M O M S M O N E Y I D
InvesYuk

Ini lo Rekomendasi Saham dan Proyeksi IHSG dari MNC Sekuritas untuk 8 November 2023

Reporter: Francisca Bertha Vistika  |  Editor: Francisca bertha


MOMSMONEY.ID - Di tengah Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG yang rawan koreksi, MNC Sekuritas membagikan beberapa rekomendasi saham yang bisa dibeli pada Rabu (8/11). 

Kemarin Selasa (7/11), IHSG terkoreksi 0,5% ke 6.844 disertai dengan munculnya volume penjualan. 

Penguatan IHSG pun telah mengenai target penguatan minimal yang MNC Sekuritas berikan kemarin, selanjutnya IHSG masih rawan koreksi untuk menguji rentang area 6.734-6. 792.

Namun demikian, IHSG masih berpeluang kembali menguat untuk menguji ke 6.938. 

Baca Juga: Turun 43 Poin Pada Penutupan Sesi Satu, IHSG Diprediksi Bakal Melemah

Dari riset MNC Sekuritas Rabu (8/11) pagi, ada beberapa saham yang bisa dibeli untuk hari ini, yaitu BMRI, CPIN, IPCC, dan MEDC.

Untuk BMRI, rekomendasi buy on weakness pada Rp 5.700-Rp 5.850 dan target harga di Rp 6.100 atau Rp 6.250. BMRI terkoreksi 0,8% ke Rp5,875 disertai dengan munculnya volume penjualan. 

Selama BMRI masih bergerak di atas 5,625 sebagai stoploss-nya, maka masih berpeluang menguat kembali.

Lantas, ada CPIN yang saat ini menguat 1,4% ke 5,550 disertai dengan munculnya volume pembelian.

Analis MNC Sekuritas memperkirakan pergerakan CPIN masih berpeluang melanjutkan penguatannya.

Baca Juga: IHSG Dibuka Fluktuatif, Berikut Proyeksi dari Samuel Sekuritas di 7 November 2023

Untuk CPIN, rekomendasi buy on weakness di rentang Rp 5.425-Rp 5.550 dan target harga RP 5.800 atau Rp 6.025. 

Selanjutnya, rekomendasi buy on weakness saham IPCC di level Rp 710-Rp 720 dengan target harga Rp 770 atau Rp 825. 

IPCC menguat 2,1% ke 725 disertai dengan munculnya volume pembelian. Namun, penguatan IPCC masih tertahan oleh MA60. Diperkirakan IPCC masih berpeluang melanjutkan penguatannya.

Terakhir adalah buy on weakness saham MEDC di level Rp 1.000-Rp 1.100 dan target harga pada Rp 1.280 atau Rp 1.365.

MEDC terkoreksi 4,5% ke 1,175 disertai munculnya peningkatan volume penjualan. MEDC masih rawan terkoreksi dan dapat dimanfaatkan untuk buy on weakness

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Tren Teras 2026 yang Nggak Cuma Estetik, Tapi Bikin Rumah Lebih Berkesan

Tren teras 2026 fokus pada kenyamanan, fungsi, dan nilai rumah agar tetap relevan dan menarik dalam jangka panjang. Berikut ini bisa kamu coba.​

Tren Warna Cat Rumah 2026, Ini 5 Aturan Lama yang Sudah Tidak Cocok Lagi

Aturan warna cat lama mulai ditinggalkan, ini cara baru bikin rumah tampil estetik, modern, dan lebih hidup tanpa ribet.​

Dapur Kecil Terasa Luas Tanpa Renovasi Mahal? Ini 6 Trik Simpel yang Bisa Dicoba

Membongkar kesalahan umum desain dapur kecil yang bikin sempit. Ini cara mengubahnya dengan trik sederhana tanpa renovasi mahal.

Harga Gadget Naik di Era AI, Ini Penyebab dan Cara Mudah Menyiasatinya

Harga gadget makin mahal di era AI, pahami penyebabnya dan temukan cara hemat agar tetap bisa upgrade tanpa boros.​  

Gaji Naik Belum Tentu Aman, Ini Tips Atasi Stres Keuangan yang Bisa Dicoba

Stres keuangan tak selalu karena gaji kecil, pahami kebiasaan finansial yang sering jadi penyebab dan cara mudah mengatasinya.​

Reksa Dana atau Emas Digital? Ini Tips untuk Cuan dan Jaga Stabilitas Keuangan

Pilih reksa dana atau emas digital di tahun 2026? Pahami dahulu perbedaan, risiko, dan simulasi keuntungan agar investasi lebih tepat.​  

Prakiraan Cuaca Jawa Timur Besok Hari Kamis (23/4), Hujan Ringan di Kota Ini!

Hujan ringan mendominasi cuaca Jawa Timur pada Kamis, 23 April 2026, sementara sebagian kota akan berawan

Virus dan Penyakit Kian Banyak, Layanan Kesehatan Ini Dibutuhkan

Layanan kesehatan yang modern dan terintegrasi jadi kebutuhan banyak orang, rumah sakit ini hadirkan layanan ini  

Mau Bisnis Kuliner Makin Cuan, Ini Strategi Digital ala Bakso Lapangan Tembak Senayan

​Bersama OttoDigital, BLTS memanfaatkan sistem POS digital untuk memantau penjualan dan stok secara real-time.  

Minat Investor Ritel Indonesia terhadap Instrumen Pasif Meningkat

Tren investor ritel menarih dana investasi di instrumen pasif meningkat. Hal ini disebabkan oleh fluktuasi IHSG beberapa bulan terakhir. ​