MOMSMONEY.ID - Punya ide bisnis yang unik tentu menyenangkan. Apalagi, jika produk yang terpikirkan belum banyak dijumpai di pasaran. Rasanya, ada peluang untuk menawarkan sesuatu yang berbeda sekaligus menarik perhatian calon pembeli.
Namun, jangan buru-buru merasa ide tersebut bakal mendatangkan cuan. Sebagus apa pun sebuah gagasan, pelaku usaha tetap perlu memastikan produknya bisa dibuat, dibutuhkan konsumen, dan punya peluang untuk dijual.
Hal inilah yang menjadi salah satu sorotan Head of City Digital Ecosystem Development Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) Rama Krisna Prasetia dalam acara CoCreate Pitch 2026 Indonesia, bagian dari Global Edge Summit 2026, di Jakarta, Selasa (13/10).
Dalam sambutannya, Rama mengingatkan, inovasi tidak serta-merta memberikan manfaat ekonomi jika hanya berhenti pada tahap penciptaan ide.
“Inovasi tidak dengan sendirinya menghasilkan kepentingan ekonomi atau manfaat bagi masyarakat,” ujar Rama.
Baca Juga: AI Bisa Bantu UMKM Cari Pembeli, Begini Cara Memanfaatkannya
Artinya, menciptakan produk baru hanyalah langkah awal. Setelah itu, pelaku usaha perlu memikirkan bagaimana produk tersebut bisa diproduksi, dipasarkan, hingga menghasilkan pendapatan.
Bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), hal ini penting dipertimbangkan sejak awal. Pasalnya, produk yang terlihat menarik belum tentu sesuai dengan kebutuhan konsumen. Belum lagi soal biaya produksi, kemampuan memenuhi permintaan, hingga harga jual yang bisa diterima pasar.
Misalnya, Anda ingin membuat produk rumah tangga dengan desain yang berbeda dari barang sejenis di pasaran. Selain memikirkan bentuk dan keunggulannya, coba cari tahu lebih dulu apakah calon konsumen benar-benar membutuhkan produk tersebut.
Pertimbangkan juga biaya untuk membuatnya dan tentukan harga jual yang masuk akal. Jangan sampai produknya menarik, tetapi biaya produksinya terlalu tinggi atau harganya sulit dijangkau calon pembeli.
Dengan begitu, ide bisnis tidak hanya terlihat menjanjikan di atas kertas, tetapi juga memiliki peluang untuk berkembang menjadi usaha yang menghasilkan.
Baca Juga: Dari UMKM hingga Kepemimpinan, Ini Fokus Program Perempuan Bengkulu
Kenali kebutuhan pasar sebelum mengembangkan produk
Selain memastikan produk bisa diwujudkan, pelaku usaha juga perlu tahu siapa yang akan membelinya. Sebab, produk yang dibuat tanpa memahami kebutuhan konsumen berisiko sulit menemukan pasar.
Dalam kesempatan yang sama, Ahmad Ridha Sabana, Utusan Khusus Presiden Bidang UMKM, Ekonomi Kreatif, dan Ekonomi Digital, turut menyoroti pentingnya memahami peluang pasar dan menemukan pembeli yang tepat.
“Peluangnya terletak pada pasar, menemukan pembeli, dan menawarkan produk sesuai dengan kebutuhan mereka,” tutur Ahmad
Karena itu, sebelum mengeluarkan biaya lebih besar untuk memproduksi barang, pelaku usaha bisa mulai dengan mencari tahu pendapat calon pembeli.
Misalnya, dengan menanyakan fitur apa yang mereka butuhkan, masalah apa yang ingin diselesaikan, atau hal apa yang masih kurang dari produk sejenis yang sudah tersedia.
Masukan seperti ini bisa menjadi bekal untuk menyempurnakan produk sebelum dipasarkan lebih luas. Pelaku usaha juga bisa mengetahui bagian mana yang perlu diperbaiki, sehingga tidak harus mengeluarkan biaya tambahan untuk perubahan besar setelah produk telanjur diproduksi.
Baca Juga: Peluang Menembus Pasar Ritel Modern Hingga Ekspor Lewat Barcode
Jangan berhenti setelah produk berhasil dibuat
Tantangan berikutnya adalah membawa produk tersebut ke hadapan calon pembeli. Produk yang sudah selesai dibuat belum tentu langsung laku jika pelaku usaha belum memiliki cara untuk memasarkannya.
Karena itu, sejak awal pengembangan produk, pikirkan pula bagaimana cara mengenalkannya kepada konsumen. Pelaku usaha bisa mulai dengan menentukan target pembeli, memilih saluran pemasaran yang sesuai, dan mencari cara agar produk lebih mudah ditemukan.
Hal ini sejalan dengan pesan Rama tentang pentingnya memastikan inovasi dapat diproduksi, dipasarkan, dan memberikan pendapatan. Dengan kata lain, keberhasilan inovasi bukan semata-mata soal seberapa unik produk yang berhasil diciptakan, melainkan juga bagaimana produk itu bisa memberikan manfaat nyata.
Bagi UMKM yang sedang merintis produk baru, langkahnya tidak harus langsung besar. Mulailah dengan memahami kebutuhan calon konsumen, menghitung kemampuan produksi, dan mencari tahu cara menjangkau pembeli yang tepat.
Dengan persiapan tersebut, pelaku usaha bisa menilai peluang bisnis dengan lebih matang sebelum mengeluarkan biaya lebih besar. Jadi, jangan hanya sibuk memikirkan produk apa yang ingin dibuat. Pastikan juga ada orang yang membutuhkannya dan peluang yang cukup jelas untuk menjualnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News