M O M S M O N E Y I D
Bugar

Intoleransi Laktosa, Penyebab Sakit Perut Setelah Minum Susu

Penulis: Rezki Wening Hayuningtyas  |  Editor: Rezki Wening Hayuningtyas


MOMSMONEY.ID - Adakah di antara Anda yang pernah merasakan sakit perut setelah minum susu? Rasanya perut menjadi mulas dan kram. Mungkin, timbul pertanyaan di benak, apa penyebab sakit perut setelah minum susu, bukan?

Intoleransi laktosa bisa jadi penyebabnya. Lantas, apa itu intoleransi laktosa? Mari kita bahas lebih lanjut terkait hal ini bersumber dari Very Well Health.

Apa itu intoleransi laktosa?

Intoleransi laktosa adalah kondisi di mana seseorang mengalami gangguan pencernaan setelah mengonsumsi makanan atau minuman yang mengandung laktosa, gula alami yang ditemukan dalam susu dan produk susu lainnya.

Ketika seseorang mengalami intoleransi laktosa, tubuhnya tidak dapat mencerna laktosa dengan baik karena kekurangan enzim laktase yang diperlukan untuk memecah laktosa menjadi gula-gula yang lebih sederhana untuk penyerapan oleh tubuh.

Baca Juga: Mudah! Begini Cara Mengobati Sakit Perut di Rumah

Gejala intoleransi laktosa

Gejala intoleransi laktosa dapat bervariasi dari ringan hingga parah, tergantung pada seberapa besar jumlah laktosa yang dikonsumsi dan seberapa parah kekurangan enzim laktase seseorang. Gejala umum intoleransi laktosa termasuk:

  • Perut kembung
  • Diare
  • Kram perut
  • Mual

Daftar makanan dan minuman pemicu intoleransi laktosa

Makanan dan minuman yang menjadi pemicu intoleransi laktosa adalah produk-produk yang mengandung laktosa, gula alami yang terdapat dalam susu dan produk susu lainnya. Ketika seseorang dengan intoleransi laktosa mengonsumsi makanan atau minuman yang mengandung laktosa, mereka akan mengalami gejala yang tidak nyaman.

Berikut adalah daftar makanan yang umumnya menjadi pemicu intoleransi laktosa:

  • Minuman susu
  • Es krim
  • Berbagai jenis keju
  • Yogurt
  • Smoothie
  • Saus putih yang bahan dasarnya adalah susu
  • Makanan yang menggunakan keju sebagai bahan, seperti pizza atau makaroni dan keju
  • Hidangan penutup yang mengandung krim
  • Puding dan jeli
  • Beberapa jenis krimer berbasis susu

Perlu dicatat bahwa reaksi terhadap makanan tertentu bisa bervariasi. Ada kemungkinan bahwa seseorang akan mengalami intoleransi laktosa setelah mengonsumsi satu jenis makanan, tetapi tidak merasakan gejala setelah mengonsumsi makanan yang lain.

Baca Juga: 7 Manfaat Konsumsi Susu Almond untuk Kesehatan, Minuman Sehat Kekinian!

Cara mengelola kondisi intoleransi laktosa

Ada beberapa langkah yang dapat diambil untuk mengelola gejala intoleransi laktosa, di antaranya sebagai berikut:

  • Mengurangi atau menghindari konsumsi produk susu dan makanan yang mengandung laktosa
  • Mengikuti pola makan yang teratur dan memperhatikan makanan yang dikonsumsi
  • Menggunakan produk susu alternatif yang tidak mengandung laktosa, seperti susu kedelai atau susu almond.

Nah, itulah penjelasan mengenai intoleransi laktosa yang merupakan penyebab sakit perut setelah minum susu. Semoga bermanfaat!

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Kala Wanita Berusia 40-an Jatuh Cinta ke Pria Lebih Muda, Ini Cerita Tante Sonya

Serial Tante Sonya mengangkat kisah perempuan dewasa yang kembali membuka hati untuk pria lebih muda.

Tiket Final Indonesia vs Thailand FIFA ASEAN Cup 2026 Resmi Dijual, Ini Harganya

Tiket final Indonesia vs Thailand FIFA ASEAN Cup 2026 mulai dijual. Cek harga, jadwal laga, kategori tribun, dan syarat Garuda ID.

4 Wilayah di Jabodetabek Ini Hujan Lebat, Simak Peringatan Dini Cuaca Besok (3/10)

Peringatan dini BMKG cuaca besok Sabtu (3/10), Waspada hujan lebat di wilayah Jabodetabek berikut ini.

Peringatan Dini BMKG Cuaca Besok (3/10), Hujan Lebat Terjadi di 14 Provinsi Ini

BMKG memberi peringatan dini cuaca besok Sabtu 3 Oktober 2026 dengan status Siaga hujan sangat lebat dan Waspada hujan lebat di provinsi ini.

Kris+ Rayakan Ulang Tahun, Tebar Promo dan Reward

Pengguna Kris+ berkesempatan mendapatkan hingga delapan miles per dolar Singapura, voucher diskon 50%, serta hadiah  selama Oktober 2026.

Rupiah Bertahan di Rp 18.000 atau Tembus Rp 18.200, Ini 5 Indikator Penentu

Analis EBC Financial Group mencermati lima indikator penentu arah rupiah, mulai dari harga minyak, arus modal asing hingga intervensi BI.  

Ini Tip Pengobatan dan Pencegahan Agar Suara Yang Hilang Kembali Bergema

Suara hilang bagi pekerja yang mengandalkan pita suara tentu menjadi persoalan, berikut ini langkah pengobatan dan pencegahannya.

5 Cara Mengatasi Badan Lemas saat Diet agar Tetap Bertenaga Sepanjang Hari

Ingin diet berhasil tanpa tersiksa rasa lemas? Terapkan cara mengatasi badan lemas berikut ini agar tubuh tetap bugar dan berenergi.

Kenali Amylophagia: Ini 5 Dampak Buruk Makan Tepung Terigu Mentah untuk Kesehatan

Ketahui alasan medis mengapa makan tepung terigu dalam kondisi mentah sangat berbahaya bagi saluran pencernaan dan kesehatan secara keseluruhan.

Ada 6 Tokenized Stocks Baru dari Tokocrypto, Cek yuk

Tokenized stocks memberikan eksposur terhadap underlying asset dan bukan merupakan kepemilikan langsung atas saham atau ETF yang mendasarinya.