesehatan terkait lainnya.
Untuk membantu menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL):
- Jika merokok, pertimbangkan untuk berhenti: Diskusikan dengan dokter mengenai cara menyusun rencana berhenti merokok yang paling sesuai untuk Anda.
- Terapkan pola makan seimbang: Fokuslah pada pola makan seimbang yang sebagian besar terdiri dari makanan yang tidak diproses. Usahakan untuk mengonsumsi beragam sayuran, buah-buahan, produk biji-bijian utuh, produk susu rendah lemak, serta sumber protein tanpa lemak.
- Cobalah untuk meningkatkan asupan serat larut dan batasi konsumsi makanan yang tinggi lemak jenuh seperti mentega, krim, daging, dan minyak kelapa sawit.
- Hindari lemak trans: Lemak trans buatan berbahaya bagi jantung dan kesehatan. Bacalah label makanan dan hindari produk yang mencantumkan bahan partially hydrogenated dalam daftar komposisinya.
- Berolahragalah secara teratur: Targetkan setidaknya 150 menit aktivitas aerobik dengan intensitas sedang setiap minggu. Ini setara dengan sekitar 22 menit olahraga per hari.
- Pertahankan berat badan yang ideal: Memiliki berat badan berlebih merupakan salah satu faktor risiko utama kolesterol tinggi. Konsultasikan dengan dokter mengenai kisaran berat badan yang sehat untuk Anda.
- Batasi konsumsi alkohol: Konsumsi alkohol berlebihan merupakan salah satu faktor risiko utama berbagai jenis penyakit penyakit seperti jantung, kolesterol tinggi, penyakit hati, dan jenis kanker tertentu.
Demikian informasi mengenai medical check up lengkap untuk mengetahui kadar kolesterol, semoga bermanfaat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News