M O M S M O N E Y I D
Bugar

Jangan Dikonsumsi! Ini 5 Makanan Pantangan untuk Penderita Nyeri Sendi

Reporter: Helvana Yulian  |  Editor: Helvana Yulian


MOMSMONEY.ID - Inilah beberapa makanan pantangan untuk penderita nyeri sendi yang harus dihindari, agar sakit yang dirasakan bisa kunjung membaik.

Beberapa kondisi nyeri sendi seperti, asam urat, osteoarthritis, infeksi pada sendi atau tulang, aktivitas fisik berlebihan, keseleo, hingga cedera, dikutip dari Medical News Today. 

Ada berbagai kondisi yang membuat Anda mengalami nyeri sendi salah satunya adalah mengonsumsi obat-obatan tertentu.

Sealin itu, mengurangi konsumsi makanan penyebab nyeri sendi juga dapat dilakukan sebagai cara mencegah sendi nyeri kambuh kembali. 

Penting untuk mencegah nyeri sendi kambuh kembali dengan konsumsi obat nyeri sendi, terapi fisik, serta menghindari makanan penyebab nyeri sendi. 

Oleh sebab itu, penderita nyeri sendi sangat dianjurkan untuk menghindari makanan pantangan nyeri sendi di bawah ini agar gejala nyeri sendi tidak mudah kambuh sewaktu-waktu. 

Dikutip dari Healthy Bones dan Mayo Clinic, inilah beberapa makanan pantangan untuk penderita nyeri sendi yang harus dihindari, antara lain: 

Baca Juga: Bisa Dicoba! Ini 5 Olahraga yang Membantu Meredakan Nyeri Saat Haid

1. Minuman bersoda

Selain makanan penyebab nyeri sendi, ada pula jenis minuman yang dapat meningkatkan risiko nyeri sendi, yaitu minuman bersoda. 

Minuman bersoda mengandung banyak tambahan gula dan pengawet. Kandungan tersebut yang dapat meningkatkan risiko diabetes hingga penyakit jantung. 

Menurut American Journal of Clinical Nutrition, konsumsi gula berlebihan dari minuman bersoda dapat memicu pelepasan zat pemicu peradangan yang dikenal dengan sitokin. 

2. Daging merah

Makanan pantangan untuk penderita nyeri sendi yang pertama adalah daging merah. 

Protein hewani dan lemak hewani yang berasal dari daging merah dapat menjadi makanan penyebab nyeri sendi, termasuk kambuhnya gejala rematik. 

Jika Anda makan daging merah secara berlebihan, sistem kekebalan tubuh akan menganggap protein sebagai antigen dan memproduksi antibodi untuk melawannya. 

Reaksi ini yang bisa menyebabkan pembentukan antigen kompleks yang menyebabkan nyeri sendi. 

3. Makanan olahan atau kemasan

Makanan pantangan untuk penderita nyeri sendi yang kedua adalah terlalu banyak makan makanan olahan atau kemasan. 

Makanan yang diolah dengan cara dipanaskan pada suhu tinggi, seperti dipanggang, dibakar, dan digoreng (deep fry) akan menghasilkan lemak yang menyebabkan nyeri sendi.

4. Kelompok sayuran nightshade 

Makanan pantangan untuk penderita nyeri sendi yang selanjutnya adalah kelompok sayuran yang disebut nightshade

Sayuran nightshade adalah anggota dari keluarga tanaman bernama Solamaceae, seperti kentang, tomat, terong, paprika, dan ubi jalar, melansir dari Mayo Clinic.

Kelompok sayuran tersebut dipercaya dapat meningkatkan peradangan sehingga menjadi makanan pantangan nyeri sendi karena mengandung alkaloid yang disebut solanin. 

Sebuah penelitian dari University of Otago menunjukkan, makan tomat berkaitan dengan kenaikan kadar serum asam urat dalam darah, yang merupakan penyebab utama asam urat. 

Baca Juga: Kenali Penyebab dan Gejala Gangguan Radang Sendi pada Lansia

5. Produk olahan susu

Jika Anda pernah mengalami nyeri sendi, sebaiknya lebih berhati-hati dalam mengonsumsi produk olahan susu.

Pasalnya, jenis protein tertentu di dalam makanan olahan produk susu bisa menjadi penyebab nyeri sendi dan peradangan lainnya. 

Bagi sebagian orang, protein dalam produk olahan susu bisa mengiritasi area sekitar sendi. Tapi, ada hasil penelitian yang bertentangan terhadap pernyataan tersebut. 

Penelitian tersebut menyebutkan, susu mengandung efek antiradang yang kurang baik pada nyeri sendi.

Mengatur pola makan yang tepat dengan menghindari makanan penyebab nyeri sendi dapat membantu mencegah kekambuhan sendi nyeri di kemudian hari. 

Namun, pastikan berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu guna mendapatkan pilihan makanan untuk penderita nyeri sendi yang tepat.

Itulah beberapa makanan pantangan untuk penderita nyeri sendi yang harus dihindari agar sakit yang dirasakan bisa kunjung membaik.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Promo Bakmi GM Spesial BCA 21-24 September, Paket Bertiga Hemat Diskon hingga 40%

Nikmati promo Bakmi GM khusus pengguna myBCA dengan diskon hingga 40% untuk paket makan bertiga hanya Rp 90 ribuan.

Provinsi Ini Masih Alami Hujan Lebat, Cek Peringatan Dini BMKG Cuaca Besok (21/9)

BMKG memberikan peringatan dini cuaca besok Senin 21 September 2026 dengan status Waspada hujan lebat di provinsi berikut ini.

Langkah Memanfaatkan Pasar Global Lewat UMKM Bisa Ekspor

Ini adalah program yang dikembangkan oleh Kementerian Perdagangan (Kemdag) yang memanfaatkan kerjasama perdagangan yang sudah diteken.

Program Pendampingan Usaha Masih Menjadi Penopang UMKM

Pendampingan yang diberikan Kementerian UMKM mencakup segala aspek mulai dari perluasan pasar hingga pembiayaan.

Redmi Note 17 Pro Max Kantongi Sertifikasi IP68 & Fast Charger 100W

Redmi Note 17 Pro Max kantongi sertifikasi IP68. Temukan daftar peningkatan fitur proteksi yang tak ada di varian reguler.

Asian Games 2026: Wushu Sumbang Medali Pertama bagi Kontingen Indonesia

Atlet wushu putra Indonesia Seraf Naro Siregar menyumbang medali pertama bagi Kontingen Merah Putih pada Asian Games 2026. 

Bulu Tangkis Asian Games 2026: Lumat Mongolia, Tim Putri Indonesia ke Perempat Final

Hasil Bulu Tangkis Beregu Asian Games 2026 babak 16 besar, Minggu (20/9), Tim Putri Indonesia melaju ke perempat final.

Memori HP Lega Seketika Lewat Fitur Kompresi Google Photos

Penyimpanan gratis Google Photos makin terbatas. Fitur kompresi internal bisa menghemat ruang tanpa menghapus foto berharga

Promo HokBen Tebus Murah September 2026, Makan Makin Puas Mulai Rp 10.000 Saja

Nikmati promo HokBen tebus murah mulai Rp 10.000 saja. Dapatkan pilihan menu favorit Anda di sini, dari Norimaki hingga Shrimp Ball.

Makan Dua Buah Apel Rutin Efektif Menurunkan Kolesterol Tinggi Tanpa Obat

Makan dua buah apel sehari terbukti menurunkan kolesterol total hingga 5,89 mmol/L. Simak mekanisme pektin mengikat lemak jahat di sini.