M O M S M O N E Y I D
Keluarga

Jangan Pakai Tisu Basah, 5 Hal yang Tidak Boleh Dilakukan Setelah Berhubungan Seks

Penulis: Ana Risma  |  Editor: Ana Risma


MOMSMONEY.ID - Ada 5 hal yang tidak boleh dilakukan setelah berhubungan seks. Pasutri wajib tahu, berikut penjelasan lebih lengkapnya.

Bagi pasangan yang sudah menikah, seks tentu menjadi kebutuhan yang sebaiknya tidak dilewatkan. Selain menjaga keharmonisan, seks teratur juga bermanfaat untuk kesehatan fisik maupun mental.

Seperti kebanyakan rutinitas, seks juga harus dilakukan secara sehat. Anda juga perlu menghindari aktivitas pascaseks yang bisa meningkatkan risiko infeksi, khususnya bagi para wanita.

Apa sajakah itu? Melansir HealthShots, berikut 5 hal yang tidak boleh dilakukan setelah berhubungan seks.

Baca Juga: The Trauma Code: Heroes on Call dan 5 Drakor Ju Ji Hoon Wajib Ditonton

1. Mengenakan pakaian dalam ketat

Hal yang tidak boleh dilakukan setelah berhubungan seks yang pertama adalah mengenakan pakaian dalam ketat.

Tubuh akan menghangat setelah berhubungan seks dan cenderung berkeringat. Jika Anda langsung mengenakan pakaian dalam ketat berbahan nilon atau sintetis setelah berhubungan seks, itu dapat menyebabkan lecet di area intim.

Terlebih lagi, pakaian dalam berbahan nilon dapat menyebabkan rasa gatal setelah bersentuhan dengan cairan vagina. Sebaiknya, kenakan pakaian dalam yang tidak terlalu longgar berbahan katun agar tetap sehat.

2. Membersihkan vagina dengan sabun pembersih kewanitaan

Hal yang tidak boleh dilakukan setelah berhubungan seks yang kedua adalah membersihkan vagina dengan sabun pembersih kewanitaan.

Menurut Dr. Uma Vaidyanathan, konsultan senior di departemen kebidanan dan ginekologi, Fortis Hospital, Shalimar Bagh, Anda harus membersihkan vagina dengan air hangat setelah berhubungan seks.

Namun, Anda perlu menghindari penggunaan sabun pembersih khusus kewanitaan, karena kulit menjadi sangat sensitif setelah berhubungan seks. Ia juga menyarankan untuk menghindari douching dalam situasi apapun, terutama setelah berhubungan seks.

Mengutip Hello Sehat, douching adalah cara mencuci vagina dengan menyemprotkan air atau larutan khusus ke dalam saluran vagina. Douching biasanya dilakukan dengan alat khusus berupa kantong dan selangnya. Adapun larutan yang dipakai untuk melakukan douching umumnya terbuat dari campuran air, cuka, dan baking soda.

3. Menggunakan tisu basah untuk area kewanitaan

Hal yang tidak boleh dilakukan setelah berhubungan seks yang ketiga adalah menggunakan tisu basah untuk area kewanitaan.

"Kebanyakan tisu basah untuk area kewanitaan mengandung pewangi dan pengawet buatan. Penggunaan tisu basah dapat meningkatkan risiko infeksi dan ruam", kata D. Pratima Thamke, dokter kandungan dan ginekolog di Motherhood Hospital, Pune.

Baca Juga: Ini 4 Manfaat Buah Nanas untuk Kesehatan Tubuh dan Lawan Penyakit

4. Mandi air panas

Hal yang tidak boleh dilakukan setelah berhubungan seks yang keempat adalah mandi air panas.

Berpelukan di bak mandi berisi air panas mungkin terdengar seperti rencana yang bagus setelah berhubungan seks. Akan tetapi, hal ini dapat meningkatkan kemungkinan terkena infeksi.

Mandi air panas dapat menyediakan suhu yang cocok bagi bakteri untuk berkembang biak. Berada di ruangan yang berisi air panas dalam jangka waktu lama juga berarti bakteri akan memiliki akses lebih lama ke berbagai bagian tubuh Anda.

Aktivitas tersebut tidak hanya akan membahayakan kesehatan genital Anda tetapi juga kesehatan pasangan Anda.

5. Tidak cuci tangan

Hal yang tidak boleh dilakukan setelah berhubungan seks yang kelima adalah tidak cuci tangan.

Saat berhubungan seks, besar kemungkinan Anda akan menyentuh alat kelamin pasangan Anda.

Oleh karena itu, penting untuk selalu mencuci tangan setelah berhubungan seks guna menghentikan penyebaran bakteri. Jika tidak, itu dapat menyebabkan berbagai infeksi bakteri.

Moms, itulah 5 hal yang tidak boleh dilakukan setelah berhubungan seks. Semoga bermanfaat dan jangan lupa dipraktikkan.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Bank Indonesia Kurangi Intervensi Spot, Efektif Menjaga Rupiah?

Bank Indonesia menggeser strategi intervensi di pasar untuk menjaga nilai tukar rupiah terhadap dollar, sekaligus menghemat cadangan devisa.

5 Hal yang Sebaiknya Dihindari biar Eksterior Rumah Lebih Tahan Lama

Ingin eksterior rumah Anda tetap keren dan tidak cepat ketinggalan zaman? Kenali 5 hal ini yang sebaiknya dihindari sejak awal.​

5 Kesalahan Dekorasi Ini Bikin Rumah Mahal Terlihat Murahan, Begini Penampakannya

Ini 5 kesalahan dekorasi yang bisa membuat rumah mahal terlihat murahan. Cek gorden, lampu, sakelar, dekorasi, dan aroma rumah.

Kebutuhan Keluarga Berubah, Konsep Hunian Multigenerasi Mulai Dilirik

LippoLand mengembangkan konsep Brentwood Villas sebagai hunian untuk keluarga multigenerasi dengan pembagian ruang yang sesuai kebutuhan.

Cara Bayar Google Play Pakai QRIS dan Virtual Account BCA di myBCA dan BCA mobile

Bayar Google Play kini bisa dilakukan lewat QRIS dan Virtual Account BCA di myBCA atau BCA mobile dengan langkah yang mudah.

Punya Harta Rp 247 Miliar di Usia 40-an, Kapan Waktu yang Pas untuk Berhenti Kerja?

Memiliki kekayaan ratusan miliar rupiah sebelum usia 50 tahun mungkin terdengar seperti titik akhir perjalanan finansial. ​

Mengurai Penyebab Rupiah Sempat Kembali Bertengger di Rp 18.000

Nilai rupiah terhadap dolar masih berfluktuasi dan menyentuh Rp18.000 per dolar AS imbas efek global dan permintaan valas yang tidak menentu.

BRI Punya BRImo Junior, Orang Tua Bisa Pantau Transaksi Anak

Kehadiran BRImo Junior menjadi bagian dari upaya BRI mengenalkan layanan keuangan sekaligus membangun kebiasaan mengelola uang sejak dini.

Harga Emas Dunia Stabil Setelah Spekulasi Kenaikan Bunga Fed Mereda

Harga emas hari ini ditopang penurunan yield obligasi AS dan pernyataan pejabat The Fed, yang meredakan spekulasi kenaikan lanjutan suku bunga.

Produk Gelato Yogurt Matcha Ala Hometown Artisan Meluncur Bidik Masyarakat Urban

Hometown Artisan Dairy resmi meluncurkan Hometown Artisan Dairy Gelato Yogurt Matcha dengan target masyarakat urban.