MOMSMONEY.ID - Memilih skincare sekarang bukan hanya soal merek atau harga. Berbagai kandungan aktif yang ditawarkan dalam produk perawatan kulit juga semakin beragam. Salah satunya adalah peptide, bahan yang kerap dikaitkan dengan perawatan kulit dan tanda-tanda penuaan.
Nama peptide mungkin sudah sering ditemukan pada kemasan serum, krim wajah, maupun produk perawatan kulit lainnya. Namun, sebenarnya apa itu peptide dan apakah kandungan ini memang bisa membantu merawat kulit?
Peptide sendiri merupakan rangkaian pendek asam amino yang menjadi bagian dari pembentuk protein. Dalam tubuh, protein seperti kolagen dan elastin berperan dalam menjaga struktur serta elastisitas kulit.
Dalam industri skincare, peptide digunakan dalam berbagai formulasi dengan tujuan perawatan yang berbeda. Beberapa jenis peptide dikembangkan untuk membantu mendukung tampilan kulit, termasuk dalam produk yang ditujukan untuk merawat tanda-tanda penuaan.
Namun, manfaat peptide tidak bisa disamaratakan. Jenis peptide, konsentrasi, formulasi produk, hingga cara penggunaannya turut memengaruhi hasil yang diperoleh. Karena itu, keberadaan kata peptide pada kemasan tidak otomatis menjamin suatu produk memberikan hasil tertentu.
Baca Juga: Kulit Kusam Cerah Seketika, Ekstrak Bunga di Skincare Ini Bikin Wajah Glowing
Kandungan ini juga menjadi bagian dari pengembangan produk sejumlah merek skincare. Salah satunya Majestic Cosme, brand asal Jepang yang menyebut telah mengembangkan produk perawatan kulit selama sekitar 14 tahun.
Founder, CEO, sekaligus Chairman Mirai Group Japan Co., Ltd., Ismail Zein El Dine mengatakan, perusahaannya melakukan penyesuaian formulasi ketika memasuki pasar Indonesia.
Ia menjelaskan, formulasi yang sebelumnya dikembangkan perusahaan menggunakan bahan yang disebut human stem cells. Namun, menurut Ismail, perusahaan kemudian menggantinya dengan human recombinant peptide untuk pasar Indonesia.
“Ketika kami memasuki pasar Indonesia, human stem cells tidak diperbolehkan. Karena itu, kami mengubah formulanya. Sebagai pengganti human stem cells, kami memilih human recombinant peptide,” ujar Ismail dalam pembukaan gerai Majestic Cosme di SOGO Central Park, Jakarta, Sabtu (31/10).
Perlu diketahui bahwa human recombinant peptide dan human stem cells merupakan istilah yang berbeda, sehingga keduanya tidak dapat dianggap sebagai bahan yang sama.
Baca Juga: Catat 5 Jenis Skincare Ini Bisa Kurangi Timbulnya Milia di Area Wajah
Lantas, apa yang perlu diperhatikan sebelum mencoba skincare dengan kandungan peptide?
Pertama, kenali jenis kandungannya. Peptide memiliki beragam jenis dengan karakteristik dan fungsi yang berbeda. Karena itu, konsumen sebaiknya tidak hanya terpaku pada nama bahan yang ditonjolkan dalam promosi produk.
Kedua, perhatikan komposisi secara keseluruhan. Kandungan lain dalam formula juga dapat memengaruhi karakteristik produk dan kecocokannya dengan kulit. Jangan hanya melihat satu bahan aktif tanpa memahami keseluruhan formulasi.
Ketiga, sesuaikan dengan kebutuhan kulit. Produk dengan peptide tidak otomatis harus digunakan oleh semua orang. Jika kebutuhan utama kulit adalah menjaga kelembapan, misalnya, konsumen juga perlu mempertimbangkan produk pelembap yang sesuai.
Keempat, jangan mudah tergiur klaim hasil instan. Perawatan kulit membutuhkan konsistensi dan hasilnya bisa berbeda pada setiap orang. Penggunaan produk juga perlu mengikuti petunjuk yang tertera pada kemasan.
Sebelum mencoba produk baru, konsumen dapat melakukan uji tempel pada area kecil kulit untuk melihat kemungkinan reaksi. Jika muncul iritasi atau keluhan yang menetap, sebaiknya hentikan pemakaian dan konsultasikan dengan tenaga kesehatan.
Peptide bisa menjadi salah satu pilihan kandungan dalam rutinitas perawatan kulit. Namun, konsumen tetap perlu melihat jenis bahan, formulasi, dan kebutuhan kulit masing-masing. Jangan sampai membeli produk hanya karena kandungannya sedang populer, tetapi justru tidak sesuai dengan kebutuhan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News