MOMSMONEY.ID - Kondisi pasar yang bergejolak rupanya membuat Investor Indonesia berhati-hati dalam menempatkan portofolionya. Banyak yang mengambil langkah untuk melakukan diversifikasi asetnya.
Hal ini terungkap dalam diskusi Ajaib Connect 2026. Hampir separuh pengguna Ajaib telah memegang lebih dari satu kelas aset dan langkah ini diambil secara sadar sebagai strategi.
Juliana, Direktur Utama Ajaib Sekuritas, menyebutkan, diversifikasi kini menjadi strategi yang dijalani investor Indonesia dalam menata portofolionya, terutama ketika pasar bergerak dinamis.
“Bagi mereka, diversifikasi bukan sekadar menambah produk, tetapi memberi peran yang jelas bagi setiap kelas aset,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Kamis (29/10).
Baca Juga: Empat Langkah Yang Perlu Diperhatikan Menyikapi Kondisi Pasar Saham Saat ini
Meski Ajaib didominasi pengguna yang berusia 19-30 tahun, pola diversifikasi paling kuat justru terlihat pada investor berusia 37–50 tahun. Pengalaman berinvestasi dan kemapanan finansial cukup berpengaruh pada pengambilan keputusan.
”Ini mengindikasikan bahwa diversifikasi merupakan strategi yang dibangun lewat pengalaman, bukan keputusan sesaat,” terangnya.
Lebih dari sepertiga pengguna memiliki aset yang lebih stabil, seperti reksadana, obligasi, atau savings. Ketika pasar bergerak dinamis, mereka menyesuaikan alokasi dengan menambahkan instrumen yang lebih stabil atau memperluas portofolio ke kelas aset lain.
Namun, saham dan obligasi negara menjadi dua instrumen paling menarik perhatian. Saham Amerika Serikat (AS) cukup banyak diminati untuk menjadi bagian dari portofolio selanjutnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News