MOMSMONEY.ID - Perempuan punya banyak peluang untuk mengembangkan kemampuan, termasuk melalui usaha mandiri dan pelatihan keterampilan. Hal ini pula yang ingin didorong Persatuan Perempuan Provinsi Bengkulu (PP P3B) melalui sejumlah program pemberdayaan untuk lima tahun ke depan.
Ketua Umum PP P3B, Diah Nurhadini, mengatakan, salah satu fokus organisasi periode 2026-2031 adalah menyatukan potensi perempuan Bengkulu dari berbagai latar belakang agar bisa saling mendukung dan berkembang bersama.
“Melalui PP P3B, saya ingin perempuan-perempuan Bengkulu bersatu. Kita memiliki banyak perempuan hebat dengan kemampuan, pengalaman, dan prestasi di bidang masing-masing. Potensi ini perlu kita satukan agar tidak berjalan sendiri-sendiri, tetapi dapat saling mendukung, berkolaborasi, dan bersama-sama memajukan Provinsi Bengkulu,” jelasnya mengutip siaran pers, Selasa (13/10).
Sejumlah program yang disiapkan mencakup pemberdayaan ekonomi melalui pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), pendidikan dan pelatihan keterampilan, serta perlindungan perempuan dan anak.
Baca Juga: Inabuyer 2026 Jadi Kanal UMKM Masuk Rantai Pasok Program Pemerintah
PP P3B juga akan mendorong edukasi mengenai perundungan dan kekerasan. Selain itu, organisasi ini ingin meningkatkan partisipasi perempuan dalam kepemimpinan dan pemerintahan agar perempuan memiliki kesempatan lebih luas untuk terlibat dalam pengambilan keputusan.
Ketua Dewan Pembina PP P3B Maya Miranda Ambarsari mengatakan, perempuan dapat berkontribusi bagi daerah melalui kemampuan dan bidang yang dikuasai masing-masing. Karena itu, solidaritas dan kerja sama ant perempuan perlu diperkuat.
“Kita harus bangga menjadi orang Bengkulu. Mari bersama-sama membangun Bengkulu dengan cara dan kemampuan masing-masing. Dengan saling menghormati, menyayangi, dan membantu, kita bisa menjadi lebih kuat,” ungkap Maya.
PP P3B memiliki sejarah sejak 1968 dan kembali dibangkitkan melalui musyawarah pada 2025. Salah satu inisiatornya, Mawarti Anwar Duramin, berharap organisasi ini menjadi ruang bagi perempuan untuk mengembangkan potensi sekaligus menghasilkan kontribusi nyata bagi masyarakat.
“Kami ingin organisasi ini tidak hanya menjadi wadah berkumpul, tetapi juga ruang bagi perempuan untuk mengembangkan potensi, saling mendukung, serta memberikan kontribusi nyata bagi daerah,” tutur Mawarti.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News