Santai

Jajal Nikmatnya Kuliner khas Surabaya di Kantin Blauran

Jajal Nikmatnya Kuliner khas Surabaya di Kantin Blauran

MOMSMONEY.ID - Sudah ada rencana makan siang? Atau ingin mencicipi kuliner khas daerah Surabaya? Mungkin kedai masakan Jawa Timur ini cocok untuk jadi destinasi kuliner Anda. Kedai yang cukup legendaris di Jakarta ini namanya Kantin Blauran

Berlokasi di Cipete, kedai ini sudah berdiri dari tahun 1971. Tengok saja, di daftar menu, mereka menyajikan rujak cingur, rawon, aneka nasi rames, tahu telur petis, sop iga, ayam goreng, dan beragam minuman sebagai pelepas dahaga.

Lokasi kedai ini, kebetulan cukup strategis, yakni tidak jauh dari Stasiun MRT Cipete Raya, atau berada persis di sebelah Bank BNI. Sekitar lima menit jika berjalan kaki dari stasiun MRT ke kedai ini.

Tampilan kedainya sederhana, seperti rumah makan kecil. Saat masuk ke dalam Kantin Blauran, Anda akan melihat tiga meja terpisah dan beberapa kursi dekat meja. Bila Anda datang siang hari, siap-siap untuk antre dan berdiri, menunggu pengunjung yang datang lebih dahulu selesai makan.

Baca Juga: Bakso Aan Meruya Mantap, Pakai Daging Premium dan Kwetiau

Dan beruntungnya KONTAN mendapat tempat untuk mencoba menu makanan di kedai ini. Langsung pesan yuk. Rujak cingur, rawon, dan tahu telur petis adalah menu andalan di kedai ini, yang banyak dipesan orang.

Untuk menikmati tiga menu ini, Anda harus sabar. Sebab, proses memasaknya terbilang cukup lama.

Achmad Fauzi, pemilik Kantin Blauran Surabaya, mengaku sehari-hari ia menjalankan kedai dengan dibantu anggota keluarga. "Di sini tidak ada karyawan, operasional dibantu istri, anak, saudara. empat orang saja," ujar Fauzi.

Setelah sekitar 15 menit berlalu, menu tahu telur tiba. Sepiring tahu telur hangat yang disiram dengan bumbu petis pun menggoda perut yang sudah lapar. Saat dicicipi, Anda akan merasakan gurihnya tahu telur yang digoreng, yang rasanya makin mantab berkat bumbu petis manis pedas.

Anda bisa memesan level pedas masakan di sini. Jadi, sesuaikan dengan lidah Anda, jangan terlalu pedas kalau memang tak suka. Seporsi tahu telur dibanderol Rp 30.000.

Baca Juga: Menu Rumahan Omah Kulina Gugah Selera Makan

Sembari menyantap tahu telur, seporsi rawon juga mendarat di meja. Aroma semerbak rawon mengundang untuk segera disantap.

Kuahnya berkelir hitam pekat dan tidak ada jejak minyak di mangkuk rawon buatan Kantin Blauran Surabaya ini. Terdapat lima sampai enam potong dadu daging sapi yang cukup besar, seukuran ruas jari orang dewasa.

Menambah kelengkapan menu ini, ada asi putih hangat, kecambah, dan sambal ulek.

Buat yang baru pertama kali ke kedai ini, ritual mencicipi kuah rawon lebih dulu jadi keharusan. Di seruputan pertama, rasa gurih dan manis pedas langsung pecah di mulut, berpadu tepat dengan bumbu rempah yang didominasi keluak.

Sambal ulek yang terbuat dari cabai rawit makin memperkaya rasa rawon ini.

Baca Juga: Mi Balap Mael Medan yang Enggak Pelit Telur dan Seafood

Seporsi rawon dihargai Rp 40.000. Sementara nasi putih harganya Rp 8.000 per piring.

Selain nasi rawon, jangan lewatkan menu rujak cingur ala Kantin Blauran. Ketika mendengar menu cingur, bisa jadi Anda langsung teringat pada moncong sapi.

Tapi, jangan bayangkan bentuk aslinya, seperti ketika sapi masih hidup. Sebab, Fauzi menyebut rujak cingur di sini tidak menggunakan moncong sapi melainkan area pipi sapi.

Langsung sikat saja. Lazimnya rujak cingur, ada buah-buahan seperti potongan mangga muda, timun, tauge, kangkung, tempe, tahu, lontong, plus pipi sapi yang disusun di piring.

Baca Juga: Camilan Manis Gurih ala Timur Tengah di Sweet Damaskus

Semua racikan itu lantas disiram dengan bumbu petis. Rasa rujak cingur di kedai ini memang terasa begitu khas dan mantap.

Fauzi bilang ulekan tangan sang istrilah, yang menyulap menu rujak cingur menjadi disukai para pengunjung kedai.

Sebelum dihidangkan, proses penyajiannya, kata Fauzi, cukup panjang dan memakan waktu lama. Ia berkisah, setelah membeli pelengkap cingur, bagian dari sapi itu direbus terlebih dahulu agar tidak berbau amis.

Usai direbus, lantas dipotong jadi beberapa bagian dan diulek dengan bumbu resep sang ibu. "Jika sudah baru dituang bumbu petis," katanya tentang menu yang banderolnya Rp 40.000 ini.

So, tunggu apalagi?

Selanjutnya: FBI Turun Tangan Selidiki Pembunuhan Capres Ekuador

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News