M O M S M O N E Y I D
Santai

Ini 6 Efek Samping Gula Untuk Kecantikan Kulit yang Bikin Keriput

Penulis: Christ Penthatesia  |  Editor: Christ Penthatesia


MOMSMONEY.ID - Saat dikonsumsi dalam jangka panjang dan jumlah banyak, gula bisa menjadi ancaman yang mengancam kesehatan, termasuk bagi kulit.

Beberapa penelitian sudah membuktikan bahwa gula bisa meninggalkan sisa di aliran darah yang menyebabkan beberapa penyakit kulit, seperti jerawat, keriput, dan garis-garis halus.

“Konsumsi gula yang berlebihan, tidak hanya gula putih tetapi juga gula tersembunyi, dapat meningkatkan risiko terkena penyakit serius,” kata Serena Missori, seorang ahli bedah medis, ahli endokrinologi, dan ahli diabetes, yang ahli dalam nutrisi fungsional biotipe pada laman Glamour.

Mengenai tambahan gula, seperti pemanis kopi, Dr. Missori merekomendasikan tidak lebih dari satu atau dua sendok teh sehari.

Untuk itu, pahami dulu beberapa dampak buruk terlalu banyak konsumsi gula di artikel ini.

Baca Juga: Cari Tahu Apa Saja Kegunaan PHA dalam Skincare dan Manfaat untuk Kulit

Menyebabkan jerawat 

Konsumsi gula yang tiba-tiba dan dalam porsi yang banyak bisa menyebabkan melonjaknya gula darah dan meningkatnya insulin.

Melansir dari laman Medical News Today, insulin bisa memicu produksi androgen yang bisa meningkatkan produksi sebum. Sebum adalah salah satu penyebab munculnya jerawat pada kulit. 

Kulit berminyak

Permasalahan atau gangguan kulit yang mungkin terjadi karena terlalu banyak mengonsumsi adalah menyebabkan kulit berminyak. Makanan dengan tingkat glikemik yang tinggi bisa memicu naiknya gula darah dan menyebabkan produksi minyak meningkat.

Ketika produksi minyak alami pada kulit meningkat, maka minyak tersebut bisa memicu gangguan kulit lainnya untuk muncul karena tersumbatnya pori-pori. Gangguan yang mungkin muncul adalah jerawat dan breakout.

Baca Juga: Intip Tips Berjemur Sesuai Tipe Kulit Berikut Lengkap dengan Caranya

Memicu proses glycation 

Melansir dari laman Dermstore, secara sederhana, gula menghasilkan glycation yang merupakan salah satu faktor penyebab penuaan pada kulit. Glycation ini terjadi ketika gula melebur menjadi satu dengan molekul lain di tubuh.

Hal ini bisa mengakibatkan sel-sel pada tubuh berhenti berfungsi sebagaimana sel tersebut bertugas. Sehingga, sel-sel yang membuat kulit kencang dan terhindar dari penuaan dini tidak bisa berfungsi dengan baik. 

Mempercepat penuaan

Gula dapat merusak komponen sel pada kulit yang menyebabkan penuaan. Setelah gula masuk ke dalam aliran darah, maka gula akan mengikat protein dalam tubuh.

Ikatan antara gula dan protein ini akan mengakibatkan kulit kehilangan elastisitasnya, menciptakan kerutan serta membuat timbulnya keriput pada kulit yang terjadi dengan cepat. 

Baca Juga: 4 Ciri-Ciri Tubuh Kebanyakan Gula Salah Satunya Gampang Lapar

Menonaktifkan enzim antioksidan

Antioksidan natural yang berada pada tubuh juga dapat berkurang atau bahkan dinonaktifkan karena konsumsi gula berlebih atau proses glycation. Tanpa adanya antioksidan tentu saja membuat kulit menjadi lebih rentan terhadap radikal bebas yang bisa merusak kesehatan kulit.

Kulit bisa terpapar radikal bebas dari polusi dan sinar UV yang berada di luar kulit. Radikal bebas juga bisa menjadi pemicu munculnya stres yang menyebabkan terjadinya penuaan dini pada kulit.

Merusak kolagen dan elastin

Kolagen dan elastin adalah protein penting di kulit yang bertugas menjaga kekencangan dan elastisitas kulit. Mengonsumsi gula secara berlebih bisa merusak pertumbuhan produksi kolagen dan elastin.

Seperti yang dilansir dari laman Eminence Organics, gula dalam proses glycation bisa membuat keduanya menjadi kering dan kehilangan kemampuannya untuk mengencangkan kulit.

Sehingga tampilan kulit kering, munculnya garis halus, dan kendur bisa menjadi dampak dari konsumsi gula berlebih.

Demikian beberapa dampak terlalu banyak konsumsi gula bagi kulit. Mulai kurangi, yuk.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Dari Shanghai ke Jakarta, M Stand Bawa Gaya Ngopi Baru

F&B ID menghadirkan M Stand asal Shanghai ke Indonesia dengan menawarkan specialty coffee di segmen harga menengah.  

Tren Gaya Hidup Wellness Kembali Beri Ruang bagi Produk Obat Bahan Alam

Tren gaya hidup wellness mendorong kemunculan produk obat bahan alam untuk keseharian masyarakat.              

Sudah Bikin Banyak Konten tapi Sepi? Ini yang Bisa Dipelajari

Konten yang belum ramai bukan berarti prosesnya sia-sia. Pengalaman Voice of Baceprot menunjukkan pentingnya konsistensi dan keberanian eksplorasi

Cuaca Akhir Pekan di Jawa Barat Banyak Berawan, Cek Daerah yang Berpotensi Hujan

BMKG memprakirakan cuaca Jawa Barat Sabtu-Minggu didominasi berawan, dengan suhu mencapai 34°C di sejumlah wilayah  

Akhir Pekan Mau Jalan-Jalan? Yuk, Cek Prakiraan Cuaca Jawa Tengah Besok dan Lusa

BMKG memprakirakan cuaca besok di Jawa Tengah pada Sabtu-Minggu bervariasi, dengan cerah mendominasi Minggu dan suhu mencapai 35°C.

CIMB Niaga Gelar Kejar Mimpi FEST 2026, Angkat Tema Berani Tersesat

Perjalanan mengejar mimpi tak selalu lurus. Kejar Mimpi FEST 2026 mengajak generasi muda berani mencoba, gagal, dan menemukan arah.

Akhir Pekan Jawa Timur Cerah! Cek Prakiraan Cuaca Besok (2/10) dan Minggu

BMKG memprakirakan cuaca besok di Jawa Timur pada Sabtu-Minggu didominasi cerah, dengan suhu udara mencapai 37 derajat Celsius.

Kurs Rupiah terhadap Dolar AS Masih Fluktuatif, Ini Proyeksi Hingga Akhir Tahun

Rupiah masih bergerak di sekitar Rp18.000 per dolar AS. Ekonom menyebut tekanan global jadi pemicu utamanya.

Waspada Hujan Petir di Wilayah ini, Cek Cuaca Sumatera Selatan Besok (3/10) dan Lusa

BMKG memprakirakan hujan ringan mendominasi Sumatera Selatan besok, hujan petir berpotensi terjadi di Pagar Alam. Simak prakiraan lengkapnya  

Prakiraan Cuaca Sumatera Utara Besok (3/10) Didominasi Hujan, Cek Rincian Cuaca Lusa

BMKG memprakirakan hujan ringan mendominasi Sumatera Utara besok, sedangkan lusa cuaca diprakirakan lebih banyak berawan.