MOMSMONEY.ID - Bagi Moms yang sudah mempunyai atau akan memiliki mobil listrik, perhatikan dengan seksama jika terjadi kejadian berikut ini. Yakni tiba-tiba mobil listrik Anda berhenti mendadak gara-gara kehabisan baterai.
Namun biasanya ketika mobil listrik kehabisan baterai, kendaraan aka memberikan peringatan sebelum daya baterai benar-benar habis. Jika peringatan baterai tidak segera ditindaklanjuti, performa mobil listrik bisa menurun sedikit demi sedikit hingga kendaraan akhirnya tidak dapat melaju lagi.
Nah, langkah yang harus Anda lakukan jika baterai mobil listrik habis adalah sebagai berikut ini seperti di lansir dari KAIY Global yang dikutip kembali oleh Allianz Indonesia.
Baca Juga: Cerdas Beli Mobil Listrik, Cek Beragam Perlindungannya
1. Menepi ke tempat yang aman
Saat indikator menunjukkan daya hampir habis, segera cari tempat yang aman untuk berhenti. Jika masih memungkinkan, arahkan mobil ke area parkir, tempat istirahat, atau lokasi lain yang tidak mengganggu lalu lintas.
Bagaimana jika kendaraan berhenti di jalan tol? Ikuti prosedur keselamatan setempat. Nyalakan lampu hazard dan gunakan fasilitas darurat yang tersedia. Jangan memaksakan kendaraan terus berjalan apabila tenaganya sudah sangat terbatas.
2. Tetap tenang dan nyalakan lampu hazard
Panik dapat membuat kamu mengambil keputusan yang kurang tepat. Oleh karena itu, usahakan tetap tenang dan perhatikan kondisi lalu lintas di sekitar kendaraan.
Nyalakan lampu hazard untuk memberi tanda kepada pengendara lain bahwa mobil sedang mengalami masalah.
Jika kendaraan berhenti di lokasi berbahaya, tetap berada di dalam kabin apabila situasi di luar tidak aman. Namun, jika petugas mengarahkan kamu keluar dan tersedia jalur evakuasi yang aman, ikuti instruksinya.
3. Cari SPKLU terdekat
Jika kendaraan masih dapat bergerak dan daya mencukupi untuk mencapai tempat pengisian, gunakan sistem navigasi atau aplikasi pencari SPKLU untuk memeriksa pilihan yang tersedia.
Salah satu pilihan adalah aplikasi PLN Mobile. Melalui fitur kendaraan listrik, pengguna dapat mencari lokasi SPKLU dan merencanakan pengisian daya di sepanjang perjalanan.
Sebelum menuju lokasi, periksa jarak, status operasional jika tersedia, dan kecocokan konektor dengan kendaraan. Jangan hanya mengandalkan jarak terdekat jika daya baterai tidak cukup untuk mencapainya dengan aman.
Jika kendaraan sudah tidak dapat bergerak, jangan mencoba terus mengendarainya. Hubungi layanan bantuan jalan untuk mengetahui pilihan penanganan yang sesuai.
4. Hubungi bantuan darurat atau layanan derek
Jika baterai benar-benar sudah habis dan mobil tidak bisa bergerak, kamu mungkin memerlukan bantuan profesional. Beberapa layanan bantuan jalan menyediakan pengisian daya darurat, sedangkan layanan lainnya dapat membawa kendaraan ke SPKLU terdekat.
Lantas seperti apa sebaiknya Anda untuk bisa menghindari kejadian tersebut, yakni saat mobil listrik kehabisan baterai? Berikut saran dari POD Energy.
1. Rencanakan rute dan lokasi pengisian
Sebelum berkendara jauh, pastikan kamu sudah mengetahui titik-titik SPKLU yang tersedia di sepanjang jalur perjalanan. Sebaiknya, tentukan juga lokasi pengisian cadangan untuk mengantisipasi jika SPKLU pilihanmu sedang digunakan pengendara lain atau mengalami gangguan operasional.
2. Perhatikan perkiraan jarak tempuh
Jangan hanya mengandalkan angka jarak tempuh maksimum yang tertera pada spesifikasi mobil. Penggunaan AC, kecepatan berkendara, kondisi jalan, cuaca, dan usia baterai dapat memengaruhi jarak tempuh sebenarnya.
Sisakan cadangan daya agar tersedia waktu untuk mencari lokasi pengisian alternatif jika perjalanan membutuhkan lebih banyak energi daripada perkiraan awal.
3. Isi daya sebelum terlalu rendah
Biasakan mengisi daya sebelum kapasitas baterai berada pada tingkat yang sangat rendah. Untuk penggunaan sehari-hari, rentang pengisian sekitar 20–80% sering digunakan sebagai acuan untuk penggunaan sehari-hari pada banyak mobil listrik.
Namun, batas pengisian yang disarankan dapat berbeda bergantung pada model kendaraan, jenis baterai, dan kebutuhan perjalanan. Ikuti rekomendasi produsen, termasuk untuk pengisian hingga 100% jika diperlukan untuk perjalanan jauh.
Jangan menunggu baterai hampir habis untuk mengisi daya. Jika memiliki fasilitas pengisian di rumah, manfaatkan waktu ketika kendaraan tidak digunakan untuk menambah daya sebelum perjalanan berikutnya.
4. Kenali peringatan dan fitur kendaraan
Pelajari arti indikator baterai, estimasi jarak tempuh, dan peringatan daya rendah pada kendaraan. Kenali pula cara mengakses informasi konsumsi energi dan fitur navigasi yang dapat membantu mencari lokasi pengisian.
Memahami fitur tersebut dapat membantu mengambil keputusan lebih awal ketika daya mulai menipis.
5. Simpan informasi layanan bantuan
Simpan nomor layanan bantuan dari produsen kendaraan, penyedia bantuan jalan, atau petugas jalan tol yang relevan. Pastikan ponsel memiliki daya yang cukup selama perjalanan agar dapat digunakan untuk menghubungi bantuan ketika diperlukan.
Dengan perencanaan yang baik, risiko kehabisan baterai di jalan dapat dikurangi. Namun, jika kondisi tersebut tetap terjadi, utamakan keselamatan, cari bantuan yang tepat, dan hindari penanganan kendaraan yang tidak sesuai dengan petunjuk produsen.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News