MOMSMONEY.ID - Diskon skincare sering kali sulit dilewatkan, apalagi ketika produk yang biasanya dibanderol dengan harga tinggi ditawarkan dengan potongan harga atau paket bundling.
Namun, membeli produk hanya karena sedang promo justru bisa membuat pengeluaran bertambah, terutama jika produk tersebut sebenarnya tidak dibutuhkan.
Di tengah banyaknya pilihan produk perawatan kulit, konsumen perlu lebih cermat sebelum memasukkan skincare ke keranjang belanja. Terlebih, harga produk di pasaran sangat beragam, mulai dari puluhan ribu rupiah hingga jutaan rupiah.
Salah satu contohnya, produk skincare premium yang ditawarkan dengan harga sekitar Rp 700.000 hingga Rp 1,79 juta. Brand asal Jepang, Majestic Cosme, menjadi salah satu merek yang memasarkan produk pada kisaran harga tersebut.
Founder, CEO, sekaligus Chairman Mirai Group Japan Co., Ltd., Ismail Zein El Dine, mengatakan harga produk yang ditawarkan berkaitan dengan bahan dan konsentrasi kandungan dalam formulasi.
Baca Juga: Mengenal Peptide dalam Skincare, Benarkah Bisa Membantu Merawat Kulit?
“Produk kami memang sedikit lebih mahal, tetapi tingkat konsentrasinya sangat tinggi,” ujar Ismail pada pembukaan gerai Majestic Cosme di SOGO Central Park, Jakarta, Sabtu (31/10/2026).
Meski begitu, harga mahal maupun konsentrasi bahan yang diklaim tinggi tidak otomatis membuat produk lebih cocok untuk semua orang. Kebutuhan kulit setiap orang berbeda, sehingga keputusan membeli sebaiknya tidak hanya didasarkan pada harga, tren, atau besarnya potongan harga.
Agar belanja skincare tidak berujung boros, berikut lima hal yang sebaiknya diperhatikan sebelum membeli.
1. Pastikan produk sesuai kebutuhan kulit
Sebelum membeli produk baru, kenali terlebih dahulu kebutuhan kulit. Apakah kulit membutuhkan pelembap, perlindungan dari sinar matahari, atau perawatan untuk masalah tertentu?
Dengan mengetahui kebutuhan tersebut, konsumen bisa lebih fokus memilih produk yang memang diperlukan. Jangan sampai membeli serum atau krim tambahan hanya karena sedang populer, sementara produk yang sudah dimiliki sebenarnya masih mencukupi.
2. Jangan hanya tergiur klaim dan kandungan populer
Nama kandungan seperti peptide, retinol, atau niacinamide sering menjadi daya tarik dalam pemasaran skincare. Namun, konsumen tetap perlu memeriksa komposisi produk secara keseluruhan dan memahami fungsi bahan yang digunakan.
Satu kandungan yang sedang tren belum tentu menjadi kebutuhan setiap jenis kulit. Perhatikan juga petunjuk penggunaan serta kemungkinan ketidakcocokan dengan produk lain yang sedang digunakan.
3. Periksa izin edar dan informasi produk
Sebelum membeli, pastikan produk memiliki izin edar sesuai ketentuan. Konsumen dapat memeriksa nomor notifikasi kosmetik melalui kanal resmi Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).
Hal ini penting, terutama ketika membeli produk impor atau merek yang belum dikenal. Jangan hanya mengandalkan ulasan di media sosial atau rekomendasi penjual tanpa memeriksa informasi produknya.
Baca Juga: Kulit Kusam Cerah Seketika, Ekstrak Bunga di Skincare Ini Bikin Wajah Glowing
4. Bandingkan harga dengan isi dan kebutuhan pemakaian
Harga murah saat diskon belum tentu menjadi pilihan paling hemat. Perhatikan ukuran produk, jumlah isi, serta perkiraan lama pemakaian agar bisa membandingkan nilai pembelian secara lebih objektif.
Konsumen juga dapat membandingkan harga per mililiter atau gram. Cara ini membantu melihat apakah produk yang ditawarkan dalam kemasan besar atau bundling benar-benar lebih ekonomis.
5. Tetapkan anggaran sebelum berburu promo
Sebelum mengikuti promo, tentukan batas pengeluaran untuk kebutuhan perawatan kulit. Dengan begitu, konsumen memiliki pegangan dan tidak mudah tergoda membeli produk tambahan di luar rencana.
Jika ingin mencoba produk baru, prioritaskan yang memang dibutuhkan. Tidak perlu membeli seluruh rangkaian perawatan hanya karena ditawarkan dengan harga paket lebih murah.
Oleh karena itu, setiap diskon seharusnya membantu konsumen berhemat, bukan menjadi alasan untuk membeli lebih banyak produk. Skincare yang tentunya bukan selalu yang paling mahal atau sedang ramai dibicarakan, melainkan yang sesuai dengan kebutuhan kulit dan tetap masuk dalam anggaran.
Dengan lebih selektif sebelum berbelanja, konsumen tetap bisa merawat diri tanpa harus mengorbankan kebutuhan keuangan lainnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News